Showing posts with label Mom And Baby. Show all posts

Penyebab Anak Susah Makan Dan Cara Mengatasinya. Based On My Story, Check!

penyebab anak susah makan


Anak makan lahap, nggak pilih – pilih menu makanan, merupakan dambaan semua ibu. Ibu mana yang nggak bahagia ketika ada netizen berkata, “aduuuh lahap banget yaa makannya!”. Tapi, beda anak beda cerita. Ada anak yang lahap dan nggak pernah pilih – pilih makanan. Ada anak yang lahap tapi dengan makanan tertentu saja. Ada pula anak yang tergolong susah sekali makan. Nah, anak saya tergolong anak yang lahap makan tapi bukan berarti nggak pernah mengalami fase susah makan atau menurut bahasa kerennya GTM ( Gerakan Tutup Mulut ).

Oke, saya akan bercerita bagaimana saya sudah kenyang melewati fase anak susah makan. Jadi, di awal MPASI hingga usia 8 bulanan anak saya tergolong lahap dengan MPASI homade buatan saya. Bukan saya anti fortifikasi ya, anak saya memang nggak suka MPASI fortifikasi meski saya sudah coba berbagai merk. Namun di usia 8 bulanan ketika mulai beralih ke tekstur yang agak padat dibanding sebelumnya, anak saya mulai susah makan.

Gimana Rasanya Ketika Anak Susah Makan?

Waduh… Jangan ditanya, saya suka ikutan nggak nafsu makan! Stress iya, nggak enak hati juga iya. Rasanya saya ketakutan kalau anak saya kelaparan karena selalu menolak tiap disodori makanan. Berbagai cara pun sudah saya lakukan ketika anak susah makan, tapi ya gitu deh tuteup aja! Alhamdulillah setelah usia setahun ke atas anak saya mulai jarang susah makan. Makannya lahap, protein suka, sayur pun oke. Ada sih masanya dia susah makan, tapi ya cuma sesekali saja.

Penyebab Anak Susah Makan

Mengenai penyebab anak susah makan, seperti sudah saya sebutkan diatas bahwa berbeda cerita antara satu anak dengan anak lainnya. Tapi, saya akan coba jabarkan beberapa penyebab anak susah makan berdasarkan pengalaman saya sendiri. Semoga bisa membantu para ibu yang anaknya sedang berada di fase susah makan.

1. Sakit

penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya


Penyebab anak susah makan yang pertama yaitu sakit. Entah itu demam, pilek atau sakit gusi karena sedang tumbuh gigi. Jangankan anak kecil atau bayi yang belum bisa bicara. Kita yang sudah dewasa saja kalau sakit pasti nafsu makan akan berkurang, betul? Saya masih ingat ketika anak saya demam dan nafsu makannya menurun drastis. Ngemil nggak mau, makan berat apalagi. Wah, panik banget sih! Ditambah demam yang sudah lewat dari 3 hari. Setelah saya periksakan anak saya ke dokter anak, ternyata dimulutnya ada beberapa sariawan. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi nafsu makan anak saya sehingga anak menolak makanan apapun yang coba saya berikan.

Ketika anak susah makan karena sakit, mau nggak mau kita sebagai ibu yang harus sabar. Ketika anak minta apapun ( selama makanan yang diminta masih tergolong aman ), berikan saja. Nggak harus makan menu lengkap dulu nggak apa – apa daripada tidak terisi makanan sama sekali. Lagipula anak butuh waktu untuk recovery dan mengembalikan nafsu makannya setelah sakit.

2. Bosan

penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya


Penyebab anak susah makan yang kedua yaitu bosan dengan menu makanan. Ibu – ibu, sering nggak ngalamin tiba – tiba pengen makan apa gitu? Nah, anak kecil pun pasti mengalami itu tapi belum bisa mengungkapkannya. Dulu, saya biasa memberikan anak saya makan berat berupa nasi ( nasi tim ) sebanyak 3x dalam sehari. Pagi nasi, siang nasi dan sore pun nasi meski dengan lauk yang berbeda. Lama – lama anak saya sering menolak makanan terutama di pagi hari. Hmmm... Sepertinya anak saya bosan lho pagi siang sore makan nasi terus. Kemudian saya coba mengganti menu sarapan dengan menu apa saja, nggak masalah nggak makan nasi selama nutrisinya terpenuhi. Dan terbukti dengan cara tersebut anak saya makan nasi lebih lahap ketika siang hari.

 Menu Andalan Ketika Anak Susah Makan, Yuk Coba!        

By the way, semua ibu memang nggak harus pintar masak, kok. Tapi demi anak makan lahap, ya kita usaha sedikit dengan selalu membuat makanan anak yang lebih variatif. Jangan khawatir, di zaman yang serba digital ini nggak susah kok untuk mendapatkan resep masakan karena sudah tersedia dalam satu sentuhan smartphone. Kalaupun ibu tidak sempat masak, coba membeli makanan dari luar yang berbeda dari biasanya.  Ayo.. ayoo.. mau masak menu apa nih untuk si buah hati?

3. Masih Kenyang

penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya


Penyebab anak susah  makan yang ketiga yaitu masih kenyang. Yups, kapasitas lambung bayi dan anak tentunya tidak sama dengan kapasitas lambung orang dewasa. Jadi, jangan paksakan anak makan sesuai dengan porsi kita. By the way, mengenai porsi makan anak secara lengkap ada disini. Selain itu, lambung juga perlu waktu untuk memproses makanan. Seperti dikutip dari highlight instagramnya dokter anak kece @metahanindita, bahwa perlu waktu 100 menit untuk mengosongkan isi lambung sebanyak 50%. Jadi, kalau anak habis ngemil segala macam biasanya memang akan menolak untuk makan.

Maka dari itu penting banget lho untuk menerapkan jadwal makan supaya anak mengenal konsep lapar dan kenyang seperti yang dijelaskan oleh dokter Meta. Jadwal makan tiap anak pasti berbeda – beda dan biasanya sangat berkaitan dengan jadwal tidurnya. Menurut saya, mengenai jadwal makan itu terlihat simple tapi untuk prakteknya agak susah. Apalagi kalau ibu – ibu tinggal di lingkungan yang menganut paham "makan sedikit tapi sering". Makan sedikit tapi sering sih nggak salah, tapi kalau seringnya itu nggak beraturan? Ambyar sudah jadwal makan anak yang sudah kita susun secara rapi.

Misalnya nih, anak saya biasa sarapan jam 7.00 – 8.00 pagi karena sekarang anak saya suka bangun jam 5 – 6 pagi. Tapi, maaf sebelumnya nih ya... kadang kalau orangtua zaman dulu pokoknya pagi – pagi harus cepet sarapan biar nggak perih perut, katanya. Nah ini kejadian di anak saya. Jadi ketika neneknya libur jualan dan ada dirumah, jam 6 pagi sudah diajak sarapan. Namanya anak kecil sih mau – mau aja, tapi ya gitu sarapannya jadi nggak lahap karena memang saya membiasakan anak sarapan agak siang sambil menunggu lapar juga sambil anak mandi dan "loading" dulu istilahnya setelah bangun tidur. Kecuali kalau anak saya bangun jam 3.00 – 4.00 pagi biasanya jam 06.30 sudah saya beri sarapan. Tapi, kembali lagi ke kondisi anak masing – masing. Kadang ada tipe anak yang mau makan apapun dan kapanpun lahap terus. Heheheh

                                   penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya

Itulah 3 penyebab anak susah makan berdasarkan pengalaman saya pribadi. Nah, penting sekali lho untuk mengevaluasi apa penyebab anak susah makan agar penanganan selanjutnya tidak salah sasaran. Misalnya ketika anak susah makan karena perutnya masih kenyang setelah banyak ngemil, mau makanan seenak apapun ya gimana kalau lambungnya masih penuh? Oh ya, jangan dulu panik ketika anak susah makan. Tapi, jika anak terus – terusan menolak makan bahkan hingga mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis, segera konsultasikan ke dokter ya!

