Showing posts with label Story. Show all posts

Pentingnya Membangun Branding Dengan Website Saat Persaingan Di Marketplace Mulai "Tidak Sehat"

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain

Siapa yang tidak kenal marketplace? Marketplace merupakan pihak ketiga yang memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Dalam pandangan saya, marketplace ibarat “pasar digital” dimana penjual membuka toko dan calon pembeli pun mencari sesuatu di pasar tersebut. Untuk bisa datang dan berkunjung ke pasar digital, calon pembeli cukup menggunakan kuota internet. Calon pembeli yang datang ke pasar digital pun ada yang benar – benar bertujuan membeli sesuatu atau hanya sekedar melihat produk tanpa membeli.
Kehadiran marketplace memang sangat membantu terutama bagi kaum milenial untuk tetap bisa berbelanja apapun meski #DirumahAja, maka bukan hal yang aneh jika banyak sekali pengguna marketplace di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Berikut keuntungan berbelanja menggunakan marketplace :
  1. Pilihan produk beragam dalam satu website atau aplikasi.
  2. Pilihan cara pembayaran lebih banyak sehingga lebih memudahkan pembeli untuk melakukan pembayaran pesanan.
  3. Pengecekkan resi lebih cepat karena biasanya resi sudah otomatis di sistem.
  4. Dana pembeli jauh lebih aman dibanding transaksi tanpa marketplace karena dana baru akan ditransfer setelah barang diterima oleh pembeli.
Ada beberapa marketplace yang populer di Indonesia dan berdasarkan data dari iPrice ( perusahaan agregator belanja online), Shopee memiliki web traffic tertinggi di kuarter pertama tahun 2019 di negara ASEAN dengan total pengunjung bulanan mencapai 184 juta orang di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura dan Vietnam. Sementara Lazada memiliki jumlah pengunjung rata-rata 179.7 juta pengunjung per bulannya. Sedangkan Tokopedia memimpin market share terbesar di web desktop dan mobile di Indonesia, dengan rata-rata pengunjung bulanan sebanyak 140 juta orang dan menjadikannya platform e-commerce paling banyak dikunjungi ketiga di Asia Tenggara meskipun hanya tersedia di Indonesia ( dikutip dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/  ). Begitu banyaknya pengguna marketplace tentu saja menjadi peluang renyah bagi para seller untuk membuka toko di marketplace. Tapi, apakah peluang tersebut memberikan feedback positif untuk seller?

Di era digital ini tak sedikit pedagang yang kemudian berlomba – lomba menambah saluran penjualannya dengan penjualan online baik itu berjualan di social media maupun di marketplace. Berbeda dengan Fevina Shop, online shop yang menjual produk gamis ini memang mengawali debutnya dengan memanfaatkan facebook fanpage dan menjadi dropshipper dari supplier lain. Kemudian semenjak membuka toko di marketplace 3 tahun yang lalu, Fevina Shop fokus berjualan di marketplace dan punya toko di Tokopedia, Shopee dan Lazada dengan menyetok produk sendiri bukan lagi menjadi dropshipper. Meski hanya berjualan di marketplace tapi bisa dibilang Fevina Shop cukup sukses menjadi online shop yang berjualan produk gamis low price hingga setelah lebaran tahun 2019 kemarin omset penjualannya menurun karena persaingan di marketplace yang semakin ketat. Tidak bisa dipungkiri semakin seringnya marketplace beriklan salah satunya di stasiun TV dengan membuat acara TV khusus yang menayangkan program suatu marketplace, membuat marketplace begitu dikenal banyak orang termasuk pedagang. Semakin banyak pedagang yang berjualan di marketplace artinya persaingan dagang di marketplace semakin sengit. Persaingan di marketplace saat ini tak hanya berbicara bagaimana seller menampilkan keunggulan produknya tapi juga menjual harga dengan semurah – murahnya. Saya pun sebagai pengguna marketplace seringkali menggunakan filter harga termurah dalam proses pencarian produk yang saya inginkan.

Bagi seller yang sudah punya tempat tersendiri di hati calon pembeli atau produk yang sudah punya branding yang bagus jauh sebelum membuka toko di marketplace, persaingan harga bukanlah sesuatu yang menyeramkan karena saat orang sudah loyal terhadap suatu brand biasanya harga tidak menjadi masalah. Ini merupakan pilihan berat bagi Fevina Shop, apakah harus tetap bertahan dengan harga yang sudah ditetapkan atau ikut menurunkan harga mengikuti perang harga dari seller lain tapi tidak menjamin bisa meningkatkan closing penjualan? 

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain

“Saya bisa saja ikut harga seller sebelah tapi lama – lama mungkin saya bisa bangkrut”, Ucap owner ketika diwawancarai di gudang Fevina Shop yang terletak di Maja Majalengka.
“ Kalau saya mampu, saya ingin fokus berjualan online sendiri tanpa marketplace tapi saya cukup sulit untuk menciptakan branding sendiri supaya  orang – orang bisa tahu kalau disini ada Fevina Shop yang menjual gamis dengan harga murah dan kualitas berani diadu dengan mereka yang sudah punya brand. “ Owner Fevina Shop menambahkan.
pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain
 
Branding merupakan nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing. ( Kotler, 2009 ) Bagi perusahaan branding, bukan hanya sekedar merek atau produk Anda dikenal tetapi juga sebagai image perusahaan secara keseluruhan atau bagaimana masyarakat merasa bahwa perusahaan Anda merupakan yang terbaik. Sumber : jurnal.id

Dalam bisnis online, website merupakan salah unsur yang sangat penting dalam menciptakan branding.  Bahkan di zaman yang sudah semakin maju ini pedagang - pedagang offline pun punya website sederhana sebagai bentuk iklan dimana nama domainnya dipasang di tempat - tempat tertentu. Website diibaratkan toko dalam makna yang “tidak nyata” dan menjadi nilai plus bagi online shop yang juga punya toko offline untuk menciptakan trust kepada calon pembeli. Lalu, apabila suatu online shop tidak punya toko offline bagaimana? Memaksimalkan website adalah jawabannya. Calon konsumen akan memberikan trust yang tinggi ketika berkunjung ke suatu website jika website yang dikunjungi terlihat professional. Selain itu website juga bisa menjadi “umpan” dalam promosi, biasanya iklan dari suatu online shop akan diarahkan ke website untuk menggambarkan sesuatu yang menarik dari online shop tersebut. Ada online shop yang hanya menggunakan website untuk mendeskripsikan suatu produk yang menarik atau biasa disebut pula sebagai landing page dan menggunakan landing page untuk menarik calon pembeli untuk bertransaksi melalui chat pribadi dengan admin. Ada pula online shop yang membuat design websitenya selain sebagai landing page juga sebagai toko online dimana kita sebagai pembeli bisa melakukan pembelian langsung melalui website.

