Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PANDEMI BELUM BERAKHIR, BATAL TAMBAL GIGI DI PUSKESMAS MENGGUNAKAN BPJS KESEHATAN

tambal gigi di puskesmas dengan BPJS Kesehatan

Pandemi Belum Berakhir, Batal Tambal Gigi Di Puskesmas Menggunakan BPJS Kesehatan - Cuuung yang paling males ke dokter gigi? Saya! Saya hampir lupa kapan terakhir kali ke dokter gigi saking lamanya. Padahal periksa gigi rutin itu wajib banget, setidaknya 6 bulan sekali untuk mencegah gangguan kesehatan dan penyakit yang menyerang gigi dan mulut. Dikutip dari situs halodoc, gangguan kesehatan gigi yang lambat terdeteksi adalah gigi berlubang.

Saya merasakan betul bahwa gigi berlubang adalah penyakit yang datangnya nggak bilang bilang. Saya memang tipe orang yang jarang sekali sakit gigi, tapi kalau terasa linu linu sedikit sih iya. Mungkin ketika terasa linu seperti itu, gigi saya pelan pelan sedang membesarkan lubangnya dan parahnya saya nggak kefikiran ke dokter gigi untuk periksa apalagi tambal gigi. Uhuks… Ketika tahu gigi saya berlubang lumayan besar, tanpa fikir panjang saya langsung mengajak suami untuk mengosongkan jadwal WFH ( Work From Home ) nya sejenak untuk mengantar saya melakukan tambal gigi di puskesmas.

Kenapa Harus Tambal Gigi Di Puskesmas?

Kenapa sih harus tambal gigi di puskesmas? Kenapa nggak ke tempat praktek dokter giginya langsung? Biar bagus, pelayanan oke dan bla bla bla…

Mungkin kalimat tersebut sering terlontar dari beberapa orang ketika membicarakan mengenai pelayanan kesehatan yang terkait dengan BPJS. Terlepas dari pro kontra BPJS kesehatan di tengah masyarakat, saya pribadi cukup terbantu dengan adanya BPJS. Beberapa kali anggota keluarga kami harus dirawat dan BPJS meringankan beban kami. Apalagi sejak dulu saya dan suami juga punya BPJS kesehatan yang sudah auto potong gaji.  Jadi, sayang banget dong kalau BPJS kami nggak digunakan ya? Maka dari itu saya langsung membulatkan tekad untuk melakukan tambal gigi di puskesmas saja. Oh ya, puskesmas faskes I yang tercantum di BPJS kesehatan saya yaitu puskesmas Maja, jadi saya langsung pergi ke puskesmas Maja untuk melakukan tambal gigi hari Senin tanggal 22 Februari 2021 kemarin.

Alasan lain kenapa mau melakukan tambal gigi di puskesmas, tentu saja karena biaya. Tau nggak beb biaya tambal gigi itu lumayan menguras dompet, lho! Adik saya terakhir melakukan tambal gigi di tempat praktek dokter giginya langsung menghabiskan biaya 500 ribu lebih. Saya kurang tahu pasti besaran biaya itu mencakup biaya apa saja, apakah murni tambal gigi atau ada treatment lainnya. Intinya, sakit itu mahal banget gaes!

Duh, kalau udah sakit gitu rasanya nyesel ya nggak rutin periksa gigi tiap 6 bulan? Memang sih tambal gigi dengan menggunakan BPJS itu murah meriah bahkan katanya gratis, betul nggak? Dulu saya pernah tambal gigi juga di puskesmas tapi nggak pakai BPJS kesehatan. Ya meskipun menurut beberapa teman saya yang pernah tambal gigi di puskesmas memang ada beberapa pengecualian. Katanya bahan tambal giginya bukan yang bagus, jadi kalau penambalan dilakukan di gigi bagian depan akan terlihat jelas. Eh untungnya gigi saya yang mau ditambal itu letaknya di kanan atas bagian dalam. So, saya nggak memperhatikan estetika yang penting lubang pada gigi saya tidak tambah besar.

Prosedur Tambal Gigi Di Puskesmas Menggunakan BPJS Kesehatan

tambal gigi di puskesmas menggunakan BPJS kesehatan

Menggunakan layanan BPJS kesehatan bukanlah kali pertama bagi keluarga kami, maka ketika berniat melakukan tambal gigi di puskesmas dengan memanfaatkan fasilitas BPJS kesehatan saya sudah tahu ancang ancang harus membawa apa saja. Jadi, ketika akan ke fasilitas kesehatan untuk tindakkan apapun jangan lupa siapkan :

1. Foto copy KTP

2. Foto copy KK

3. Foto copy kartu BPJS

4. Kartu rawat jalan

Sebaiknya siapkan semua itu sebelum memasuki area puskesmas ya, jadi nggak mesti bolak balik cari tukang foto copy. Ya, meskipun biasanya ada tukang foto copy di sekitar puskesmas tapi kan makan waktu aja gitu lho. By the way saya niat banget mau pergi tambal gigi ke puskesmas, sampai saya datang jam setengah 8 pagi. Ketika sampai di puskesmas Maja baru ada beberapa orang pasien yang sedang mendaftar juga di loket pendaftaran.