By the way, ada yang mau sharing pengalaman tentang anak yang susah makan?


Clarity Air Disinfectant, Perlindungan Ekstra Untuk Seluruh Anggota Keluarga

clarity air disinfectant


Halohaaa… Sejak awal pandemi hingga saat ini, masih patuhkah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan? Kalau masih patuh, Alhamdulillah. Untuk yang belum mematuhi protokol kesehatan, segera patuhi protokol kesehatan, ya! Any way, apakah menerapkan protokol kesehatan bisa menjadi “garansi” untuk kita aman dari virus Covid - 19? Tentu saja tidak, masih banyak yang harus dilakukan untuk tetap bisa sehat dan terhindar dari virus Covid - 19. Seperti diungkap oleh dr.Diana Niti Santoso, M.Biomed, AAM, dalam Zoom Meeting yang bertema “ Protect Your Family In The New Normal Era”, ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan di masa pandemi, diantaranya sebagai berikut :

a. Disiplin menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan).

b. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang.

c. Mengonsumsi suplemen.

d. Berolahraga dan istirahat yang cukup.

e. Menjaga kebersihan lingkungan.

f. Menjaga optimisme agar sistem imun bekerja secara optimal.

g. Menggunakan air disinfectant yang aman dan sehat.


Kenapa Harus Menggunakan Air Disinfectant?

Berdasarkan beberapa tips menjaga kesehatan di masa pandemi diatas, saya yakin hampir semua orang sudah menerapkan tips - tips tersebut kecuali untuk point terakhir yaitu menggunakan air disinfectant ( atau cuma saya saja ya? Heheh ). Jujur, sebelum mengikuti zoom meeting bersama dr.Diana saya tidak kefikiran untuk menggunakan air disinfectant. Saya fikir dengan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer saja sudah cukup.

Menurut dr.Diana, secara umum bakteri dan virus bisa menyebar melalui kontak langsung yaitu melalui cairan tubuh apapun dari orang yang terinfeksi dan melalui kontak tidak langsung misalnya melalui gigitan nyamuk, droplet/percikkan air ludah, udara/airbone dan benda yang terkontaminasi).

Nah, kebanyakan dari kita cukup abai dengan penularan virus melaui udara ( airbone ) dan benda yang terkontaminasi. Lalu, apa solusinya untuk menghindari penularan virus Covid – 19 melalui udara? Solusinya yaitu menggunakan air disinfectant dan saya senang sekali bisa mengenal Clarity Air Disinfectant.


CLARITY AIR DISINFEKTAN


Apa Itu, Clarity Air Disinfectant?

Clarity Air Disinfectant adalah air disinfectant yang aman dan sehat. Dr.Diana selaku founder Clarity Air Disinfectant mengungkapkan bahwa selama ini beliau cukup kesulitan menemukan air disinfectant yang aman terutama untuk anak – anak, apalagi salah satu dari ketiga anak beliau memiliki riwayat asma.

Clarity Air Disinfectan merupakan air disinfectant yang sudah memiliki izin dari KEMENKES RI PKD 20502022403 dan memiliki 3 bahan aktif, yaitu :


clarity air disinfectant


a. Eucalyptus yang mampu menginaktivasi virus di udara dengan efisiensi lebih dari 95% karena adanya kandungan zat minyak atsiri eucalyptus.

b. Benzalkonium Chloride merupakan antiseptik aman menurut riset European Medicines karena tidak menimbulkan iritasi dan reaksi alergi serta aktif melawan baketri, virus dan jamur.

c. Maleuleuca Alternifolia yang mampu membunuh airbone virus, menghilangkan mikroba dari udara sehingga sangat efektif mengurangi resiko penularan virus dari udara.


Kenapa Harus Clarity Air Disinfectant?

Berbicara mengenai perlindungan untuk keluarga, tentunya saya ingin memberikan yang terbaik. Tapi, saya memang perlu ekstra hati - hati terutama ketika memilih produk air disinfectant. Alih - alih ingin melindungi keluarga, malah jadinya celaka. That’s why saya harus pintar memilih produk air disinfectant yang aman untuk seluruh anggota keluarga, apalagi saya punya anak yang masih balita.

Untungnya, sekarang saya sudah mengenal Clarity Air Disinfectant yang punya beberapa kelebihan diantaranya :


Clarity Air Disinfectant


a. Mengandung 3 bahan aktif yang bersinergi.

b. Dibuat oleh tim dokter melalui research, jurnal serta seminar di dalam dan luar negeri.

c. Aman untuk kulit, rambut dan pernafasan.

d. Multifungsi karena bisa digunakan untuk mensterilkan udara, permukaan dan aman digunakan pada tubuh. Untuk bayi yang kulitnya masih sensitif pun produk ini aman, lho!

e. Komposisi yang terkandung merupakan kombinasi dari medical grade dan food grade.

f. Tidak mengandung alkohol. Seperti kita ketahui bersama bahwa alkohol adalah bahan yang mudah meledak dan terbakar. Selain itu alkohol bisa menyebabkan kulit kering. 

g. Tidak mengandung aerosol. Produk disinfectant yang mengandung aerosol tidak akan membantu membunuh virus, kuman maupun bakteri, namun malah membuat virus dalam bentuk droplet akan berubah menjadi airbone ketika terkena aerosol.

h. Tingkat efektivitas yang tinggi dalam membunuh virus, kuman dan bakteri hingga 99,9% dan sudah dibuktikan melalui uji laboratorium IPB.


Review Clarity Air Disinfectant

a. Packaging

clarity air disinfectant


Clarity Air Disinfectan dikemas dalam botol spray yang simple dan tidak terlalu makan tempat terutama ketika dibawa bepergian. Botolnya terbuat dari bahan plastik, untuk ibu yang punya balita seperti saya ini jadi nilai plus karena nggak takut pecah terutama ketika dipegang oleh anak. Untuk saat ini baru diproduksi dalam ukuran 100 ml, tapi kedepannya akan diproduksi dalam ukuran yang lebih besar.

b. Aroma

Aroma Clarity Air Disinfectant ini menurut saya wangi “khas” produk minyak kayu putih karena memang salah satu dari ketiga zat aktif produk ini yaitu Eucalyptus yang biasanya sering kita temukan pada produk  minyak kayu putih. Tapi wangi dari Clarity Air Disinfectant jauh lebih soft dan calming daripada minyak kayu putih. So, anak – anak pun ketika menggunakan Clarity Air Disinfectant akan tetap merasa nyaman mencium aromanya.

c. Cara Menggunakan

Cara menggunakan Clarity Air Disinfectant sangat mudah yaitu dengan menyemprotkan ke udara, permukaan ataupun bagian tubuh. Kalau ditanya seberapa sering harus menyemprotkan Clarity Air Disinfectant? Jawabannya adalah sesering mungkin, terutama jika kita punya mobilitas yang cukup tinggi karena kita tidak tahu tempat/permukaan yang kita tempati itu steril atau tidak. Bahkan dr.Diana menceritakan bahwa beliau selalu menggunakan Clarity Air Disinfectant ketika datang ke tempat baru untuk menyemprot udara, meja atau kursi dan ketika sampai rumah pun langsung menyemprotkan ke tangan, pakaian bahkan rambut. Terutama untuk anak – anak ketika tidak memungkinkan mandi malam hari setelah pulang bepergian.

d. Harga

Harga Clarity Air Disinfectant yaitu Rp.90.000 untuk ukuran 100 ml. Murah banget, iya kan? Apalagi dengan kegunannya yang multifungsi. Untuk kalian yang ingin mendapatkan harga jauh lebih murah dan peluang usaha juga, daftar menjadi agen Clarity Air Disinfectan saja! Untuk info lanjut mengenai keagenan silahkan whatsapp ke nomor 0821 2238  8385.