Apapun jenis websitenya baik itu berupa landing page atau toko online, membuat website merupakan sesuatu yang susah – susah gampang. Susah, jika dilakukan oleh pemula tapi akan sangat mudah jika dikerjakan oleh ahlinya. Yup, untuk membuat website yang profesional memang membutuhkan tim ahli dan sekarang kita tidak perlu kebingungan lagi jika ingin membuat website professional untuk online shop atau kebutuhan lainnya karena Rumahweb punya jasa pembuatan website yang tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. 

Untuk mengetahui mengenai jasa pembuatan website silahkan kunjungi Rumahweb kemudian di menu “SEMUA LAYANAN” pilih Jasa Pembuatan Website. Jasa pembuatan website ini benar – benar mengikuti apa yang diinginkan oleh customer bahkan jika kita tidak punya materi sama sekali pun akan dibantu oleh tim Rumahweb untuk dibuatkan kontennya. Sementara untuk pilihan paketnya ada paket Basic, Pro dan Bussines. Nah mudah sekali kan membuat website dibantu dengan tim Rumahweb?

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain 

Tapi jika kamu ingin membuat website sendiri dan menggunakan layanan Rumahweb pun bisa. Ketika akan membuat website langkah paling awal biasanya adalah memilih hosting dan nama domain. Terlepas dari tujuan pembuatan website apakah untuk penggunaan bisnis atau personal, biasanya kita akan memilih hosting murah dan domain murah tapi dengan berbagai kelebihan. Pilihan hosting di Rumahweb yang menurut saya cukup menarik adalah hosting unlimited.


Hosting unlimited dari Rumahweb ini mulai dari Rp.24.900/bulan. Selain harganya sangat terjangkau, hosting unlimited ini juga gratis weebly builder sehingga untuk kamu yang pemula dalam membuat website paket ini highly recomended deh! Eittsss tapi saya sudah terlanjur beli hosting Indonesia dari lapak sebelah dan mau pindah ke Rumahweb? Bisa banget bahkan Rumahweb memberikan gratis layanan selama 3 bulan dan proses pemindahannya pun dibantu oleh tim Rumahweb, mudah kan? Paket hosting unlimited ini sudah termasuk domain gratis untuk tahun pertama.
“Hmmm.. saya mau buat landing page untuk toko online saya tapi saya belum punya banyak modal untuk membuat website ataupun membayar jasa Rumahweb untuk pembuatan website.”
Tenang, tenang.. Untuk pemula dalam berbisnis online tidak ada salahnya memanfaatkan platform gratisan misalnya menggunakan blogger untuk membuat landing page, sementara untuk domainnya beli di Rumahweb.
“Ohh harus beli domain ya?”
Saya sangat menyarankan untuk beli domain, meskipun belum punya website professional tapi setidaknya sebagai online shop punya "sesuatu" yang bisa diingat banyak orang dan salah satunya bisa melalui domain. Misalnya nama domain www(dot)gamismurahmajalengka(dot)com akan mudah diingat bagi orang Majalengka yang ingin mencari gamis murah. Selain itu menggunakan top level domain juga bisa memberikan kesan “professional” dan memberikan trust yang tinggi kepada calon konsumen. Jangan khawatir mengenai harga domain karena banyak sekali jasa penyedia layanan domain yang memberikan promo – promo domain murah termasuk Rumahweb. Domain yang ditawarkan di Rumahweb memang benar – benar murah, mulai dari 15 ribuan saja.

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain

Kenapa sih harus membeli domain murah di Rumahweb? Karena Rumahweb adalah ICANN Accredited Registrar yang beroperasi sejak tahun 2002 dengan lebih dari 130ribu domain terdaftar dan selalu di-audit untuk memastikan layanan terbaik bagi pelanggan sesuai dengan standard industry. Pada tahun 2012 Rumahweb juga menjadi salah satu Registrar PANDI untuk domain .ID dan menjadi pemimpin pasar dengan lebih dari 60% market share.
  1. Selain itu, fitur yang didapatkan ketika membeli domain murah di Rumahweb diantaranya sebagai berikut:Panel pengelolaan domain yang lengkap dan mudah digunakan.
  2. Managed DNS Service yang memungkinkan customer langsung membuat record DNS dan mengarahkannya sesuai kebutuhan.
  3. Privacy protection yang bertujuan melindungi privasi pemilik domain untuk menghindarkan customer dari spam.
  4. Domain dapat langsung terkoneksi dan diarahkan ke akun social media.
  5. Domain locking protection yang bertujuan melindungi domain agar tidak dapat tertransfer secara tidak sengaja.
  6. Rumahweb mendukung DNSSec yang merupakan standard pengamanan domain terhadap ancaman DNS poisoning.
Ketika online shop diharuskan memilih antara website atau marketplace maka sebaiknya adalah memaksimalkan dua – duanya. Website punya tugas membangun branding sebuah online shop, sementara marketplace merupakan salah satu bentuk “pasar” yang digunakan untuk bertransaksi.  Marketplace juga sangat membantu konsumen yang mungkin sudah hilang kepercayaan dalam berbelanja online ditengah maraknya penipuan belanja online karena seperti sudah disebutkan diatas bahwa marketplace menggunakan sistem rekening bersama dimana dana akan tertahan di marketplace hingga produk yang dipesan sampai ditangan konsumen.

