Kopi Alam Cikareo: Warung Kopi dengan Nuansa Alam
Sebagai pecinta kopi, saya selalu penasaran dengan kedai atau kafe yang menawarkan menu kopi. Sebenarnya, bukan semata-mata penasaran dengan menu kopinya. Setiap hari, saya sudah cukup puas menikmati kopi hitam tanpa gula yang diseduh sendiri di rumah. Namun, sesekali saya juga membutuhkan vibes dari sebuah kedai atau kafe yang menyajikan aneka racikan kopi.
Selain bisa merasakan racikan baristanya, berkunjung ke kedai kopi juga memberi saya pengalaman baru. Ada suasana berbeda yang bisa dinikmati sendiri atau dibagikan kepada teman-teman melalui konten yang saya buat.
Kopi Alam Cikareo: Warung Kopi dengan Nuansa Alam
Terinspirasi dari FYP Tiktok
Berawal dari FYP TikTok yang lagi dan lagi menampilkan postingan tentang Kopi Alam Cikareo, akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke sana. Waktu itu, saya datang sekitar pukul 17.00. Alhamdulillah, hujan tidak turun meskipun langit sudah mulai gelap. Keuntungan lainnya, jarak dari rumah ke lokasi tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.
Buat teman-teman yang belum tahu lokasinya, cukup cari KANTOR POLISI ARGAPURA di Google Maps. Lokasi Kopi Alam Cikareo berada tepat di belakang kantor polisi tersebut. Saran saya, lebih baik datang menggunakan sepeda motor karena area di sekitar warung kopi ini cukup terbatas. Kalaupun terpaksa membawa mobil, kendaraan bisa diparkir di sekitar kantor polisi, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sebentar menuju lokasi.
Sebelum memutuskan berkunjung, saya sempat berbincang dengan teman yang kebetulan warga lokal disana. Katanya, kalau ingin datang ke Kopi Alam Cikareo, sebaiknya hindari akhir pekan atau weekend. Memang benar, kalau melihat postingan di TikTok, warung kopi ini terlihat ramai sekali oleh pengunjung. Sementara, areanya tidak terlalu luas. Bahkan, bisa dibilang sempit banget alias sakikituna. Hoho.
Bukan bermaksud menjelekkan tempatnya, ya. Saya hanya mencoba menggambarkan kondisi sebenarnya bahwa kapasitas pengunjung yang bisa ditampung memang tidak terlalu banyak. Karena itu, saya memilih datang pada hari Jumat. Alhamdulillah, suasananya tidak terlalu ramai dan tidak perlu mengantri terlalu lama. Meskipun datang menjelang sore, saya juga tidak harus menunggu sampai magrib untuk bisa menikmati makanan dan minuman yang sudah dipesan.
Ketika Wisata Alam Menjadi Pilihan
Saat ini, destinasi wisata dengan konsep alam memang semakin diminati. Bukan hanya masyarakat perkotaan yang menyukai wisata alam, masyarakat pedesaan pun banyak yang memilih berkunjung ke destinasi wisata alam di sekitar tempat tinggalnya. Namun, alasan keduanya dalam memilih wisata alam bisa jadi berbeda.
Masyarakat perkotaan mungkin membutuhkan suasana yang berbeda dari keseharian mereka. Jika setiap hari disuguhi pemandangan gedung-gedung tinggi, jalanan padat, dan hiruk-pikuk perkotaan, tidak heran jika hamparan hijau persawahan dan gunung yang menjulang menjadi pemandangan yang menyegarkan. Sementara, bagi masyarakat pedesaan, wisata alam bisa menjadi pilihan karena lokasinya relatif dekat dengan tempat tinggal. Mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya besar untuk sekadar menikmati waktu berlibur.
In this economy, tidak semua orang memiliki anggaran khusus untuk berwisata. Karena itu, destinasi wisata yang dekat, terjangkau, tetapi tetap menawarkan pengalaman menyenangkan tentu memiliki daya tarik tersendiri. Termasuk kami, bukan tipe keluarga yang punya anggaran khusus untuk jalan - jalan setiap bulan. Bisa sebulan tidak kemana - mana, bisa juga selalu pergi setiap minggu. Tergantung ada waktu dan moodnya anak - anak saja. Tapi, kami memang selalu mengusahakan untuk berwisata ke tempat yang ada di Majalengka saja. Alasannya beragam, selain hemat biaya juga lebih simple. Entah kenapa di usia 30+ ini saya tidak mau terlalu capek. Kalau habis bepergian tuh energi terasa terkuras semua. Ada yang samaan?