Clarity air disinfectant


By the way, semua anggota keluarga saya sudah cocok lho dengan Clarity Air Disinfectant. Kalau kamu, kapan nih mau coba? Info selengkapnya mengenai Clarity Air Disinfectant, silahkan kunjungi instagramnya ya @clarityairdisinfectant.


Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa gunakan Clarity Air Disinfectant, ya!

3 Fungsi Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel. Wajib Dibawa Kemana Aja!

fungsi citra fresh glow multifunction gel coconut

Sejak masih single, saya memang tergolong orang yang ribet. Kemana - mana harus lengkap dengan alat perang versi saya. Pokoknya saya harus tetap menemukan zona nyaman dimanapun saya berada. Termasuk urusan skincare. Kalau bepergian apalagi menginap, nggak boleh ketinggalan skincare

Namun semenjak punya anak saya merasa harus lebih ringkas ketika bepergian. Karena alat perang punya anak saja sudah segambreng. By the way, kemarin saya pergi menginap dirumah mertua. Dekat sih, masih dalam satu kota dan cukup menempuh jarak 30 menit perjalanan saja.

Oh ya, meski masih dalam satu kota tapi wilayah domisili saya dan mertua punya perbedaan cuaca yang lumayan ekstrem. Saya tinggal di daerah berhawa dingin, nggak pakai AC aja udah sejuk. Sementara mertua saya tinggal di daerah dengan hawa yang panas, maklum dekat dengan pabrik - pabrik.

Di cuaca seperti ini kulit saya biasanya kering parah, jadi wajib banget bawa pelembab untuk wajah dan tubuh. Tapiiiii... Rempong amat kalau saya harus bawa body lotion, pelembab wajah, belum night creamnya. Ehhh... Ada Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel, dong! Sebelumnya saya pernah review produk yang sama dengan varian berbeda yaitu variant tomato

fungsi citra fresh glow multifunction gel coconut

Baik variant coconut maupun variant tomato, saya benar benar merasakan kalau produk ini memang multifungsi seperti namanya, multifunction gel. Istilahnya, dalam satu produk aja bisa dipakai untuk segala keperluan. Lho, emang apa saja sih fungsi dari Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini?

1.Sebagai Pelembab Wajah

fungsi citra fresh glow multifunction gel coconut

Fungsi Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel  yang pertama yaitu sebagai pelembab wajah. Yup, pelembab wajah sangat penting bagi saya. Bahkan lebih penting daripada make up. Mau make up sebagus dan semahal ( yaelah kan selama ini selalu beli make up murce ahahha ) apapun kalau kulit saya kering, nggak sehat, ambyar deh! Jadi, buat saya menggunakan pelembab adalah langkah awal, entah akan lanjut menggunakan make up atau cukup sampai pelembab saja. 

Sebenarnya penggunaan Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel sebagai pelembab wajah sering saya mix dengan tone up cream ( dari brand lain ). Jadi, kalau saya ingin wajah saya sedikit ter-cover ya saya pakai tone up cream karena memang Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini nggak meng-cover flek - flek hitam atau noda bekas jerawat. By the way, kalau nggak salah Citra juga punya produk tone up cream tapi saya belum coba.

Salah satu kandungan dari Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini yaitu air kelapa yang berfungsi mencerahkan dan melembabkan wajah. Untuk efek melembabkan saya setuju, bahkan bila dibandingkan dengan variant tomato, variant ini lebih memberikan efek lembab dikulit saya. Tapi, kalau klaim dari produk ini bisa mencerahkan saya sih agak ragu. Eeee… ini review jujur lho ya. Emang produk ini dikulit saya nggak mencerahkan, tapi nggak bikin kusam. Tapi, produk ini memang menghidrasi kulit saya dengan baik. Kulit saya memang jauh terasa lebih segar. Jadi, kalau ditanya mengenai fungsi produk ini sebagai pelembab wajah? Saya kasih nilai 90% deh. Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini melembabkan wajah tapi tetap ringan, nggak bikin wajah jadi berminyak lebay. Hahahah

2.Sebagai Body Lotion

fungsi citra fresh glow multifunction gel coconut

Fungsi Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel yang kedua yaitu sebagai body lotion. Selain wajah, tubuh juga perlu pelembab lho! Apalagi saya tipe yang punya masalah cukup berat dibagian kulit tangan dan kaki. Yaahhh.. Kulit tangan dan kaki saya memang cukup kering, rentan bersisik dan pecah - pecah. Makanya body lotion nggak boleh saya skip dalam ritual harian saya. Bahkan saya bisa berkali kali apply body lotion terutama pada bagian tangan dan kaki.

Beruntungnya, produk Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini bisa digunakan di wajah dan dibadan juga, lho. Jadi, menolong banget deh ketika bepergian nggak perlu banyak banyak bawa skincare. Seperti sudah disebutkan di point pertama, bahwa Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini lebih memberikan efek melembabkan daripada mencerahkan. Saya memang lebih suka fungsinya sebagai pelembab dibanding pencerah wajah. That’s why saya lebih sering menggunakan Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel untuk body lotion.

Jadi, untuk fungsi Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel yang kedua ini saya sukaaa banget. Apalagi dengan kemasan yang besar yaitu 180 ml dan harga sangat terjangkau yaitu sekitar 20 ribuan, saya jadi nggak sayang kalau Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini cepet habis karena sering dipakai.

3.Sebagai Sleeping Mask

fungsi citra fresh glow multifunction gel coconut

Fungsi Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel yang ketiga yaitu sebagai sleeping mask. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang menggunakan skincare sebagai sebuah kebutuhan, bukan karena saya seorang beauty blogger. Eaaaa... Saya cukup bingung membedakan night cream dengan sleeping mask. Kan sama - sama digunakan ketika tidur, ya nggak? Hihi. . Mungkin perbedaanya karena sleeping mask diapply agak banyak kali ya? Menyerupai masker gitu. Coba yang tahu perbedaan night cream dengan sleeping mask apa, boleh komen dibawah ya 

Untuk bisa merasakan manfaat Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel ini, bersihkan wajah terlebih dahulu ya. Kemudian gunakan ke seluruh wajah secara merata. Oh ya, saya pakainya lebih tebal daripada ketika menggunakan night cream. Tapi jangan berlebihan juga, secukupnya saja. 

Hasilnya? Ulalalaaaa.. Setelah semalaman menggunakan produk ini, besoknya saya langsung merasakan kulit saya lebih kenyal dan segar. Yup, sesuai dengan klaim produk yang mengandung 20x vitamin B3 dan collagen yang berfungsi membuat kulit terasa kenyal dan bercahaya.

Serius deh, saya benar benar rutin menggunakan Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel sebagai sleeping mask. Jadi, saya nggak punya stok masker wajah lain untuk saat ini karena maskeran versi saya ya dengan Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel. Kalau untuk night cream saya memang pakai dari brand lain.

fungsi citra fresh glow multifunction gel coconut

Nah, itulah 3 fungsi Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel bagi saya pribadi. Kalau ibu ibu, suka dipakai apa tuh Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel  nya? Oh ya, kalau ditanya suka nggak dengan produk Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel? Saya jawab suka, suka banget malah!

Untuk benar benar diaplikasikan sehari hari sebagai 3 fungsi sekaligus sih nggak, karena seperti sudah disebutkan diatas ada beberapa produk yang sudah rutin saya gunakan sebagai skincare. Tapi, kalau Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel sudah habis saya pasti akan repurchase, mungkin saya akan coba variant aloe vera. Pokoknya, Citra Fresh Glow Coconut Nourish UV Multifunction Gel harus selalu ada di rumah untuk jaga jaga kalau bepergian nggak usah bawa banyak skincare, cukup bawa satu produk tapi bisa mendapatkan 3 fungsi sekaligus.

