Hari Blogger Nasional: Sampai Kapan Akan Menulis di Blog?
Hari ini, tanggal 27 Oktober 2026 isi timeline dipenuhi oleh postingan tentang Hari Blogger Nasional. Saking jarangnya nulis di blog, sampai lupa hari bersejarah bagi para penulis blog tersebut. Di tahun 2026, saya memang sudah jarang sekali menulis di blog. Entah, mungkin otak ini sudah banyak terdistraksi dengan platform lain. Namun, blog pribadi ini masih saya pertahankan dan pelihara dengan membayar domain tiap tahun. Kalau dulu, blog bisa dijadikan lahan untuk mencari cuan, saat ini saya menjadikannya tempat untuk pengembangan diri.
Hari Blogger Nasional: Sampai Kapan Akan Menulis di Blog?
Blog dan Perjalanan Hidup Perempuan di Desa
Kalau ditanya kapan pertama kali mengenal blog? Sekitar tahun 2006-2007 ketika masa SMA. Saya ikut komunitas cyber di sekolah dan belajar membuat blog. Pada saat itu, akses informasi tidak semudah zaman sekarang. Membuat blog tak hanya memikirkan artikel, tetapi juga bagaimana membuat design blog menjadi cantik nan ciamikkk! Saya sampai beli beberapa buku tentang coding sekedar untuk belajar kode membuat template sederhana. Sekarang, tidak perlu susah - susah untuk membuat template yang cantik dan SEO friendly. Kalau ada budget, tinggal beli saja ke penyedia template. Versi hematnya, minta bantuan ke AI saja dan semua masalah selesai.
Kembali ke topik blog dan perjalanan hidup. Selepas SMA, kuliah dan bekerja, blog memang tidak menjadi prioritas tetapi saya suka menulis disana sekedar sebagai tempat curhat. Pada saat itu, pekerja di dunia digital memang belum terlalu banyak. Blog saya pun punya traffic yang bagus terutama untuk topik - topik yang berkaitan dengan 'Majalengka'. Resign dari pekerjaan, punya anak dan full time menjadi ibu rumah tangga, saya putuskan untuk kembali menulis di blog. Masyaallah tabarakallah, partnership pertama saya datang melalui email. Saya masih ingat, salah satu brand skincare yang sekarang namanya lumayan besar. Pada waktu itu, baru merintis dan menawarkan kerjasama. Jujur, saya bingung sekali karena baru pertama kali dapat endorse. Saya membalasnya dengan tidak profesional, saya jelaskan bahwa blog masih jelek dan baru pertama kali dapat endorse jadi tidak tahu mekanismenya seperti apa dan ratecard itu apa. Hahhaha geli banget ya kalau inget moment itu!
Setelah kejadian itu, saya jadi banyak ngobrol dengan teman - teman blogger yang lebih senior. Saya belajar mengenal rate card, mekanisme kerjasama dengan brand sampai bagaimana cara mendapatkan job atau attention dari brand. Alhamdulillah, pada saat itu lumayan banyak job yang masuk dan harga untuk satu postingan sangat lumayan untuk ibu rumah tangga pengangguran seperti saya.
Selain dapat cuan, saya juga jadi punya banyak kenalan dari beberapa komunitas blogger yang saya ikuti. Mungkin, itu jadi salah satu alasan saya masih tetap waras walau di rumah saja. Selain itu, walau hidup di desa yang jauh dari keramaian kota, wawasan saya tidak terlalu sempit. Blog seperti membukakan banyak pintu pengetahuan bagi ibu rumah tangga yang tinggal di desa.
Pasca kelahiran anak kedua, disitulah saya mulai agak kerepotan mengatur waktu antara menulis di blog dan mengurus keluarga. Walaupun sudah sangat jarang menulis di blog, bisa dibilang sebulan sekali, saya masih mempertahankan blog dan membayar biaya domainnya setiap tahun. Kalau dibilang masih untung, mungkin tidak. Tapi, tidak rugi juga karena masih ada job - job receh yang nyangkut di blog ini. Rasanya, berat sekali untuk benar - benar melepaskan blog yang sudah dibangun bertahun - tahun ini.

Post a Comment for "Hari Blogger Nasional: Sampai Kapan Akan Menulis di Blog?"