Tapi, saat sebuah online shop hanya bergantung pada marketplace maka ketika marketplace sudah tidak sesuai dengan bisnisnya bahkan mungkin sudah dihapus maka online shop harus memulai kembali membangun branding dari nol seperti yang dialami oleh Fevina Shop. Namun, saat online shop sudah punya branding yang baik didunia perdagangan maka berjualan dimanapun tidak ada masalah entah itu berjualan di marketplace, social media bahkan berjualan secara offline.

Maka, ketika berbicara mengenai marketplace vs website apakah sebuah pilihan atau sinergi dalam dunia bisnis online. Jika website dan marketplace bisa dimaksimalkan keduanya maka website dan marketplace bisa menjadi sinergi yang baik dalam membangun dan mempertahankan sebuah online shop agar tetap eksis di dunia bisnis online. Namun, saat online shop belum mampu memaksimalkan keduanya maka webiste dan marketplace merupakan sebuah pilihan. Belajar dari pengalaman Fevina Shop, sebaiknya online shop melakukan optimasi website untuk media promosi dan menciptakan branding.

Tapi, pilihan sepenuhnya ada ditangan kalian para seller! Apakah akan fokus membangun website dan marketplace agar tercipta sinergi yang baik atau akan menjatuhkan pilihan pada website atau marketplace saja.


Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm, Cara Mudah Atasi Bibir Kering Selama Berpuasa. Yuk Coba!

Bibir kering selama berpuasa memang sering dialami oleh banyak orang termasuk saya, bahkan bagi sebagian orang bibir kering tak hanya dialami ketika berpuasa tapi juga ketika hari – hari biasa. Bibir kering bisa disebabkan oleh banyak hal diantaranya dehidrasi, kekurangan vitamin dan lain – lain. Bibir kering memang terkesan sepele, tapi jika dibiarkan bisa sangat mengganggu karena selain menimbulkan rasa tidak nyaman juga agak kesulitan ketika menggunakan lipstick. Lipstik jadi tidak menempel dengan sempurna pada bibir yang kering dan tidak sehat.

Untuk mengatasi bibir kering sebaiknya minum air putih yang cukup terutama saat sedang berpuasa seperti sekarang, jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah – buahan dan sayuran. Selain minum air putih yang cukup serta konsumsi buah dan sayur, tak kalah penting untuk melakukan treatment dari luar untuk mengatasi bibir kering.

Bibir yang kering memang perlu perawatan ekstra agar bibir tidak semakin kering apalagi pecah – pecah. Salah satu treatment dari luar untuk mengatasi bibir kering yaitu dengan cara memberikan pelembab bibir. Ada banyak jenis bahan atau produk yang bisa digunakan untuk pelembab bibir misalnya madu, minyak zaitun, krim khusus bibir dan saya pribadi punya produk lip balm untuk memberikan kelembaban ekstra pada bibir saya.

Sebenarnya semenjak tidak bekerja, saya sudah tidak mempunyai stok lip balm karena menurut saya tidak terlalu penting. Jangankan punya stok lipbalm, punya lipstick saja seringnya rebutan untuk mainan anak. Tapi akhir – akhir ini bahkan sebelum puasa tiba, saya merasa butuh sesuatu untuk bibir saya supaya ketika dirumah pun bibir saya tetap terlihat lembab dan segar. Awalnya saya berniat untuk membeli lipstick dengan warna yang natural, tapi setelah di fikir – fikir masa sih saya mau setiap saat menggunakan lipstick? Even lipstick dengan warna natural.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada lip balm dan saya cukup kebingungan untuk memilih produk lip balm karena biasanya beberapa merk lip balm yang dijual di dekat rumah saya kemasannya jar dan harus “dicolek” ketika digunakan, menurut saya itu kurang higienis. Setelah searching – searching saya langsung jatuh cinta pada produk Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm Strawberry. Lip balm wardah ini memang sudah pernah saya pakai beberapa tahun ke belakang dan saya suka sekali dengan lip balm wardah, hanya saja dulu kemasannya masih menggunakan tube sementara sekarang sudah berbentuk stick seperti lipstick. Saya juga kurang tahu pasti apakah produk Wardah Everyday Fruity Sheer Lipbalm ini merupakan upgrade dari produk lip balm Wardah versi terdahulu atau memang kedua produk ini adalah produk yang berbeda.

Tanpa fikir panjang saya langsung order lip balm wardah ini kemudian mencobanya. Packaging lip balm Wardah ini saya suka sekali bila dibandingkan dengan lip balm versi sebelumnya yang menggunakan jar. Kemasan stick seperti ini selain lebih mudah digunakan, lebih bersih juga sangat praktis dibawa kemana – mana. Untuk aromanya memang “khas” lip balm wardah yang manis, wangi, apalagi saya ambil variant strawberry. Sementara untuk efek melembabkan, lip balm wardah ini memang benar –benar melembabkan tanpa rasa “eneg” di bibir. Saya pernah mencoba beberapa lipbalm yang efek moistnya itu lebay dan bikin eneg. Tapi lip balm wardah ini benar – benar melembabkan tapi tetap enak di bibir, kok! Untuk variant dari lip balm wardah ini ada 2 variant yaitu strawberry dan grape.

Setelah dipakai di bibir, selain melembabkan juga memberikan efek glossy tapi tidak berminyak.  Yup, efek dari menggunakan produk Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm ini memang bibir terasa sangat lembab, sesuai dengan klaim dari produk tersebut yang mampu melembabkan bibir hingga 8 jam. Sementara untuk warna setelah dioleskan di bibir, memang sangat sheer sesuai dengan nama produknya yaitu Wardah Everyday Fruity Sheer Lipbalm. Over all saya suka sekali dengan lipbalm wardah ini dan saya sangat merekomendasikan untuk kalian yang mengalami bibir kering selama berpuasa. Sementara untuk harga dari lip balm Wardah ini benar – benar terjangkau hanya 20 ribuan saja, murah kan? Untuk kalian yang mau membeli Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm ini secara online bisa klik disini




Daftar Aplikasi Yang Sangat Membantu Untuk Tetap Produktif Meski #DirumahAja



Semenjak diterapkannya physical distancing berkaitan dengan pandemi Covid-19, hampir semua kegiatan kita dilakukan didalam rumah. Tapi, bersykurlah kita hidup di zaman yang sudah melek teknologi ini. Meski masih ada beberapa wilayah yang mungkin saja belum tersentuh jaringan internet, namun pada umumnya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan internet. Kebutuhan masyarakat Indonesia akan koneksi internet di zaman modern ini memang sudah seperti kebutuhan akan bahan pokok. Hampir semua kalangan butuh koneksi internet karena memang peranan internet yang selalu ada di setiap aktifitas kita. Saat pandemi seperti ini peran internet semakin terasa karena banyak pekerjaan dan aktifitas kita yang dikerjakan dengan bantuan aplikasi yang tentunya menggunakan koneksi internet. Berikut beberapa aplikasi yang sangat bermanfaat dan membantu kita tetap produktif ketika #DirumahAja.