Bu ibu, sudah coba variant Citra mutifunction gel yang mana nih?

Baca juga Review Citra Fresh Glow Multifunction Gel Tomato



Anak Susah Makan Nasi? Coba Resep Creamy Spagheti!

 

ANAK SUSAH MAKAN NASI? COBA RESEP CREAMY SPAGHETI

Intensitas saya share aktifitas melalui Instagram atau facebook memang tidak seintens saya share di status whatsapp. Saya merasa lebih butuh privacy aja semenjak punya anak. Masih suka kok posting di instagram atau facebook tapi saya lebih pilih pilih. Kalau untuk whatsapp saya merasa lebih bebas karena kontak yang saya save pun terbatas.

Karena sekarang saya full dirumah as ibu rumah tangga bahagia, aktifitas yang saya share kebanyakan adalah aktifitas bersama anak. Ketika saya share video atau foto anak saya yang sedang makan, banyak sekali yang berkomentar dengan memberikan pujian karena anak saya suka sayur, makannya lahap dan nggak pilih – pilih.

Alhamdulillah, anak saya memang tergolong lahap. Sayur suka, protein suka, ngemil pun hayuk. Tapi, bukan berarti saya tidak mengalami fase ketika anak susah makan atau bahasa kerennya GTM ( Gerakan Tutup Mulut ). Sebagai USA alias Urang Sunda Asli, masalah terberat susah makan anak adalah ketika anak susah makan nasi. Yay, saya yakin ibu ibu diluar sana pun merasa ketika anak susah makan nasi, akan jadi beban fikiran. Maklum lah, disini mah kalau belum makan nasi ya belum makan namanya.

Padahal ketika anak susah makan nasi, ya nggak apa – apa deh makan apa aja yang penting sumber karbohidrat  terpenuhi. Ingat, karbohidratnya ya bukan nasi nya! Wkwkwk… Ya daripada dipaksa makan nasi malah berujung nggak mau makan semua menu, kan lebih repot.

Harus Bagaimana Ketika Anak Susah Makan Nasi?

Jika fase anak susah makan nasi terjadi berkepanjangan, jujur kalau saya sih agak repot karena ya saya makan sumber karbohidrat memang dari nasi. Saya juga nggak punya pengalaman menghadapi anak susah makan nasi berkepanjangan. Karena diluar sana saya sering lho dengar anak yang susah makan nasi sejak kecil dan berlanjut sampai dewasa. Tapi jika anak sesekali menolak makan nasi, boleh disimak tips menghadapi anak yang susah makan nasi dibawah ini.

a. Jangan dipaksa

      Yup, semakin dipaksa anak akan semakin trauma. Kita sebagai orang dewasa, suka nggak kalau dipaksa – paksa? Saya yakin nggak!

b. Sounding

    Yes, sepele tapi efektif. Saya selalu sounding apapun ke anak termasuk ketika anak susah makan nasi. Saya coba jelaskan bahwa boleh lah sekarang nggak makan nasi, misal dia cuma makan lauknya saja. Tapi, besok lusa harus tetap makan nasi biar tercukupi gizinya dan sehat.

c. Cari Sumber Karbohidrat Lain

    Yuhuuu.. Sumber karbohidrat itu banyak sekali, yuk buka kembali pelajaran biologi pas sekolah. Hihihi.. Sumber karbohidrat yang paling sering saya gunakan ketika anak susah makan memang pasta diantaranya spagheti, mie dan makaroni.

d. Kreasikan Menu Makanan

    Berkreasi dengan menu makanan di era digital, nggak susah kok. Resep – resep masakan yang enak dan kekinian bisa didapat dalam satu sentuhan jari di smartphone. Tinggal kita sebagai ibu saja yang harus punya niat untuk berkreasi. Jangan sampai ketika anak susah makan nasi, eh kita pasrah aja.

Resep Creamy Spagheti

Anak susah makan nasi, coba resep creamy spagheti


Jadi, saya menemukan resep creamy spagheti ini ketika anak saya susah makan nasi di usia 15 bulanan kalau nggak salah. Mungkin lho ya, mungkin anak saya susah makan nasi karena sudah bosan setiap hari makan nasi. Hahahaha… Resep ini saya temukan iseng – iseng, berkreasi dari bahan – bahan yang ada. Yuk disimak resep creamy spagheti dibawah ini:

1. Bahan bahan

Anak susah makan nasi, coba resep creamy spagheti


a. Spagheti

b. Kornet

c. Brokoli

d. Keju

e. Bawang putih

f.      Minyak

g.      Garam dan Merica

2. Cara membuat

a. Rebus spagheti dan beri sedikit minyak goreng supaya tidak lengket. Rebus spagheti sampai  mengembang dan lunak, tapi kembali ke selera juga suka tekstur yang sperti apa.

b. Rebus brokoli dan cincang halus atau boleh dipotong sesuai selera dan kemampuan mengunyah anak.

c. Tumis bawang putih yang sudah dicincang sampai wangi.

d. Masukkan kornet lalu aduk – aduk sebentar.

e. Masukkan spagheti dan brokoli yang sudah direbus

f. Beri garam dan merica, secukupnya saja ya karena nanti akan diberi keju juga supaya tidak terlalu asin.

g. Aduk – aduk hingga merata

h. Terakhir masukkan parutan keju dan aduk hingga merata

i. Creamy spaghetti. menu andalanku ketika anak susah makan nasi, siap disajikan.

Menu creamy spagheti ini sebaiknya disajikan dalam keadaan hangat ya, seperti tahu bulat yang digoreng dadakan. Tapi, saya yakin nggak semua ibu bisa masak dadakan, karena saya pun begitu. Sudah pusing karena anak susah makan nasi, searching – searching menu, belum lagi uji coba resep. Eaaaa… Berat sekali memang beban hidup kita ibu – ibu. Hahaha…

Solusinya yaitu saya sudah siapkan bahan – bahan dipagi hari, pagi biasanya memang saya masak untuk sarapan sekalian makan siang. Di pagi hari saya sudah rebus spagheti dan brokoli. Jadi ketika akan makan di siang hari saya tinggal oseng – oseng saja. Nggak makan banyak waktu rebus spagheti. Untuk mendapatkan tekstur yang disukai anak saya, memang butuh waktu. Terkecuali, jika kita sudah masak menu nasi lengkap tapi anak menolak makan nasi. Terpaksa deh harus dadakan bikin spagheti. That’s why saya selalu masukkan spagheti ke dalam list belanja bulanan. Untuk merk spaghetinya saya selalu pakai merk La Fonte, belum pernah nyoba merk lain karena memang merk itu yang paling mudah dicari disini. By the way, saya juga pernah share resep mie untuk balita. Ini juga andalan banget lho ketika anak susah makan nasi.

Ibu – ibu, punya resep andalan lain ketika anak susah makan nasi? Share dong!


4 TIPS RUTIN BEROLAHRAGA BAGI IBU RUMAH TANGGA

4 Tips Rutin Berolahraga Bagi Ibu Rumah Tangga

Sudahkah rutin berolahraga?

