Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini. Let's Read, Baby!

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Membaca adalah membuka jendela dunia. Membaca membantu saya menemukan banyak hal yang tidak terjangkau oleh tangan dan pandangan mata. Kalau membaca membukakan jendela dunia, maka buku adalah dunia yang penuh cerita. Ya, saya bisa menemukan apapun dari buku yang saya baca.

Saya bukanlah orang yang tergolong "kutu buku", bahkan saya tidak punya ribuan koleksi buku. Saya hanya punya beberapa koleksi buku dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menghabiskan satu buku untuk saya baca. Tapi, dibanding aktifitas lainnya seperti mendengarkan musik, menonton film dan lainnya, membaca adalah aktifitas yang paling sering saya lakukan. Selain membaca, saya juga suka menulis. Saya mulai “mengakui” hobi saya menulis sejak SMA. Untuk bisa menulis banyak, maka saya harus membaca lebih banyak.

Meski saya belum menjadi “apa – apa” karena membaca, tapi saya ingin anak saya punya hobi yang sama. Toh hobi membaca bukanlah sesuatu yang merepotkan, kan? Justru hampir sebagian besar aktifitas kita sehari – hari melibatkan kegiatan membaca. Mulai dari membaca pelajaran di sekolah, membaca resep masakan di aplikasi, membaca berita di koran bahkan membaca chatting di layar handphone.

Jadi, saya menaruh harapan besar kepada anak saya agar bisa menerapkan budaya membaca dalam kehidupan sehari - hari dan punya minat baca tinggi melebihi minat baca saya yang masih naik turun. Namun, saya menyadari betul bahwa sebagai orangtua saya hanya bisa mengarahkan tapi keputusan sepenuhnya ada ditangan anak saya sendiri. Saya tidak tahu apakah kelak anak saya bisa punya minat baca yang tinggi atau tidak. Tapi, saya tidak mau kalah sebelum berperang. Saya mencoba dulu untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Ketika saya hamil dan usia kandungan saya berusia 5 bulan, saya pergi ke Bazar Buku Murah yang ada di Majalengka. Kebetulan suami saya juga punya hobi yang sama, bagi kami pergi ke bazar buku merupakan ajang our time yang bermanfaat. Seperti dikutip dari Alodokter bahwa pada usia kehamilan 18 minggu proses pendengaran bayi mulai berfungsi. Lalu, apa hubungannya dengan pergi ke bazar buku? Yup, ketika pergi ke bazar buku tentunya saya dan suami memilih - milih buku sambil "ngobrol" buku mana yang akan kita ambil. Dari kegiatan sederhana ini saya berharap anak saya sudah familiar dengan istilah - istilah buku dan membaca sejak dini, tentunya agar kelak punya minat baca yang tinggi.

Setelah anak saya lahir, saya coba mengenalkan buku kepada anak saya. Bantal buku adalah buku pertama yang saya kenalkan kepada anak saya pada usia 3 bulan. Bantal buku merupakan mainan anak yang berbentuk buku dan berisi gambar - gambar, bahannya terbuat dari kain berisi dacron jadi sangat aman untuk bayi. Meski belum mengerti, tapi saya tetap memberikan mainan bantal buku kepada anak saya untuk melatih motoriknya karena anak saya suka sekali membolak -  balik bantal buku ini. Selain itu, warnanya yang colorful juga pasti disukai anak - anak. Tak lupa selalu sisipkan edukasi disetiap kegiatan bermain anak. Sambil anak saya memainkan bantal bukunya, pelan - pelan saya sebutkan apa yang ada didalam buku tersebut. 

Seiring beranjak usia dan anak saya sudah bisa duduk mandiri, saya mulai mengenalkan buku - buku berbahan kertas bukan lagi bantal buku kepada anak saya. Buku - buku yang saya berikan adalah buku - buku cerita hewan ataupun buku bergambar lainnya. Pada fase ini kegiatan mengenalkan buku jauh lebih menyenangkan karena anak saya sudah duduk mandiri dan merangkak. Bahkan anak saya tetap seru diberi koran sekalipun, heheheh. Jadi, selain belajar mengenal buku dan budaya membaca juga bisa jadi wahana untuk bereksplorasi anak. Sebagai ibu, saya juga jadi lebih ekspresif ketika mengenalkan apa yang ada dalam buku dengan gerakan - gerakan agar anak saya bisa lebih memahami dan tidak bosan. Pengawasan dalam fase ini juga harus ekstra ketat, khawatirnya buku dari bahan kertas disobek kemudian dimasukkan ke dalam mulut.