1.      Aplikasi Berita


Semua stasiun televisi selalu ada acara berita, namun tidak dipungkiri bahwa update berita melalui media online sangatlah cepat. Apalagi membaca berita secara online bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun hanya dengan satu sentuhan jari. Portal berita favorit saya diantaranya detik.com, kompas.com dan sindonews.com. Semua portal tersebut bisa diakses melalui website atau aplikasi di handphone.
2.      Aplikasi resep masakan


Aplikasi resep masakan sangatlah bermanfaat bagi kita sebagai referensi untuk mencoba berbagai menu baru atau sekedar mengetahui perpaduan bumbu untuk suatu masakan. Salah satu aplikasi resep masakan yang cukup populer yaitu cookpad, aplikasiya simple tapi informatif. Aplikasi ini punya versi gratis dan berbayar. Meski saya pakai aplikasi versi gratisnya tapi bagus, kok.
3.      Aplikasi Menonton Film

Sejujurnya saya bukanlah “penggila” film, tapi biasanya saya menonton film untuk mengisi waktu luang atau sekedar quality time bersama suami. Banyak “cara” kita menonton film salah satunya yaitu melalui youtube, tapi yang saya kurang suka dari youtube terkadang film yang diupload tidak sesuai cover. Biasanya si youtuber hanya menggunakan foto film yang sedang viral untuk menarik viewer supaya rating channel youtubenya naik. So, saya lebih suka nonton film melalui aplikasi menonton salah satunya yaitu Iflix. Selain iflix tentunya masih banyak lagi aplikasi menonton film yang memberikan kita pilihan mau menonton secara gratis atau berbayar, pastinya jika kita memilih versi berbayar akan lebih banyak mendapatkan keuntungan contohnya film – film yang disajikan lebih banyak daripada versi gratisan.
4.      Aplikasi Belanja Online


Aplikasi belanja online sangat bermanfaat ketika pandemi yang mengharuskan saya lebih banyak dirumah, dengan aplikasi belanja online saya tidak perlu ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan bulanan seperti sabun, shampo, susu dan lain – lain. Aplikasi belanja online favorit saya untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga adalah JD.ID. Saya sangat suka berbelanja di JD.ID karena produknya komplit dan berlaku free ongkir dengan minimum pembelian tertentu. Sementara untuk berbelanja pakaian, mainan dan barang – barang lainnya saya lebih suka berbelanja di Shopee karena pilihan tokonya lebih banyak dengan harga yang lebih variatif.
5.      Aplikasi Chatting


Aplikasi chatting sudah pasti penting untuk tetap bisa menjalin silaturahmi selama pandemi. Banyak sekali aplikasi chatting yang bisa kita pilih dan sesuaikan fiturnya dengan kebutuhan kita, namun yang cukup familiar dan bisa digunakan oleh semua kalangan adalah whatsapp. Pemakaiannya mudah, loadingnya ringan, loginnya mudah hanya menggunakan nomor handphone serta fiturnya lengkap selain untuk chatting bisa juga untuk video call, send attachment berupa gambar, video, audio, dan lain – lain.
6.      Aplikasi Perbankan


Aplikasi perbankan sangat memudahkan kita untuk melakukan transaksi finansial dari handphone atau laptop. That’s mean kita tidak perlu sering – sering pergi keluar rumah untuk sekedar transfer di mesin ATM, kan?

Aplikasi – aplikasi tersebut benar – benar sangat bermanfaat bagi saya terutama selama pandemi ini sehingga saya tidak merasa ruang gerak saya terbatas. Aplikasi – aplikasi diatas hanyalah contoh dari sekian banyak aplikasi serupa dan sudah saya sesuaikan dengan kebutuhan saya. Beda orang, beda kebutuhan, beda pula aplikasi yang diperlukan untuk menunjang kesehariannya terutama selama pandemi ini. So, mari maksimalkan penggunaan web dan aplikasi untuk tetap produktif selama pandemi !


#BPNChallengeDay10

Baca juga : Cara Seru Menikmati Waktu #DirumahAja



#BPNChallengeDay10

Keluar Rumah Saat Pandemi? Jangan Lupa Pakai Masker, Ya!