Apa? rutin berolahraga? Susah deh! Apalagi ibu rumah tangga yang punya balita seperti saya. Memang ya kalau ngomongin olahraga, setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda – beda. Ada yang menganggap olahraga merupakan suatu kebutuhan, pokoknya sempat nggak sempat harus olahraga. Ada juga yang menganggap olahraga sebagai selingan, yaaa.. meski nggak rutin tapi seminggu sekali mah harus olahraga. Nah, paling parah ada juga orang yang menganggap dirinya tidak perlu olahraga. Hmmm siapakah dia? Tentu saja saya orangnya! Hahahha…

Tapi, itu dulu ya gaes. Semenjak hamil dan melahirkan saya jadi orang “rumahan” banget. Realitanya memang begitu kok, nggak mengada – ngada. Jangankan pergi ke tempat aerobic atau gym, ngurus anak dan rumah aja kayaknya sehari 24 jam masih kurang. Alhasil selain berat badan yang tidak terkontrol, badan pun jadi jompo banget! Gampang ngantuk, gampang cape. Ditambah lagi pola makan yang jauh dari kata clean.

Terus, sekarang sudah rutin berolahraga?

Sejak Desember 2019 saya memang memutuskan untuk menurunkan berat badan. Saya coba atur pola makan tanpa dibarengi olahraga. Berat badan saya memang turun pelan – pelan dengan pola makan yang lebih sehat dan clean dari sebelumnya. Setelah merasa nyaman dengan apa yang saya jalani beberapa bulan terakhir, ternyata tubuh saya nagih untuk mencoba berolahraga kembali setelah sekian lama tidak olahraga. Dengan pola hidup yang lebih sehat, lebih clean dari sebelumnya tanpa olahraga pun saya merasa jauh lebih fit, nah kenapa nggak ditambah rutin berolahraga juga ya kan? Olahraga kan nggak melulu karena lagi diet, tapi rutin berolahraga tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Setelah melewati berbagai riset dan uji coba pada diri saya sendiri, ciyeeeilah… Akhirnya saya menemukan tips bagi yang mau memulai rutin berolahraga terutama bagi kalian ibu rumah tangga, karena saya tahu betul bagaimana susahnya mengatur waktu untuk berolahraga ditengah begitu padatnya mengurus rumah dan keluarga. Tips ini tentu saja murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Yuk disimak tips rutin berolahraga bagi ibu rumah tangga, dibawah ini :

1.   Buat Jadwal

Sebelum memulai rutin berolahraga ada baiknya kita tentukan jadwal terlebih dahulu. Nggak usah muluk – muluk deh. Misalnya buat jadwal seminggu sekali saja, lalu lihat apakah kita bisa konsisten dengan jadwal yang kita buat sendiri? Setelah terbiasa olahraga seminggu sekali, tambahkan intensitasnya jadi seminggu 2 kali, seminggu 3 kali dan seterusnya.

Awal – awal memulai olahraga saya pun hanya olahraga sesempatnya saja. Setelah mulai terbiasa berolahraga, saya coba buat jadwal rutin olahraga seminggu sekali. Sesibuk – sibuknya saya tapi hari libur wajib olahraga karena mumpung suami ada dirumah, jadi ada yang ganti momong anak. Hehehe…

Sekarang, meski saya tidak rutin berolahraga setiap hari tapi setidaknya 3 kali dalam seminggu saya sempatkan untuk berolahraga. Waktunya pun tidak lama – lama kok, meski cuma 15 menit karena banyak gangguan domestik rumah tangga misalnya. Ya… 15 menit masih lebih baik daripada tidak sama sekali, kan?

2.   Olahraga Dirumah Saja

4 Tips Rutin Berolahraga Bagi Ibu Rumah Tangga


Sebelum pandemi Covid–19 saya yakin ibu rumah tangga sudah terbiasa dengan situasi #dirumahaja. Ya, situasi dan kondisi memang memaksa kita untuk lebih banyak menghabiskan waktu didalam rumah. Meskipun pada beberapa ibu rumah tangga ada juga yang aktif bepergian keluar rumah karena urusan bisnis misalnya. Saya pribadi sih tergolong ibu rumah tangga yang total dirumah, keluar rumah jika ada keperluan seperti pergi ke pasar, minimarket, ATM dan keperluan lain yang punya urgensi cukup tinggi. Jika untuk sekedar cuci mata atau shopping, biasanya saya memilih pergi bersama suami ketika suami libur bekerja.

So, dengan kondisi saya yang lebih banyak menghabiskan waktu didalam rumah maka aktifitas olahraga pun harus yang bisa dilakukan didalam rumah. Olahraga lancar, urusan rumah kelar. Ada banyak pilihan olahraga yang bisa dilakukan didalam rumah misalnya yoga, aerobic, bahkan berenang kalau kalian punya kolam renang dirumahnya. Hehehheh

Pokoknya, di zaman yang sudah serba internet ini nggak ada yang susah kok! Di youtube banyak sekali video – video home workout yang mudah dilakukan dan cocok sekali bagi ibu rumah tangga yang ingin rutin berolahraga.

3. Olahraga Bersama Keluarga

Bosan berolahraga didalam rumah dan butuh suasana baru? Coba olahraga diluar rumah! Untuk olahraga diluar rumah biasanya saya melibatkan anak dan suami. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

4 Tips Rutin Berolahraga Bagi Ibu Rumah Tangga

Aktifitas olahraga yang bisa melibatkan anggota keluarga misalnya bersepeda. Saya biasanya bersepeda mengajak anak dan suami. Seperti yang terlihat dari unggahan di instagram pribadi saya diatas, kami tak hanya sekedar mengambil gambar langit yang indah. Sebenarnya kami sedang berolahraga pada saat itu, ya olahraga versi kami tentunya. Saya menggunakan sepeda sementara anak dan suami menggunakan sepeda motor, mengikuti saya dari belakang. Gimana? Seru kan? By the way, saya pernah tulis pengalaman bersepeda saya untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak bersepeda disini.

Atau kalian bisa juga coba jogging bersama keluarga setiap weekend. Menghirup segarnya udara pagi bersama keluarga tercinta. Jogging merupakan salah satu jenis olahraga yang paling mudah dilakukan dan sangat murah karena tidak perlu beli alat – alat olahraga. Bahkan kalau tidak punya sepatu olahraga, jogging tanpa menggunakan alas kaki juga bagus untuk kesehatan, lho! Salah satu manfaat jogging tanpa alas kaki seperti dikutip dari situs www.bola.com yaitu sebagai refleksi dan treatment terhadap kaki, karena kaki merupakan pusat syaraf yang berhubungan dengan organ tubuh lainnya. Sehatnya dapat, quality time nya juga dapat! 

4.   Olahraga = Aktifitas Fisik

Jika kalian tergolong ibu – ibu yang super sibuk, nggak memungkinkan untuk rutin berolahraga karena saking sibuknya. Coba deh perbanyak aktifitas fisik. Ya, di zaman now yang sudah semakin canggih ini tak dipungkiri bahwa kita banyak terbantu oleh teknologi terutama dalam urusan pekerjaan rumah tangga yang konon tak habisnya.

Kalau dulu, mencuci baju harus capek – capek pakai tangan. Belum lagi cuciannya segunung, aduh! Tapi sekarang cukup satu sentuhan tangan karena mesin cuci yang mengerjakannya, betul, nggak? Padahal dengan menggerakkan tangan untuk mencuci baju, setidaknya sekian kalori terbakar. Lumayan kan daripada mager everyday?

Saat ini, saya sedang asyik pergi ke pasar jalan kaki. Hehehe.. Seru aja gitu, selain nambah – nambah aktifitas fisik saya juga sekalian me time saya sebagai seorang ibu yang sehari – harinya hanya dirumah saja. Biasanya saya ke pasar setelah subuh, kebetulan suami masih WFH jadi bisa saya titipi anak ketika saya pergi ke pasar.

Memang sih waktu kita jadi banyak tersita, tapi ya kenapa nggak jika tersita untuk hal yang positif?