Alhamdulillah deh nggak perlu bertemu banyak orang mengingat pentingnya social distancing kala pandemi. Tanpa harus menunggu lama saya langsung menuju ke loket pendaftaran dan menyampaikan tujuan saya ke poli gigi sambil menyerahkan semua persyaratan yang diperlukan. Dari keempat syarat yang diperlukan, kartu rawat jalan tidak ada. Tapi saya coba yakinkan ke petugas bahwa rekam medis saya ada di database puskesmas Maja meskipun saya lupa lagi tepatnya tahun berapa.

Selang beberapa menit saya diberi selembar form oleh petugas untuk saya isi dengan biodata lengkap dan kemudian dibawa ke poli tujuan. Dug… dug… dug… Hanya beberapa langkah poli gigi dari loket pendaftaran dan rasanya saya sudah nggak karuan membayangkan cenat cenutnya ketika dibersihkan gigi sebelum proses tambal gigi. Hahaha… Fyi, seperti sudah disebutkan diatas bahwa dulu saya pernah melakukan proses tambal gigi di puskesmas juga tapi lubangnya masih sangat keciiiiiiiil seperti titik jadi memang nggak berasa apa apa. Nah untuk lubang gigi yang akan ditambal sekarang memang lumayan besar jadi saya sudah parno duluan deh.

Batal Tambal Gigi Di Puskesmas Menggunakan BPJS Kesehatan Karena Pandemi

tambal gigi di puskesmas menggunakan BPJS kesehatan

Sesampainya di poli gigi, benar benar sepi dan cuma ada saya beserta anak dan suami. Tak lama, dokter gigi pun datang dan menggunakan APD meski tidak selengkap seperti APD dokter dokter yang menangani covid.

Jeng… jeng… jeng… Lalu saya rebahan di kursi panas poli gigi dan dokter mempersilakan saya untuk membuka mulut. Saya tunjukkan gigi mana yang bolong dan dokter pun coba memukul pelan gigi saya dengan alat, lalu bertanya sakit atau nggak? Saya bilang ini nggak sakit, tapi dulu ketika lubangnya masih sangat kecil memang sering terasa linu linu gitu.

“ Jadi gini ya Bu, karena kondisinya sedang pandemi, puskesmas tidak bisa melakukan tindakan penambalan atau pencabutan. Kalau gigi anak anak masih oke, karena tindakannya lebih cepat tidak seperti gigi orang dewasa yang bisa menghabiskan waktu lebih lama. Kalau mau nanti saya buatkan rujukannya, Ibu bisa langsung ke rumah sakit. Siapa tahu di rumah sakit kan alatnya lebih lengkap jadi bisa melakukan tindakkan meski sedang pandemi.”

Dokter gigi yang berjenis kelamin perempuan itu mencoba memberikan pengertian pada saya secara panjang lebar dan saya pun paham. Kemudian saya meminta waktu dulu kapan akan dibuatkan rujukan untuk ke RSUD Majalengka mengingat saya kebingungan juga menitipkan anak pada siapa. Ada sih suami, tapi kalau full suami harus pegang anak selama beberapa jam ketika saya melakukan tambal gigi, agak horor juga. Meskipun suami sedang WFH tapi dirumah beliau nggak bisa sepenuhnya  fokus ke anak.

Dokter gigi juga menjelaskan kalau sistem rujukan BPJS kesehatan sekarang online. Sebisa mungkin setelah rujukan dari puskesmas sampai saya berangkat RSUD Majalengka untuk melakukan tambal gigi jangan terlalu lama karena sudah terdaftar disana. Selang satu hari masih boleh, sih. Jangan sampai daftar hari ini lalu datang bulan depan misalnya, meskipun expired rujukan itu bisa sampai 3 bulan. 

Oke, jadi ceritanya saya batal tambal gigi di puskemas Maja dan saya masih bingung apakah akan melanjutkan rujukan untuk tambal gigi di RSUD Majalengka atau memilih melakukan tambal gigi di klinik gigi namun dengan konsekuensi biaya yang lumayan bikin kejang kejang. Hahahah

Insyaallah kelanjutan mengenai tambal gigi ini akan saya update lagi ya! Gaes, kalian punya pengalaman mengenai tambal gigi di puskesmas menggunakan BPJS kesehatan?