     Kemarin, anak saya dibawa oleh neneknya ( ibu saya ) ke toko sembako dan kebetulan anak saya yang berusia 2 tahun sudah paham kalau mau keluar harus pakai masker. Alhasil dia ikut ke toko tersebut dengan menggunakan masker dan katanya ketika di toko anak saya ditanya oleh pemilik toko. 
“Neng, sieun corona nya nganggo masker? ( Neng, takut corona ya pakai masker? )”. tanya pemilik toko
      Mendengar cerita tersebut saya pun hanya tersenyum. Entah pertanyaan tersebut serius atau hanya guyonan tapi memang terkesan menyepelekan pandemi Covid-19 ini dan mengabaikan anjuran pemerintah untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Sesuai anjuran WHO, pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh masyarakatnya menggunakan masker jika keluar rumah ( sumber : kompas.tv ). Hal tersebut merupakan langkah preventif yang sudah semestinya dipatuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia mengingat pandemi Covid-19 masih ada dan entah kapan akan berakhirnya.
      Awalnya anjuran menggunakan masker tidak terlalu dikampanyekan dimana – mana, bahkan saya sering melihat dan membaca bahwa anjuran menggunakan masker hanya untuk orang sakit. Namun  per tanggal 05 April 2020 pemerintah mengeluarkan aturan wajib memakai masker bagi siapapun yang keluar rumah ( sumber : Detik Health ). Seperti kita ketahui bersama bahwa media penyebaran Covid-19 adalah melalui percikkan cairan yang keluar dari mulut atau hidung. Maka ketika yang sakit menggunakan masker artinya menghalangi virus untuk tidak menyebar ke orang lain dan ketika yang tidak sakit menggunakan masker itu artinya menjaga percikkan cairan dari orang lain agar tidak terhirup olehnya. Meski sudah banyak edukasi mengenai bagaimana caranya Covid-19 menyebar namun tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga jarak terutama ditempat umum selama pandemi ini. Jadi cukup menyeramkan juga jika ditengah pendemi seperti ini orang - orang belum sadar betul pentingnya menjaga jarak ditambah tidak menggunakan masker.
    Saya dan keluarga pun tadinya tidak punya banyak stok masker. Masker kain hanya punya beberapa sementara masker sekali pakai ( masker medis ) tidak punya sama sekali karena harganya selangit dan cukup sulit didapatkan. Tapi semenjak pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker barulah kami berfikiran untuk stok beberapa masker kain mengingat masker kain harus sering dicuci, jadi kalau cuma punya 1 atau 2 saja rasanya masih kurang. By the way masker yang keluarga kami pakai adalah masker produksi MA Assyafiiyyah Sukaraja – Majalengka. Masker ini merupakan masker 2 ply yang bisa diselipkan tisu didalamnya. Untuk tanya – tanya atau pemesanan masker ini bisa klik disini dan Insyaallah nanti saya akan membuat postingan khusus mengenai masker.
       Lalu, apakah masker kain efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19? Davies et al melakukan penelitian di Inggris menyatakan bahwa efektivitas masker kain buatan rumah untuk menyaring partikel berukuran 0,06 - 1 mikron sebesar 71% sementara untuk partikel besar sebesar 79%. ( sumber : Detik Health ). So, jika dibandingkan dengan masker medis tentu saja masih jauh lebih baik menggunakan masker medis namun perlu diingat bahwa ketersediaan masker medis semakin sulit sementara masker medis banyak dibutuhkan oleh tim medis yang “berperang” secara langsung menghadapi Covid-19.
       Jadi, untuk kita yang bukan non medis sudah cukup menggunakan masker kain asal sering dicuci terutama setelah dipakai bepergian keluar rumah. Untuk mendapatkan masker kain pun tidak susah karena  penjual masker kain sudah menjamur dimana – mana semenjak pandemi ini. Alhamdulillah, dengan membeli barang dagangan mereka sama artinya kita memberikan rezeki kepada mereka ditengah pandemi yang menyebabkan kesulitan ekonomi hampir pada seluruh lapisan masyarakat. Selain itu dengan menggunakan masker saat keluar rumah itu artinya kita juga ikut membantu pemerintah dalam memerangi pandemi ini agar segera berlalu. Pandemi ini musibah bersama, jadi bukan hanya satu dua orang yang harus sadar tapi semuanya.
       Menggunakan masker saat keluar rumah merupakan salah satu langkah preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19 namun semuanya tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kesadaran dari semua orang. Si sakit harus menyadari bahwa dirinya bisa saja menularkan penyakit ke orang lain. Si sehat pun perlu menyadari bahwa belum tentu semua orang disekitarnya menyadari pentingnya menggunakan masker sehingga bisa saja batuk dan bersin sembarangan. Solusinya adalah si sakit dan si sehat sama – sama menggunakan masker. Namun meski sudah menggunakan masker tapi tetap harus menjaga jarak demi keamanan, ya! Sementara untuk kalian yang punya rezeki lebih, yuk bantu sesama dengan membagikan masker gratis agar semua masyarakat Indonesia bisa beraktifitas dengan lebih tenang karena menggunakan masker.
        Keluar rumah saat pandemi? Jangan lupa pakai masker, ya!


#BPNChallengeDay4

Tentang COVID-19



COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus jenis terbaru. COVID-19 pertama kali ditemukan ketika terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Coronavirus menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga penyakit yang kebih serius. Sumber : www.who.int.

Gejala klinis seseorang terkena COVID-19 adalah demam, batuk pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan dan letih lesu. Sumber : www.kemkes.go.id. Meski tidak semua orang yang memiliki gejala klinis seperti yang disebutkan diatas, tapi kita harus tetap waspada karena pada beberapa orang  yang terpapar COVID-19 tidak menimbulkan gejala apapun namun tetap beresiko menularkan kepada orang lain.

COVID-19 menyebar melalui percikan – percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terkena COVID-19 bersin, batuk atau mengeluarkan nafas. Selain terhirup langsung oleh orang lain yang ada disekitar orang yang terkena COVID-19, percikan – percikan ini bisa saja tidak langsung mengenai orang lain melainkan melalui benda dan permukaan sekitar. Orang sehat yang menyentuh benda atau permukaan tersebut kemudian menyentuh mata, mulut, hidung kemungkinan akan terjangkit COVID-19.