Itulah tips rutin berolahraga terutama bagi ibu rumah tangga yang sering bersembunyi dibalik kalimat “nggak ada waktu. Heheheh… Tidak ada kebiasaan yang bisa dibentuk dalam satu dua hari, termasuk membentuk kebiasaan baik rutin berolahraga. Tentunya, kesibukkan setiap ibu berbeda – beda. Jadi, tips rutin berolahraga ala saya ini belum tentu cocok bagi ibu lainnya diluar sana. Tapi jika tips ini dirasa cocok dan bermanfaat, silahkan dicoba ya!

Review Diaper Bag By Oruru. Diaper Bag Terbaik Versi Mamah Anggun!

Ketika akan melahirkan pada tahun 2018, sebagai seorang ibu baru tentunya saya sangat antusias mempersiapkan segala sesuatu keperluan calon bayi saya. Saking antusiasnya saya sudah semangat belanja perlengkapan bayi dari usia kehamilan masih muda, tapi kata orangtua disini pamali jika mempersiapkan keperluan bayi terlalu dini. Jadi, harus menunggu usia kehamilan 7 bulan ke atas boleh nyicil beli perlengkapan bayi.

Entah mitos atau fakta mengenai hal tersebut, tapi saya manut saja dengan pepatah orangtua yang lebih senior. Hingga waktunya saya berbelanja perlengkapan bayi, saya membuat list apa saja yang akan dibeli. Namun sayangnya ada satu barang yang menurut saya cukup penting tapi saya tidak masukkan list, yaitu diaper bag! Pikir saya, baru melahirkan mau kemana coba? Ternyata dugaan saya salah! Justru ketika masih bayi, kita pasti akan sering bolak balik ke bidan atau dokter untuk imunisasi. Dan yang namanya bawa bayi, pasti deh bawaannya segambreng! LOL.

Sebenarnya, ada beberapa diaper bag yang saya dapat dari kado tapi kurang sreg aja. Akhirnya saya beli lagi ke salah satu grosir yang ada di Majalengka, waktu itu saya beli diaper bag model selempang. Untuk pergi sebentar dan tidak terlalu bawa banyak barang, diaper bag kecil pun sudah cukup. Tapi ketika akan bepergian agak jauh lama, saya butuh diaper bag model ransel. Selain muat banyak, tentunya supaya lebih nyaman dibawa.

Dalam proses pencarian diaper bag terbaik versi saya, ya karena setiap orang punya standar nyaman yang berbeda – beda bukan? Saya menemukan banyak diaper bag yang harganya cukup terjangkau yaitu sekitar 200 ribuan dengan model yang lucu – lucu, tapi ketika melihat reviewnya ada beberapa yang mengeluhkan kalau tali tasnya cepat rusak dan putus. Wajar sih, namanya juga diaper bag. Isi tasnya pasti banyak banget, makanya saya perlu teliti untuk mencari diaper bag yang gak cuma lucu tapi juga kuat dan awet.

Sampai akhirnya saya menemukan diaper bag merk Oruru di shopee, link tokonya disini, untuk akun instagramnya bisa cek disini. Huaaaa, modelnya banyak, motifnya lucu - lucu.! Meskipun diaper bagnya bermotif, tapi motifnya gak pasaran deh. Karena saya butuh diaper bag dengan kapasitas yang cukup besar, akhirnya saya memutuskan memilih oruru diaper bag series cube yang motif owl. Sebenarnya saya pengen beli yang polos supaya lebih aman aja dipakai suami, tapi waktu itu ready yang motif saja. Yuk, simak lebih detail mengenai oruru diaper bag dibawah ini.

1.       Bahan dan ukuran

Oruru bag cube series ini terbuat dari bahan microfabric polyester dengan ukuran 30 cm x 20 cm x 45 cm. Wow, besar banget kan ya? Yas, memang besar. Buat kalian yang cari diaper bag size kecil, oruru bag cube series ini memang kurang cocok. Bentuk dari tas ini memang agak bulky, sesuai namanya yaitu cube. Mungkin buat kalian yang punya postur tubuh imut imut, diaper bag ini terkesan kegedean. Karena saya dan suami punya postur badan agak besar, jadi saya masih merasa cocok ( iyain aja yak? LOL ) dengan oruru diaper bag cube series ini. By the way saya kurang tahu apakah Oruru diaper bag ini waterproof atau tidak, tapi kalau cuma kena hujan gerimis dikit - dikit sih masih aman.

2.       Motif

Oruru diaper bag ini punya banyak motif dan warna, saya pilih motif dan warna yang cukup netral yaitu motif owl warna navy. Harapan saya diaper bag ini bisa awet turun temurun sampai anak selanjutnya, hahahah…

3.       Kapasitas

Ngomongin kapasitas, ini nih yang paling saya suka. Oruru diaper bag ini memang cocok buat kalian yang pengen segala dimasukin ke diaper bag pas bepergian. Ada beberapa  orang yang memilih bawa tas kecil aja, kan? Ibaratnya gak apa - apa nambah bawaan kresek dijinjing. Nah, kalau saya tipe yang pengen semua bruk jadi satu dalam satu tempat. Selain ukuran dari tasnya yang besar sehingga bisa muat banyak, didalamnya pun terdapat banyak sekat jadi kalau bawa printilan yang kecil kecil gitu, aman deh gak berceceran! Selengkapnya ada di video dibawah ini ya.


4.       Harga

Untuk urusan harga, bener - bener worth to buy deh! Diaper bag dengan kapasitas besar dan model gak pasaran ini cuma dibandrol kurang dari 300ribuan ( harga tepatnya saya lupa lagi, kebetulan saya beli ketika anak saya baru lahir dan sekarang anak saya sudah berusia 2,5 tahun ).

5.       Kualitas

Awalnya saya sempat ragu dengan kualitas diaper bag dari Oruru ini. Tapi setelah saya pakai diaper bag ini selama 2 tahun lebih, saya bisa menilai sendiri kualitas dari Oruru diaper bag yang oke punya. Talinya masih kuat padahal bawaan saya selalu banyak dan selalu saya pakai ketika bepergian, resleting tas masih berfungsi semua, sementara untuk warna dari tas itu sendiri memang agak pudar tapi tidak terlalu terlihat.

Sampai sekarang saya masih suka pakai diaper bag kemana – mana, lebih praktis aja meski secara fashion mungkin kurang girly gitu. Bahkan tas fashion ( eh bener gak sih namanya?), malah tersimpan rapi dilemari.

Ada yang samaan masih suka pake diaper bag meski anak sudah besar?

Jadi Ibu Rumah Tangga Yang Produktif? Semuanya Gak Melulu Soal Uang, Kok!

“Jadi ibu rumah tangga itu harus pinter cari duit jangan cuma bisa ngandelin suami!”
“ Jadi ibu rumah tangga itu harus bisa memanfaatkan waktu luang menjadi uang.”
“ Jadi ibu rumah tangga itu jangan hanya cantik dan bisa masak tapi harus bisa juga cari uang.”

Dan masih banyak lagi jargon - jargon yang biasa ditulis oleh ibu milenial di sosial media, entah itu memang curhatan pribadi atau untuk keperluan promosi produk/bisnis agar menarik perhatian. Yay, dari jargon - jargon diatas saya menyimpulkan bahwa produktif itu harus menghasilkan uang. Setuju gak, sih?

Sebagai ibu - ibu yang matre, iya saya matre ( pada tempatnya ). Tidak bisa pungkiri bahwa semua yang kita butuhkan itu harus dibeli dengan uang terkecuali kasih sayang. Eaaaa… Apalagi sebagai seseorang yang sudah fighter sejak zaman kuliah, saya paham betul bagaimana susahnya hidup ini kalau tidak punya banyak uang. Saya bukanlah dari keluarga berada tapi punya tekad besar untuk mengenyam pendidikan. Biaya dari orangtua yang hanya cukup untuk keperluan pokok saja, untuk menutupi biaya lain – lain atau sekedar memenuhi keinginan sendiri saya jadi penjual online serabutan. Zaman dulu di sekitar tahun 2010, penjual online yang berjualan di sosial media belum sebanyak sekarang. Setelah lulus kuliah saya langsung bekerja dan resign ketika akan melahirkan.