26 comments for "PANDEMI BELUM BERAKHIR, BATAL TAMBAL GIGI DI PUSKESMAS MENGGUNAKAN BPJS KESEHATAN"

  1. Wah sejak pandemi, urusan kesehatan alias ke dokter jadi sulit banget Bund. Mau datang ke RS penuh banget, apalagi Puskesmas, sudah tidak mungkin dilayani kalau hanya urusan gigi. Saya pernah mengalaminya. Jadi saya terpaksa ke klinik. Alhasil BPJS tidak bisa dipakai, karena harus urus pengantar dulu kan di Puskesmas. Nah Puskesmasnya aja sudah antri membludak sampai ke luar pagar. Terpaksa deh bayar mandiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dokternya pun lumayan ketakutan sih secara bersentuhan langsung sama area mulut ya Bun :D

      Delete
  2. Alhamdulillah sejauh ini tidak pernah menderita sakit gigi, mudah-mudahan seterusnya gigi ini baik-baik dan sehat selalu. Aku pun tidak ada pengalaman dengan BPJS, hanya berharap semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan untuk kita semua, amin ya Allah.

    ReplyDelete
  3. Mbak akupun tim memanfaatkan bpjs karena sudah auto debet gaji kan. Wkwk. Emak-emak ya nggak mau rugu. Tapi emang pamdemi itu bikin alur fasilotas kesehatan jadi kurang praktis. Semoga keadaan ini segera berlalu ya mba :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak sayang banget kalo nggak dipake itu kan pake duit kita yekannn :D

      Delete
  4. iya mom, sekarang emang apa-apa serba pandemi, jadi banyak perawatan yang diminimalisir ataupun sementara ditiadakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Buk, semoga keadaan bumi ini segera membaik. Aaamiin

      Delete
  5. Duh kebayang deh mba sakit gigi karena berlubang. Saya juga ngalamin. Emang betul mba, BPJS banyak banget bantu sih menurutku. Yang suka nyinyir yang belum merasakan manfaatnya, hehe

    ReplyDelete
  6. Oh di puskesmas nggak bisa yaa. Kemarin suami milih ke dokter gigi sih, alhamdulillah bisaaa. Biaya kurang lebih 200an kayaknyaa. Semoga lekas sembuh yaa mbak.. Sayang harusnya udah ke dokter gigi lg nih, tp takut. Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bisa mbak. Wah murah ya 200ribuan? Adik saya habis 500ribu lebih.

      Delete
  7. Duh pas banget ni gigiku juga lagi cenat cenut sakit. Tapi belom pernah sih ke dokter gigi dg bpjs. Emang beneran bisa yah?

    ReplyDelete
  8. Kalau ditempat saya di era pandemi skarang dokter-dokter gihir masih jarang yang mau nerima pasien yang berkenaan dengan gigi dan mulut, kecuali mungkin yang urgen banget. Pernah sekali kedokter gigi waktu udah masuk pandemi ini karena adik saya kebetulan pakai kawat gigi, nah disitu dibebakan biaya untuk APD dokternya 😅

    ReplyDelete
  9. Kalau kacamata gimana yaa, ada jg ngga yaa yg ditanggung bpjs juga hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kacamata bisa kok mbak, duluuu banget saya pernah periksa mata. Katanya sih harus bawa surat dari dokter/rumah sakitnya nanti dibawa ke optik, cuma emang nggak semua di cover.

      Delete
  10. wah kemarin ini suami yang pernah konsul ke dokter gigi, pakai BPJS. Dia punya karang gigi, tapi kalau karang gigi nggak ditanggung BPJS kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya blm pernah sih bersihin karang gigi, tapi kata tmen saya juga nggak di cover kl bersihin karang gigi

      Delete
  11. Poli Gigi Kdp dan Panyingkiran malah masih tutup sampai sekarang. Akhirnya ke Drg Puji, kalau cabut gigi anak cuma Rp 75K, tapi 3 biji ya lumayan juga. Saya masih belum berani ke RS.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyyaaa teh bingung antara ke RS atau ke tempat dokternya langsung :D

      Delete
  12. aku pun gitu bu kemarin ... gahal tambah gigi karena pandemi alhasil gigiku bolong deh huhuhu ... habisnya takut mau kedokter

    ReplyDelete
  13. Saya belum pernah nih pake BPJS, udah lama sekali saya pergi ke dokter gigi akhir-akhir ini. Biasanya saya rutin keesana 1-3 kali kalau gak salah.

    ReplyDelete
  14. sama nih Mbak dengan Tanteku yang giginya juga udah lubang dari kapan waktu, selama pandemi ini udah berapa kali Beliau ngeluh sakit gigi, tapi urung ke RS juga karena menghindari virus ini.

    ReplyDelete

Berlangganan via Email