Melihat Lebih Dekat Kopi Alam Cikareo
Kopi Alam Cikareo, sesuai namanya memang warung kopi yang menawarkan konsep di alam alias outdoor. Beberapa meter dari Kantor Polisi Argapura, saya langsung melihat hamparan hijau tanaman daun bawang dan ubi jalar. Udaranya sejuk hampir ke dingin, sih. Anginnya lumayan kencang apalagi di sore hari. Akses jalannya tidak sulit, tetapi tidak terlalu luas. Jalanannya sudah menggunakan cor beton jadi aman walaupun musim hujan. Tidak perlu takut alas kaki kena tanah yang basah. Hanya saja, area di sekitar warungnya masih alami dari tanah. Pokoknya, persis saung yang sering kalian lihat di lukisan sawah. Udah gitu aja. Heheh
Makanan dan minuman yang dijual di Kopi Alam Cikareo adalah makanan dan minuman ala - ala warung kopi, bukan racikan barista. Harganya pun sangat terjangkau. Kami pesan empat minuman dan beberapa cemilan, totalnya tidak sampai 50 ribu. Bukan bermaksud membandingkan, kalau pergi ke kafe mungkin selembar 50 ribuan hanya cukup untuk satu gelas kopi dan cemilan. Jadi, kalau kalian datang kesana untuk explore racikan barista, memang kurang tepat. Namun, jika kalian pergi kesana untuk merasakan indahnya pemandangan, pilihannya sangat tepat.
Kalau difikir - fikir, jangankan orang kota yang jarang melihat pemandangan hijau. Saya sebagai orang desa pun, masih suka kalau disuguhi pemandangan hijau nan menyejukkan mata. Mungkin, karena keseharian saya terlalu hectic dengan urusan rumah dan anak - anak, kadang butuh hening sejenak sambil melihat pemandangan yang indah. Saya suka dengan apa yang ada di Kopi Alam Cikareo, tapi tidak excited karena pemandangan seperti itu sudah terekam dalam memori masa kecil. Kopi Alam Cikareo bukan jadi destinasi incaran saya dan keluarga, tetapi bisa jadi alternatif ketika akhir bulan dan ingin healing tipis - tipis.
Tips Berkunjung Ke Kopi Alam Cikareo
Kopi Alam Cikareo memang sedang ramai diperbincangkan orang - orang, wajar kalau banyak orang yang rela jauh - jauh datang kesana untuk sekadar minum kopi sachet. Tentunya, kopi bukanlah tujuan utama mereka tetapi view yang didapat ketika ngopi disana, adalah tujuannya.
Fomo dengan sesuatu yang viral, sah - sah saja tetapi jangan lupakan keamanan dan kenyaman terutama jika kalian membawa anak - anak. Kalau boleh jujur, Kopi Alam Cikareo memang kurang kids friendly. Fasilitas yang ada disana juga sangat terbatas, positif saja mungkin karena masih awal - awal launching. Jumlah pengunjung sangat membludak pada weekend sementara meja yang tersedia hanya sedikit. Kursi khusus anak juga belum tersedia. Bisa jadi bahan pertimbangan untuk orang tua dengan toddler agar membawa kursi anak sendiri. Sementara untuk bayi, saya kurang merekomendasikan karena benar - benar outdoor, khawatir hujan turun. Kalau musim kemarau sih aman - aman saja asal jangan datang siang bolong.
Fasilitas penunjang lain seperti mushola dan toilet juga sepertinya belum ada. So, teman - teman bisa berkunjung kesana dan menyesuaikan dengan waktu shalat 5 waktu jika kalian muslim. Sebenarnya, bisa saja ikut ke mushola atau mesjid yang ada di daerah tersebut tetapi membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai kesana atau bisa kalian atur agar waktu shalat bertepatan dengan kepulangan dari Kopi Alam Cikareo. Satu lagi, gunakan pakaian yang nyaman karena disana udaranya dingin. Jangan gunakan alas kaki yang terlalu tinggi karena jalanan disana walau cor beton tetapi agak menurun. Hmmm, teman - teman ada yang mau menambahkan tips aman berkunjung ke Kopi Alam Cikareo?

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Post a Comment for "Kopi Alam Cikareo: Warung Kopi dengan Nuansa Alam"