Berdasarkan cara penyebaran COVID-19 yang sudah dipaparkan diatas, berikut langkah untuk mencegah penybaran COVID-19 berdasarkan website resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia :
1.      Rajin mencuci tangan
Semenjak COVID-19 mewabah di Indonesia, handsanitizer menjadi barang yang sangat mahal dan langka. Padahal, pemerintah menganjurkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Lalu, apakah penting penggunaan handsanitizer? Menurut saya penting jika mobilitas kita cukup tinggi dan sering berada diluar rumah. Handsanitizer jadi solusi saat tangan sudah menyentuh barang atau permukaan yang mungkin disentuh juga oleh banyak orang dan kita cukup jauh dari kamar mandi atau wastafel. Tapi, saat kita menghabiskan banyak waktu dirumah, saya rasa masih jauh lebih efektif mencuci tangan dengan sabun.
2.      Menggunakan masker
Masker sangat berguna bagi orang sakit saat pandemik corona seperti sekarang ini agar percikan – percikan yang berasal dari mulut dan hidung yang diduga menjadi salah satu media penyebaran COVID-19 tidak terkena ke orang lain. Namun akhir – akhir  pemerintah mewajibkan semua masyarakat pakai masker saat keluar rumah demi menekan angka penyebaran COVID-19.
3.      Meningkatkan sistem imun tubuh
Pentingnya mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang seimbang dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta air putih merupakan salah satu upaya mencegah menyebaran COVID-19 yang mana dengan mengonsumsi makanan yang bergizi artinya memberikan makanan yang baik untuk tubuh kita sehingga system imun kita akan meningkat. Jangan lupa juga untuk berolahraga, ya!
4.      Diam dirumah
Dengan diam dirumah itu artinya membatasi kontak dengan orang lain. Tapi, saya yakin tidak semua orang bisa total diam dirumah selama pandemik ini mengingat kita masih butuh pergi keluar rumah misal berbelanja terutama bahan makanan dan kebutuhan sehari – hari lainnya. So, menurut saya keluar rumah masih boleh dengan catatan untuk keperluan yang urgent saja. Jadi, jika hanya sekedar "ngopi – ngopi cantik" di cafe lebih baik ditunda dulu.

Hingga saat ini masih simpang siur mengenai penemuan obat untuk mengobati virus COVID-19, namun banyak diberitakan bahwa dibeberapa negara sedang diadakan penelitian untuk vaksin dan pengobatan virus ini. Maka sejauh ini orang yang terkena COVID-19 akan diisolasi selama 14 hari berkaitan dengan masa inkubasi virus tersebut yang berlangsung selama 14 hari.

Sementara untuk data penyebaran COVID-19 di Indonesia yang diambil dari website resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana per tanggal 20 April 2020, ada pada gambar dibawah ini.


Untuk mendapatkan update terbaru mengenai COVID-19 baiknya mencari informasi dari website resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana disini, Kementrian Kesehatan Indonesia disini, atau di World Health Organization disiniMari sama – sama menjaga diri dan sekitar agar COVID-19 tidak semakin menyebar. Semoga pandemik ini segera berlalu.


#BPNChallengeDay1

Shampo Emeron Hijab Clean And Fresh Wanginya Bangkitkan Mood Positifku Saat #DirumahAja. Kamu Sudah Coba Belum?

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona

Ditengah virus corona yang mewabah di Indonesia ini pemerintah menetapkan aturan Work From Home bagi para pekerja. Bagi yang beraktifitas dirumah agar membatasi diri, keluar rumah jika ada keperluan mendesak dan lebih banyak #DirumahAja. Aturan pemerintah untuk #DirumahAja memang tidak terlalu berpengaruh bagi saya yang sudah terbiasa dirumah sejak hamil besar hingga sekarang anak saya berusia 2 tahun, tapi saya yakin anak dan suami saya pasti mengalami kejenuhan. Suami saya yang biasa pergi ke sekolah setiap hari untuk mengajar, sekarang harus mengajar melalui aplikasi online. Sementara anak saya  yang masih berusia 2 tahun dan biasanya sering saya bawa bepergian ke pasar, minimarket dan seminggu sekali pasti kami ajak jalan keluar untuk sekedar “cuci mata”, tapi semenjak pandemik corona ini benar – benar lebih banyak menghabiskan waktu dirumah.

Sebagai seorang ibu rumah tangga memang tak banyak yang bisa saya lakukan dalam ikut serta melawan virus corona, namun setidaknya saya harus lebih ekstra menjaga kebersihan rumah beserta isinya. Selain itu, saya harus membuat suasana dirumah menjadi lebih menyenangkan agar suami dan anak saya betah #DirumahAja. Karena keluarga kecil saya suka makan dan ngemil, maka memasak masakan favorit mereka adalah trik untuk membuat mereka betah #DirumahAja dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Salah satu masakan favorit suami dan anak saya adalah baso sebreng, kuliner khas tempat kelahiran suami saya di Sukaraja Majalengka.

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona

Sebenarnya sebelum virus corona mewabah pun memasak sudah jadi rutinitas sehari – hari saya. Mungkin bagi sebagian orang memasak adalah kegiatan yang melelahkan ditambah “bau bawang” yang biasanya menempel dibaju dan badan kita setelah memasak. Namun saat orang – orang yang saya cintai bisa menikmati hasil masakan saya dan memberikan nilai positif, rasa capek dan lelah saat memasak benar – benar hilang. Selain itu, saat memasak saya bisa menyalurkan energi yang ada pada diri saya melalui masakan. Entah mitos atau bukan saat mood saya bagus, hati saya senang, relaks dan tidak banyak fikiran maka hasil masakan pun akan enak. Tapi saat mood jelek, banyak fikiran, marah, kesal, biasanya hasil masakan saya akan tidak enak.

Bagi saya penting sekali untuk menciptakan mood positif di pagi hari karena mood di pagi hari akan berpengaruh terhadap aktifitas saya seharian. Mood yang positif bisa diciptakan dari fikiran kita yang positif dan fikiran yang positif bisa tercipta dengan badan yang bersih. Apalagi saat pandemik corona seperti sekarang ini begitu banyak media menayangkan berita mengenai virus corona ternyata malah menimbulkan kekhawatiran bagi diri saya dan memicu stress. Padahal kita tidak boleh stress karena akan mengakibatkan sistem imun menurun, lho! Jujur, saya tipe orang yang skip berita tentang virus corona terutama dipagi hari, tapi kalau siang dan sore hari saya tetap menonton berita tentang virus corona karena tetap harus mengikuti perkembangannya.

