Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

STORY TIME: Jualan Sayur Di Car Free Day GGM Majalengka

https://www.susistory.com/2026/02/jualan-sayur-di-cfd-majalengka.html

Jualan Sayur di CFD Majalengka - Huaaa... masih mengumpulkan semangat untuk bisa konsiten nulis di blog! Katanya, salah satu kegiatan yang bisa memperlambat pikun adalah dengan menulis. Hehe... Oke, kali ini saya akan cerita tentang topik yang lumayan ramai di akun sosmed saya yaitu jualan sayur di Car Free Day GGM Majalengka. 

STORY TIME: Jualan Sayur Di Car Free Day GGM Majalengka

Kok Bisa Jualan Sayur, Sih?

       Kok bisa jualan sayur, sih?

Pertanyaan diatas banyak sekali dilontarkan oleh orang - orang di sekitar. Hampir 75% dari mereka kaget ketika tahu saya akan berjualan sayur di Car Free Day GGM Majalengka. Mungkin, berjualan sayur sangat diluar ekspktasi mereka. Padahal, orang - orang yang sudah kenal saya lebih dekat, sangat paham kalau saya orang yang suka jualan walau kecil - kecilan.

Oke, lanjut cerita kenapa sih harus jualan sayur daripada produk lain? Sebenarnya, ide untuk berjualan sayur sudah terbayang ketika ikut suami merantau ke Kabupaten Purwakarta tahun 2019. Disana, banyak sekali kios - kios sayur yang buka 24 jam dan letaknya di pusat kota. Target utama mereka mungkin ibu - ibu kantoran yang pulang kerja malam hari. Melihat fenomena tersebut, kami pun kefikiran untuk membuka usaha serupa di Kabupaten Majalengka terutama di pusat kotanya. Kebetulan, saya berdomisili di daerah yang punya potensi di sektor pertanian terutama sayuran dan dekat dengan pasar yang konsepnya menyerupai pasar induk kalau di kota besar.

Rencana hanya sebatas rencana. Berbagai kesibukan sering kami jadikan alasan untuk menunda rencana tersebut. Sejujurnya, alasan tersebut memang real dan tidak dibuat - buat. Suami adalah seorang ASN yang harus "ngantor" dari Senin hingga Jumat dan menjalani berbagai kegiatan lain di luar sekolah . Kalau saya, sudahlah jangan ditanya apa kesibukannya. Sebagai seorang ibu, saya selalu berkutat dengan urusan rumah dan keluarga. Kalaupun bisa healing tipis - tipis, mungkin hanya sebagian kecil dari 24/7 waktu saya. Lagipula, anak pertama masih kecil pada saat itu. Kurang lebih usianya 2 tahunan. Selang setahun lebih, keburu hamil anak kedua. Yasudah, siklusnya itu - itu saja selama beberapa tahun.

Gagal Bermitra di Awal Jualan

https://www.susistory.com/2026/02/jualan-sayur-di-cfd-majalengka.html

Tahun 2024, merupakan titik awal kembalinya saya menjadi manusia seutuhnya. Eaaaa... Ya, di tahun 2024 saya merasa punya kesempatan untuk kembali produktif. Tentunya, hal tersebut tidak lepas dari peran serta suami yang sudah kembali ke kampung halaman. Ketika menjalani LDM Majalengka - Purwakarta, nggak pernah kefikiran melakukan apapun selain mengurus anak - anak. Maaf, energi saya sudah habis duluan. Selain masih terus nulis tipis- tipis di blog, kami juga sering memikirkan kira - kira ide usaha apa yang harus kami coba untuk menambah pundi - pundi rupiah? Bukan tidak bersyukur dengan kehidupan kami saat ini. Alhamdulillah, gaji suami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, kami sadar bahwa masih banyak sekali target yang harus kami capai untuk kehidupan kedepannya.

Awal tahun 2025, salah satu rekan suami ternyata menjalani usaha sayur pack serba 5000. Suami mencoba menjadi reseller dulu tanpa berkomunikasi dengan saya sebelumnya. Ketika barang datang, agak shock sih. Ini maksudnya apa ya? Ya kebetulan rencana berjualan sayur kan sudah pernah kita fikirkan sejak dulu. Tapi, bukan begini yang saya mau. Heu... Saya mau merancang semuanya sendiri dan punya "pola" sendiri. Sementara ketika menjadi reseller, ya mengikuti semua rules dari mereka. Demi menjaga hubungan baik antara suami dengan rekannya tersebut, saya coba ngobrol dengan beliau. Saya coba jelaskan kalau sudah lama saya juga punya niat untuk berjualan sayur. Kemudian, saya mengajak beliau untuk bekerja sama. Saya akan membuat brand sendiri dan meminta beliau menjadi supplier tetap. Urusan harga saya ikut saja, tetapi kualitas barang harus yang bagus. Karena merasa sudah deal dengan beliau terkait kerjasama tersebut, langsung deh tancap gas persiapan jualan. Mulai dari design logo, membuat akun sosmed serta membeli berbagai macam perlengkapan seperti timbangan, plastik wrapping dan lain - lain. Oh ya, kebetulan dari awal kami sudah berniat untuk jualan sayur di Car Free Day dulu sebagai test pasar dan sudah survey ke TKP seminggu sebelumnya.