Ketika akan melahirkan, perasaan saya rasanya campur aduk. Bahagia karena akan punya anak dan akan mengasuh serta membesarkannya dengan tangan sendiri, bingung karena saya akan menjadi ibu rumah tangga sejati yang artinya saya hanya akan menikmati uang hasil jerih payah suami bukan hasil jerih payah sendiri. Meski suami saya sangat baik, tapi saya sering merasa “tidak enak” jika harus meminta uang untuk membeli sesuatu diluar kebutuhan rumah tangga. Sebenarnya ketika masih bekerja saya punya bisnis sampingan yang hasilnya lumayan, istilahnya bisa nambah – nambah buat beli pulsa. Tapi saya mulai kehilangan mood ketika akan melahirkan, setelah melahirkan lebih parah lagi. Rasanya bisa mandi dan keramas dengan tenang pun sudah alhamdulillah.

Hari demi hari berlalu, saya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga yang setiap harinya hanya mengasuh anak, beres – beres rumah, nyuci baju, nyuci piring, masak, nyetrika dan berbagai pekerjaan domestik lainnya.  Sering sekali saya merasa jenuh dengan hari – hari saya yang cuma gitu doang, nothing special. Belum lagi omongan orang – orang yang sangat menyayangkan status sarjana saya tidak bisa membeli karir yang cemerlang didunia kerja. Fyuhhhh… sudah jenuh, stress pula!

Oke.. oke.. sampai sini mindset saya masih sama dengan orang – orang bahwa produktif haruslah menghasilkan uang. Anak semakin tumbuh besar, tapi saya hanya menjadi manusia yang gitu – gitu aja. Pernah saya coba melamar pekerjaan, tapi mencari pekerjaan yang cocok dengan status saya sebagai ibu rumah tangga yang masih punya anak kecil memang tidak gampang. 

Lelah mencari pekerjaan yang cocok tapi tak kunjung ketemu, saya coba peruntungan dengan berjualan baju anak murah. Respon pasar gimana tuh? Alhamdulillah laris manis bak kacang goreng, tapi kendalanya di modal. Saya yang pada waktu itu mengandalkan modal dari pencairan BPJS ketenagakerjaan merasa belum siap harus mengalokasikan seluruh uang hasil pencairan tadi untuk berjualan baju anak. Sementara yang namanya jualan baju itu modalnya lumayan besar dengan keuntungan yang tidak seberapa. Belum lagi barang reject, retur, motif tidak sesuai dan lain – lain. Meski baju yang dijual itu tidak akan busuk seperti makanan tapi kan namanya trend fashion perubahannya cepat sekali kan? Ah, mungkin saya belum punya mental pengusaha!

Akhirnya saya pasrah dengan nasib dan takdir saya menjadi seorang ibu rumah tangga. Menjalankan pekerjaan domestik yang biasa saya lakukan sehari – hari. Hingga pada suatu hari saya tertegun dengan ucapan suami saya yang katanya saya harus tetap produktif, sekalipun bukan uang yang menjadi hasilnya. Kalaupun materi tidak bisa kita dapatkan tapi setidaknya pahala dan kebaikan bisa kita berikan untuk bekal nanti. Aduh, saya kemana aja nih baru tersadar sekarang? Hahahaha…

Saya jadi teringat dengan perjuangan suami saya sebagai guru honorer yang mesti kerja serabutan juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan saya tidak bangga dengan pekerjaannya sebagai seorang guru, tapi saya hanya kasihan melihat dia yang harus mengajar juga bekerja serabutan. Sempat saya menyarankan untuk berhenti mengajar dan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan terutama dari segi finansial. Tapi suami saya tetap dengan pendiriannya, menjadi seorang guru sambil bekerja sampingan. Menurutnya mengajar adalah bagian dari mengamalkan ilmu.

Hingga pada akhirnya suami saya mencoba mengikuti test CPNS di Kementrian Agama Jawa Barat pada akhir tahun 2018 dan alhamdulillah lolos. Saya tidak bilang bahwa menjadi ASN adalah goal dari perjalanan hidup, justru disinilah perjalanan kami dimulai kembali dari nol. Namun tidak dipungkiri bahwa menjadi ASN adalah salah satu pekerjaan yang diimpikan banyak orang.

Jadi, sekarang dirumah ngapain aja dong?!

Ya menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga sejati, dong! Sama saja seperti hari – hari sebelumnya. Tapi sekarang saya menjalaninya dengan lebih ikhlas, legowo, gak ada tuh perasaan insecure atau merasa jadi manusia yang sia – sia gitu. Memang sih semuanya berawal dari mindset kita, ketika mindset kita positif maka akan menghasilkan sesuatu yang positif pula begitupun sebaliknya. Di sela – sela waktu luang saya juga sempatkan untuk menulis di blog yang sudah saya buat sejak lama. 

Jujur, sebelumnya saya sempat ingin menjadikan blog ini sebagai ladang penghasilan saya. Yaaa.. itung – itung kerja dirumah gitu. Kebetulan blog saya ini juga sudah diterima google adsense. Mungkin loh ya ini mungkin.. karena saya memulainya tidak enjoy, tidak ikhlas dan terlalu profit oriented. Akhirnya malah saya jadi jarang posting sama sekali, paling sebulan sekali itu pun tulisannya acak – acakan ( eh sekarang pun tulisanku belum bagus, sih. Ehehehe ). Ditambah lagi hubungan dengan anak jadi kurang baik, sering saya menyalahkan anak saya yang susah tidur atas tidak terurusnya blog saya ini. Aduh… maafkan mamahmu ya, Nak! 

Lalu, saya jadi teringat juga chat pribadi dengan mak Lasmicika, salah satu member komunitas KEB ( Kumpulan Emak Blogger ). Waktu itu saya cerita kalau saya banyak buang waktu dalam dunia blogging. Saya sudah lama ngeblog tapi cukup kesulitan mengatur waktu untuk menulis, apalagi setelah punya anak karena anak saya tipe yang susah tidur. Kalau malam harus begadang untuk menulis, saya juga butuh istirahat karena melelahkan mengurus anak seharian sambil mengurus pekerjaan rumah. Jawaban Mak Lasmi ternyata begitu menampar saya, katanya bahwa tidak ada yang terlambat dan ngurus si kecil pun effortsnya luar biasa. Dalam hidup memang selalu ada yang di prioritaskan. Ah, peluk jauh untuk Mak Lasmi. Semoga saya bisa terus belajar menulis tanpa mengesampingkan urusan keluarga.

Intinya, menjadi ibu rumah tangga yang punya bisnis sampingan atau sambil bekerja adalah pekerjaan yang sangat mulia. Dapat pahala dari mengurus keluarga, dapat gaji atau penghasilan juga iya. Tapi, bukan berarti ibu rumah tangga yang hanya mengurus pekerjaan rumah tangga jadi disebut “gak produktif”. Dengan kita berusaha mengerjakan semua pekerjaan rumah, mengurus anak, mengurus suami, beribadah dan lain – lain itu juga merupakan kegiatan produktif kan? Pokoknya jangan pernah deh memandang orang lain dengan kacamata sendiri begitupun sebaliknya. Setiap rumah tangga itu punya jalan rezekinya masing – masing. Ada yang rezekinya melalui suami dan istri yang sama – sama bekerja, ada yang rezekinya hanya melalui suaminya saja bahkan banyak juga loh istri yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Dalam hal ini tentu saja perlu sosok suami yang bisa jadi support system terbaik bagi istrinya. 