Selain skip berita dipagi hari demi menciptakan fikiran positif, saya wajib mandi di pagi hari. Iya, mandi pagi meski saya #DirumahAja tapi mandi pagi adalah suatu kewajiban. Saya jadi lebih semangat dan percaya diri setelah mandi pagi. Pernah saya coba mandi agak siang sekitar pukul 09.00 tapi yang ada saya malah malas beraktifitas dan maunya tiduran saja. Jadi, meski saya hanya seorang ibu rumah tangga tapi saya selalu memposisikan diri saya seperti pekerja yang harus mandi pagi dan pergi “ngantor”. Tapi, ngantor versi saya adalah mengurus anak, beres – beres rumah termasuk memasak seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona

Saat ini saya sedang jatuh cinta sekali dengan shampo Emeron Hijab Clean And Fresh, shampo ini menjadi bagian dari rutinitas pagi saya untuk menciptakan mood yang baik dan positif sehingga saya bisa lebih relaks dan memiliki fikiran positif. Awalnya saya ragu dengan produk ini karena bisa dibilang cukup murah, namun setelah saya coba malah suka sekali. Shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini menjadi jawaban atas permasalahan rambut saya selama ini. Shampo Emeron Hijab Clean And Fresh membantu mengatasi kerontokkan rambut saya. Wanginya pun enak, segar dan benar – benar membangkitkan mood positif saya. Biasanya setelah menggunakan shampo, wanginya hanya bertahan saat rambut masih basah. Tapi shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini wanginya benar – benar awet karena memang mengandung MOC perfume yang membuat rambut saya wanginya tahan lama dan anti apek. Harganya pun sangat murah, saya beli shampo Emeron Hijab Clean And Refresh ini di Indomaret ketika ada promo hanya Rp.10.000 dan saya coba cek dibeberapa toko pun harga normalnya tidak terlalu mahal. Kemasannya slim sehingga cukup travel friendly apalagi saya masih punya balita, jadi tidak makan tempat di diaper bag jika akan dibawa bepergian.

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona
So, shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini solusi untuk kamu yang punya masalah serupa dengan saya yaitu rambut rontok, lepek dan bau apek apalagi bagi yang berhijab meski tidak semua wanita berhijab punya permasalahan yang sama dengan saya. Untuk kamu yang punya masalah berbeda dan bingung mau memilih produk emeron yang mana, bisa kunjungi official website emeron di www.emeronhaircare.com atau klik disini. By the way produk emeron ini selain harganya terjangkau juga bisa didapatkan dengan mudah di supermarket, minimarket bahkan di pasar tradisional dan warung.

Nah untuk kamu yang sekarang sedang WFH dan #DirumahAja atau menjadi teman #DirumahAja bagi partner hidupmu, boleh coba deh shampo Emeron Hijab Clean And Fresh karena selain mengatasi berbagai masalah seperti rontok, lepek dan bau apek, wangi shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini membangkitkan mood positif saya sehingga saya lebih semangat menjalani aktifitas #DirumahAja termasuk memasak masakan favorit anggota keluarga saya dan tentunya menyalurkan mood positif itu kedalam masakan sehingga anggota keluarga saya betah #DirumahAja.

Lalu bagaimana caramu menghadapi pandemik corona dengan #DirumahAja? #DengarkanHatimu yuk! Karena cuma kamu yang tahu apa yang terbaik untukmu dan keluargamu.

Memasak Dan Menulis Part II

Gambar hanya ilustrasi
Sebelumnya

Setali tiga uang dengan memasak, menulis juga adalah suatu proses. Tidak ada penulis hebat yang langsung bisa menerbitkan buku atau karyanya langsung dimuat dimedia cetak. Saya yakin para penulis hebat yang berhasil menulis novel, menulis cerpen atau buku – buku ilmiah pernah melewati proses pahit dikritik oleh banyak pihak. Apalagi saya yang bukan siapa – siapa ini. Seperti memasak, saya yakin setiap orang bisa menulis tapi perihal hasilnya yang baik atau tidak itulah yang perlu digaris bawahi.

Sejak SMA saya sangat suka membaca novel, cerpen dan menulis ala kadarnya sampai sering dibilang “lebay” karena terlalu menjiwai isi sebuah novel, cerpen atau tulisan yang saya baca. Selain menulis, saya sangat suka segala sesuatu yang berkaitan dengan internet hingga bisa mengantarkan saya mengikuti lomba kontes blog antar SMA dan saya KALAH. Saya benar – benar minim ilmu blogging, yang saya tahu bikin blog itu cuma add widget dan ganti warna tema. Lagi – lagi saya belajar secara otodidak bahkan hingga sekarang. Dulu, saya punya beberapa blog dengan isinya semau saya. Pada saat itu difikiran saya adalah yang penting saya nulis diblog.

Namun semenjak saya melahirkan dan berhenti bekerja, mulai terbersit dibenak saya untuk kembali meneruskan proses belajar menulis saya. Kebetulan saya punya blog pribadi, saya coba manfaatkan salah satu blog saya. Saya tinjau kembali isinya, saya hapus postingan – postingan yang “alay” menurut saya dan iseng – iseng saya ajukan untuk bergabung disalah satu jasa periklanan dan ternyata blog saya disetujui. Senang, blog saya yang apa adanya ini ternyata bisa disetujui di jasa periklalanan tersebut. Bingung, karena saya tidak tahu harus mulai melangkah dari mana dan kemana untuk bisa “panen” rupiah dari jasa periklanan tersebut.

Hingga akhirnya saya gabung di grup – grup blogger, belajar dari berbagai tutorial di web dan youtube. Ternyata dunia blogging itu berat menurut saya, tapi tentunya mudah menurut para master blogger. Menulis diblog itu tidak hanya menulis dengan kaidah penulisan yang baik dan benar tapi bagaimana caranya agar tulisan kita ramah mesin pencari dan ramai pengunjung.
Kemudian obrolan saya dengan teman yang mengantarkan saya ke grup KBM ini. Sudah sejak lama saya mengenal grup KBM ini tapi saya belum tertarik untuk gabung dan belajar disini. Namun fikiran saya terbuka semenjak mengobrol dengan teman saya tersebut. Intinya, tidak ada salahnya mencoba menulis di grup KBM sebagai media untuk belajar menulis. Tapi saat kita menulis artinya kita siap untuk di kritik. Sebagai pendatang baru di grup KBM, saya terima berbagai komentar positif dan negatif untuk proses belajar menulis saya.