Beberapa hari menjelang jualan dan segala persiapan sudah 75%, saya coba hubungi kembali rekan suami tersebut. Namun, tidak ada respon sama sekali. Akhirnya, saya coba cari barang sendiri. Jujur, rasanya pengen nangis! Hahaha... Sebelumnya, saya memang suka belanja ke pasar karena memang sering melakukan food preparation semiggu sekali. Tapi, vibesnya beda ketika harus ke pasar untuk persiapan jualan. Yasudah, kita jalani saja dulu seadanya. Nanti, perbaiki sambil berjalan. Bismillah!

Buka Lapak di Car Free Day dan Optimasi Tiktok

https://www.susistory.com/2026/02/jualan-sayur-di-cfd-majalengka.html

Sejak awal jualan, saya sudah berniat untuk melakukan promosi melalui platform Tiktok. Kenapa harus Tiktok? ya karena platform itu yang sedang banyak dipakai, selain facebook tentunya. Tanpa fikir panjang, saya langsung buat akun Tiktok khusus jualan sayur yaitu @sayur_limaribu. Duh, jadi keingetan nih udah lama nggak login dan lupa passwordnya. Wkwkwk

Masyaallah tabarakallah, perkembangan akunnya sangat bagus walau yang diposting adalah konten - konten sederhana dan minim editan. Memang sih, saya sering menggunakan hastag #majalengka dan kemungkinan algoritma tiktok membawa konten - konten saya ke akun Tiktok baraya Majalengka. Tak jarang yang mampir ke lapak itu karena lihat postingan di Tiktok. Followersnya pun perlahan naik dan sekarang sudah mencapai 2000 lebih followers. Dibanding akun lain, memang belum seberapa. Tapi, jika dibandingkan dengan akun saya sendiri yang dibuat lebih lama dan postingannya full effort, kalah deh. Huhu

Apakah harus punya akun Tiktok atau platform lainnya untuk pemula?

Sebenarnya, promosi melalui platform digital bukanlah sebuah keharusan. Toh, di sekitar kita tentunya masih banyak pedagang kaki lima yang tidak punya akun Tiktok dan jualannya masih laku. Namun, lebih ke sayang aja sih kalau kita sebagai pelaku usaha terutama yang baru merintis, tidak memanfaatkan era digital ini. Bikin sosmed apapun itu kan gratis, cukup modal hp dan kuota. Selain itu, persaingan di dunia jualan itu benar - benar nyata. Kalau kita sebagai pemula tidak punya branding, akan susah bersaing. Nah, branding menggunakan platform digital ini adalah salah satu branding yang paling mudah dan murah dilakukan. Cocok untuk pemula.

Masih Jualan Sayur di CFD, Nggak?

Masih Jualan Sayur di CFD, nggak?

Pertanyaan di atas masih banyak ditanyakan oleh teman - teman melalui beberapa postingan instagram dan Tiktok pribadi saya. Sepertinya saya harus membuat postingan khusus terkait jualan di CFD maupun jualan sayur. Untuk saat ini, saya memang belum mulai lagi jualan sayur dan nggak tahu kapan mulai kembali.  

Sejujurnya, saya sangat sedih karena harus break dulu sementara waktu. Yaaaa gimana nggak sedih, usaha tersebut saya bangun sendiri dengan segala kemampuan diri yang ada. Yihaaaa. Antara mampu atau ngirit sih sebenarnya. Tapi beneran deh, saya merancang semuanya sendiri mulai dari akun sosmed, design logo dan packaging, belanja dan packing sayuran sampai mengelola akun sosmed. Cape? Tentu saja. Tapi, seru banget! Buat saya yang suka jualan dan jenuh karena kelamaan di rumah mengurus keluarga, jualan sayur seminggu sekali bisa jadi ajang untuk healing dari segela kepenatan. Insyaallah, pertimbangan break jualan sayur akan saya tulis di postingan selanjutnya.




Post a Comment for "STORY TIME: Jualan Sayur Di Car Free Day GGM Majalengka"