Boleh saja seorang suami mendambakan istrinya bisa lebih produktif dari sekedar mengerjakan urusan domestik rumah tangga, tapi ya harus disupport sebaik mungkin. Bantu istri untuk mendapatkan suasana kondusif dalam rumah, misal ketika libur bekerja coba ajak anak keluar rumah supaya istri bisa mengerjakan “sesuatu” dirumah. Dan suami pun harus ingat ketika istri bekerja, entah itu didalam maupun diluar rumah kemudian mendapatkan penghasilan, tidak akan melunturkan kewajibannya dalam menafkahi loh! Jadi, kalaupun istri produktif dari dalam rumah pada intinya adalah untuk pengembangan dirinya sendiri.

" Saya memang gagal menjadi sarjana yang punya karya, saya gagal juga melanjutkan karir di dunia kerja, tapi saya tidak mau gagal menjadi ibu rumah tangga "

Makna "Kemerdekaan" Bagi Ibu Rumah Tangga. Ssssst, Ini Curhatku!

Sebentar lagi seluruh warga Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke - 75. HUT Kemerdekaan RI tahun sekarang mungkin akan berbeda dengan tahun  - tahun sebelumnya karena sekarang kita masih dalam kondisi pandemi. Bahkan di beberapa daerah yang tadinya berada di zona hijau sekarang berubah menjadi zona merah karena laju pertumbuhan covid - 19 semakin meningkat salah satunya yaitu di kabupaten Majalengka. Pemerintah kabupaten Majalengka pun menghimbau masyarakatnya agar tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam rangka merayakan HUT RI ke - 75, sumber resmi klik disini.

Meski tidak seperti tahun  - tahun sebelumnya yang identik dengan perayaan HUT yang meriah, namun tidak ada salahnya jika kita melakukan selebrasi bersama orang - orang terdekat saja. Banyak cara kita melakukan selebrasi tanpa harus berkerumun dengan banyak orang, cara sederhana misalnya dengan menggelar doa bersama dengan anggota keluarga dirumah untuk para pahlawan yang sudah berjuang merebut kemerdaan RI. Ngomong - ngomong soal kemerdekaan, pasti sudah familiar kan dengan kata kemerdekaan? Kemerdekaan berasal dari kata merdeka yang menurut KBBI adalah bebas, berdiri sendiri, tidak terikat, tidak bergantung pada orang lain. Makna merdeka zaman sekarang tentu saja sangat berbeda dengan merdeka pada zaman dahulu. Merdeka pada zaman dahulu adalah merdeka dari para penjajah. Sedangkan zaman sekarang makna merdeka sudah semakin meluas. Setiap orang punya caranya masing - masing untuk memaknai kemerdekaan. Berhubung saya adalah seorang ibu rumah tangga, saya akan menjelaskan makna merdeka menurut perspektif saya.

1. Merdeka itu saat bisa pergi tanpa anak
Semenjak lahir hingga sekarang anak saya berusia 2 tahun, bisa dibilang saya mengasuh anak sendirian. Kalaupun ada moment saat anak saya dipegang orang lain, mungkin hanya sekitar 20%. So, kemanapun saya pergi jika masih memungkinkan membawa anak pasti akan saya bawa. Contohnya pergi ke pasar, minimarket, pergi ke rumah teman dan lain lain. Jika tidak memungkinkan membawa anak dan tidak terlalu urgent saya memilih untuk tidak pergi. So, ketika ada kesempatan saya bisa pergi tanpa anak rasanya senang sekali meski hanya beberapa menit.

2. Merdeka itu saat bisa melakukan banyak hal tanpa diganggu anak
Yup, banyak orang yang bilang lebay ketika tahu saya sering melakukan pekerjaan rumah sambil menggendong anak. Simpelnya para netizen berkomentar, “kenapa engga nunggu anak tidur aja biar gak usah gembol anak?”. Berhubung anak saya susah sekali tidur maka mau tidak mau saya harus bisa double job, mengasuh anak sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah yang bisa saya kerjakan sebelum anak bangun tentu saja akan saya maksimalkan, tapi ada saja beberapa pekerjaan yang baru saya kerjakan setelah anak bangun dan mau tidak mau saya harus mengerjakan sambil menggendong anak. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, kok. Setelah anak berusia setahunan dan mulai bisa saya biarkan bermain sendiri ( sambil tetap diawasi tentunya ). Moment – moment seperti inilah yang membuat saya masih bisa menikmati sisi “kemerdekaan” dari seorang ibu rumah tangga yang terkadang bagai terpenjara dalam sangkar emas, ciyeeee. 

3. Merdeka itu saat anak tidur cepat dan bangun siang
Sebagian ibu punya prinsip bahwa pekerjaan rumah dikerjakan sesempatnya saja, point utama adalah mengurus anak. Tapi saya justru tidak bisa berprinsip seperti itu, seperti sudah saya jelaskan pada point ke – 3 bahwa sebelum anak bangun saya harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah setidaknya 50% tapi biasanya saya sudah kerjakan sekitar 80%. Jadi ketika anak bangun saya sudah “ready” menghadapi anak yang kadang moodnya tidak sama setiap harinya. Semenjak usia 1 tahun anak saya mulai lebih “manusiawi” jam tidurnya, ya meskipun masih tergolong susah tidur siang tapi setidaknya dia bangun jam 6 - 7 pagi dan tidur jam 9 - 10 malam. Jam tersebut masih tergolong sangat normal menurutku jika dibanding dengan jam tidur sebelumnya yang tidak tentu, kadang bangun jam 4 pagi dan terus bangun seharian lalu tidur jam 6 sore. Kadang bangun jam 7 pagi, tidur jam 12 siang kemudian begadang sampai tengah malam. So, ketika anak saya bisa bangun agak siang dan tidur tidak terlalu larut saya merasa sangat MERDEKA! Selain bisa mengerjakan banyak hal tanpa diganggu anak seperti pada point 3, saya juga bisa tidur cukup dan tentunya ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan stamina saya. Ya ibu – ibu juga pasti tahu rasanya kalau habis begadang pasti besoknya langsung tidak enak badan dan akan merusak mood kita seharian.

4. Merdeka itu saat anak tidak rewel seharian
Ngomongin soal mood, jangankan anak kecil yang belum bisa sepenuhnya menyampaikan apa keinginannya. Kita sebagai orang dewasa pun pasti sering mengalami mood swing karena satu dan lain hal. Nah, ketika anak rewel tanpa sebab dan sudah melakukan ini itu tapi tetap rewel biasanya saya suka ikut – ikutan gak mood makan, emosi dan gak jarang saya nangis tersedu - sedu. Sebaliknya ketika anak anteng bermain, makan tanpa harus lari - lari dan tidak banyak “bertingkah” saya merasa bisa menikmati waktu saya seharian dengan begitu ringan.

Itulah beberapa makna kemerdekaan dari sudut pandang ibu rumah tangga versi saya. Tentunya bukan tanpa alasan saya berbagi mengenai hal ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa menjadi ibu adalah pekerjaan yang kerjanya 24 jam. Saking sibuknyanya kadang seorang ibu bisa lupa bagaimana caranya mencintai diri sendiri. Salah satu cara mencintai diri sendiri yaitu dengan menikmati “me time” ketika moment merdeka itu datang. Setiap ibu pasti punya caranya sendiri itu mendapatkan dan menikmati “kemerdekannya”. Tapi yang pasti setiap ibu berhak mendapatkan “kemerdekaan” meski hanya beberapa menit.

Kalau kamu tipe ibu yang benar - benar kesulitan mendapatkan moment kemerdekaan, coba bicarakan dengan orang terdekat bahwa sedikitnya seminggu sekali seorang ibu yang seringnya diam dirumah saja pun perlu merasakan “kemerdekaan”.

Yuk cintai dan sayangi diri sendiri sebelum kita mencintai negeri ini, merdeka!