Dalam hemat saya, saat proses belajar wajar sekali jika kita review ulang tulisan kita dan kita sesuaikan dengan masukan – masukan dari orang lain. Masukan – masukan dari orang lain saya anggap sebagai gambaran minat baca sehingga saya harus banyak belajar bagaimana membuat tulisan yang punya nilai jual. Ya, nilai jual disini maksudnya adalah diminati banyak orang. Suatu hal yang lumrah jika dalam proses belajar ada istilah hapus sana hapus sini, edit sana edit sini, bahkan pindah haluan dari plan A ke plan B. Proses perbaikan menurut saya adalah bagian dari tanggung jawab dan challenge untuk diri sendiri bagaimana pada akhirnya kita berusaha mengikuti alur dan minat pembaca. Perbaikan adalah bagian dari pembelajaran, bukan bagian dari pembelaan. Kalau saya takut dibully karena tulisan saya, cukup saya hapus postingan atau turn off komentar dan masalah selesai. Tapi bukan itu tujuan saya, saya tidak ingin tulisan saya hanya sekedar rame dikomentari orang dan viral. Tujuan saya adalah belajar menulis, saya berusaha mencerna masukan – masukan untuk tulisan saya.

Ah, saya jadi panjang lebar menulis tentang dua hal yang masih saya pelajari yaitu memasak dan menulis. Memasak dan menulis adalah kegiatan yang sedang saya tekuni saat ini disela – sela kesibukan saya mengurus kelurarga. Terima kasih untuk banyak pihak yang sudah memberikan masukan – masukan positifnya. Maaf jika tulisan ini terkesan sok bijak dan sok menggurui, saya hanya berusaha menjabarkan apa yang saya alami sebagai pemula dalam hal memasak dan menulis. Silahkan tertawa jika saya lucu seperti badut, silahkan ambil sisi positifnya jika ada hal yang baik dan jangan ambil sisi negatifnya karena saya yakin itu jauh lebih banyak. Semangat memasak dan menulis!

Salam hangat

Susi Story

Memasak Dan Menulis

Gambar hanya ilustrasi

Dulu, saya sama sekali tidak bisa memasak bahkan saat kegiatan KKM ( Kuliah Kerja Mahasiswa ), saya selalu tidak pede jika waktunya piket masak. Jangankan tahu bagaimana cara memasak suatu menu yang layak disajikan, pengetahuan saya akan bahan masakan dan bumbu – bumbunya pun sangat minim. Saya malu, sangat malu karena tidak sedikit yang menertawakan saya karena tidak tahu cara masak yang baik dan benar. Ketidakmampuan saya dalam hal memasak selalu jadi bahan olok – olokan yang terselip diantara obrolan ringan.

Semenjak itu saya bertekad untuk belajar memasak karena saya yakin setiap orang bisa memasak. Perihal masakannya enak atau tidak, layak atau tidak, disitulah point pentingnya saya harus belajar. Banyak cara belajar memasak mulai dari belajar secara otodidak, belajar dari orangtua, belajar dari buku menu atau resep yang bisa didapat secara online atau bisa kelas ikut memasak professional yang tentunya berbayar. Pada saat itu saya tidak berfikiran untuk ikut kelas memasak atau kursus tataboga karena keterbatasan biaya, bahkan sampai saat ini saya belum pernah ikut kelas memasak. Saya hanya mengandalkan kemauan saya untuk memasak. Iya, intinya saya mau masak entah itu masakannya enak atau tidak yang penting saya memasak. Lucu sih, diawal saya belajar memasak bahkan saya tidak tahu cara memasak telur dadar yang enak, saya tidak tahu takaran garam yang pas untuk sebuah telur dadar. Sering saya masak telur dadar keasinan atau hambar tidak ada rasa. Sering juga saya ditentang oleh ibu saya karena dengan belajar memasak jadinya buang – buang bahan makanan untuk trial and eror masakan saya. Berbeda dengan bapak saya yang selalu menghabiskan makanan saya bagaimanapun rasanya.

Saya sangat senang saat bapak saya selalu menghabiskan masakan saya artinya rasa masakan saya enak, meski sebenarnya saya tahu bahwa rasa masakan saya sangat aneh. Saya seperti dipaksa membohongi diri sendiri, saya dipaksa untuk berkata pada diri sendiri bahwa masakan saya enak padahal sebenarnya tidak enak. Sementara dari sikap ibu saya yang seperti merendahkan dan tidak suka dengan proses saya belajar memasak, saya jadi termotivasi untuk terus belajar. Saya jadi semakin semangat mencari – cari menu masakan untuk kemudian saya praktekkan sendiri dan akhirnya saya tahu dimana letak kesalahan saya sehingga masakan saya tidak enak.
Sekarang, saya sudah menjadi seorang istri, seorang ibu dari satu anak balita. Memasak menjadi daily routine saya apalagi suami saya pecinta masakan rumahan. Anak saya sejak awal MPASI tidak suka dengan MPASI instan sehingga saya selalu masak setiap hari untuk MPASI nya sejak masih bubur hingga sekarang sudah ikut menu keluarga. Terharu, saya yang tidak bisa masak ini ternyata sekarang bisa masak meski hanya untuk keluarga. Saya jadi tidak perlu pusing jika sewaktu – waktu anak saya minta dibuatkan suatu menu masakan atau cemilan, saya tinggal pergi ke dapur dan eksekusi. Pun saat suami saya secara mendadak akan mengadakan acara makan – makan dengan rekan kerjanya, saya tidak perlu repot mencari “tukang masak” dadakan.

Sampai disini jangan salah paham dulu, saya tidak bermaksud pamer akan kemampuan saya memasak karena kemampuan saya masih sangat pas – pasan. Menurut suami saya, saya bisa disebut pintar memasak jika sudah bisa memasak seperti “tukang masak” di hajatan. Wah, masih sangat jauh untuk sampai kesana. Sekali lagi, bukan soal pamernya tapi bagaimana saya menjelaskan bahwa proses belajar itu lebih penting daripada hasil. Tidak apa – apa kamu dibilang tidak bisa masak, masakannya aneh, masakannya bikin mual muntah dan lain – lain yang terpenting adalah bisa belajar dari kesalahan.