Di usia anak saya sekarang yang menginjak 2 tahun dia sudah mengenal buku dengan baik, bahkan anak saya sering minta dibelikan buku jika buku - buku dirumah sudah rusak karena sering dimainkan olehnya. Agar tetap tercipta mindset membaca menyenangkan bagi anak saya, saya memberikan kebebasan untuk anak saya memilih buku yang ia mau. Selain itu, saya juga tidak melarang apabila anak saya mencoret - coret buku atau menggunting buku - buku yang sudah saya belikan agar dia bisa tetap asyik bereksplorasi. Maka dari itu, hingga saat ini saya selalu memberikan buku - buku murah untuk anak saya. Bukan saya perhitungan, tapi memang di usianya yang baru 2 tahun ini sedang asyik - asyiknya mencoba berbagai hal baru termasuk menggunting buku. So, buku - buku bergambar yang saya belikan biasanya saya beli dari toko buku murah. Buku - buku di toko buku murah merupakan buku - buku terbitan lama. Meski terbilang buku terbitan lama, tapi tidak mengurangi manfaatnya. 

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Saking sukanya dengan buku, ketika dibawa ke toko buku murah langganan meski tempatnya kurang baby friendly tapi anak saya sangat excited memilih buku. Bahkan beberapa kali dia bilang ingin dibelikan buku bergambar hewan dan bapak pemilik toko buku pun akhirnya memberi kami 3 buah buku anak gratis. Alhamdulillah.


Saya berharap kesukaan anak saya terhadap buku tidak akan berkurang seiring berjalannya waktu. Meski tak bisa dipungkiri di zaman yang serba digital ini, minat baca masyarakat sudah semakin menurun. Mana mungkin kita berharap punya anak yang rajin membaca sementara orangtuanya sendiri masih ogah - ogahan membaca, bukan? Ditambah lagi kemajuan teknologi memaksa kita jadi lebih suka gadget daripada buku, iya kan? Saya sendiri mengalami itu, kok! Tidak ada yang salah dengan perkembangan teknologi, bahkan kita harus mampu mengikutinya karena jika tidak maka kita akan ketinggalan. 

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, mengenalkan buku pada anak lebih mudah dan menyenangkan karena ada aplikasi Let's Read. Let's Read merupakan perpustakaan digital yang diprakarsai oleh program Book For Asia, The Asia Foundation. Aplikasi Let's Read berisi buku - buku cerita bergambar yang pastinya menarik bagi anak - anak. Ceritanya banyak dan tersedia dalam berbagai bahasa, seru! Asyiknya lagi buku - buku pada aplikasi Let's Read ini bisa diunduh dan dibaca secara offline, lebih hemat kuota kan? 

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Untuk mengunduh buku yang akan dibaca, caranya sangat mudah yaitu pilih buku yang akan diunduh kemudian pilih tombol panah kebawah dan buku siap dibaca meski dalam kondisi oflline. Saya coba mengunduh buku berjudul Tata & Titi yang bercerita tentang ayam dan cacing karena kebetulan anak saya suka sekali dengan karakter - karakter hewan. Ceritanya memang ringan dan sederhana, cocok sekali untuk anak - anak. Tapi, karena anak saya baru berusia 2 tahun maka saya tidak bebas memberikan handphone yang terinstal aplikasi Let's Read untuk dioperasikan oleh anak saya. Seperti dikutip dari Detik Health bahwa screen time pada anak usia 1-2 tahun yaitu kurang dari satu jam dalam sehari. Namun, jika sewaktu - waktu anak saya meminta handphone karena melihat teman - teman seusianya bermain handphone, saya coba berikan aplikasi Let's Read. Selain itu aplikasi Let's Read ini bisa jadi referensi orangtua untuk mendongeng atau bercerita kepada anak.
 
minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read  

Berdasarkan pengalaman saya dalam menumbuhkan minat baca anak dapat disimpulkan bahwa minat baca anak bisa dipupuk sejak dini. Prinsipnya adalah santai dan fun. Santai dalam arti jangan terlalu berekspektasi tinggi, berusaha mengenalkan buku kepada anak sejak dini dan berharap anak langsung suka buku dan membaca itu salah besar. Terkadang ekspektasi - ekspektasi kita sebagai orangtua yang akhirnya memaksakan anak menjadi seperti apa yang kita mau, setuju? Padahal semuanya butuh proses, begitupun dengan mengenalkan budaya membaca dan menumbuhkan minat baca pada anak. Fun, membaca buku harus menjadi aktifitas yang menyenangkan bagi anak bukan lagi sesuatu yang terkesan jadul dan membosankan. Ikuti saja apa yang disukai anak, tapi tetap fungsi controlling ada pada kita sebagai orangtua. Awalnya saya merasa risih dan rugi ketika anak saya suka sekali menggunting buku - buku dengan gunting kertas miliknya, tapi lama - kelamaan saya menyadari bahwa disitulah point pentingnya. Anak saya merasa seru dengan buku - buku dan guntingnya, saya sebagai ibu berusaha menyisipkan edukasi misalnya dengan mengarahkan agar menggunting pada karakter - karakter tertentu sambil menjelaskan mengenai karakter yang akan ia gunting. Lama - kelamaan karena terbiasa bergelut dengan buku - buku dan merasakan bahwa aktifitas membaca itu menyenangkan maka secara natural anak akan suka dengan buku serta punya minat baca yang tinggi.

Tips terakhir dalam menumbuhkan minat baca pada anak yaitu dengan menggunakan aplikasi Let's Read. Seperti telah disebutkan diatas bahwa penggunaan gadget pada anak sebaiknya dibatasi sesuai usianya. Artinya, anak masih boleh kok main gadget selama masih dalam batasan wajar dan ketika anak bermain gadget pun ada baiknya adalah membuka aplikasi yang bermanfaat seperti aplikasi Let's Read.

Nah, tunggu apalagi yuk download aplikasi Let's Read!

#LetsReadAsia #AyoMembaca

Pentingnya Membangun Branding Dengan Website Saat Persaingan Di Marketplace Mulai "Tidak Sehat"

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain

Siapa yang tidak kenal marketplace? Marketplace merupakan pihak ketiga yang memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Dalam pandangan saya, marketplace ibarat “pasar digital” dimana penjual membuka toko dan calon pembeli pun mencari sesuatu di pasar tersebut. Untuk bisa datang dan berkunjung ke pasar digital, calon pembeli cukup menggunakan kuota internet. Calon pembeli yang datang ke pasar digital pun ada yang benar – benar bertujuan membeli sesuatu atau hanya sekedar melihat produk tanpa membeli.
Kehadiran marketplace memang sangat membantu terutama bagi kaum milenial untuk tetap bisa berbelanja apapun meski #DirumahAja, maka bukan hal yang aneh jika banyak sekali pengguna marketplace di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Berikut keuntungan berbelanja menggunakan marketplace :
  1. Pilihan produk beragam dalam satu website atau aplikasi.
  2. Pilihan cara pembayaran lebih banyak sehingga lebih memudahkan pembeli untuk melakukan pembayaran pesanan.
  3. Pengecekkan resi lebih cepat karena biasanya resi sudah otomatis di sistem.
  4. Dana pembeli jauh lebih aman dibanding transaksi tanpa marketplace karena dana baru akan ditransfer setelah barang diterima oleh pembeli.
Ada beberapa marketplace yang populer di Indonesia dan berdasarkan data dari iPrice ( perusahaan agregator belanja online), Shopee memiliki web traffic tertinggi di kuarter pertama tahun 2019 di negara ASEAN dengan total pengunjung bulanan mencapai 184 juta orang di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura dan Vietnam. Sementara Lazada memiliki jumlah pengunjung rata-rata 179.7 juta pengunjung per bulannya. Sedangkan Tokopedia memimpin market share terbesar di web desktop dan mobile di Indonesia, dengan rata-rata pengunjung bulanan sebanyak 140 juta orang dan menjadikannya platform e-commerce paling banyak dikunjungi ketiga di Asia Tenggara meskipun hanya tersedia di Indonesia ( dikutip dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/  ). Begitu banyaknya pengguna marketplace tentu saja menjadi peluang renyah bagi para seller untuk membuka toko di marketplace. Tapi, apakah peluang tersebut memberikan feedback positif untuk seller?

Di era digital ini tak sedikit pedagang yang kemudian berlomba – lomba menambah saluran penjualannya dengan penjualan online baik itu berjualan di social media maupun di marketplace. Berbeda dengan Fevina Shop, online shop yang menjual produk gamis ini memang mengawali debutnya dengan memanfaatkan facebook fanpage dan menjadi dropshipper dari supplier lain. Kemudian semenjak membuka toko di marketplace 3 tahun yang lalu, Fevina Shop fokus berjualan di marketplace dan punya toko di Tokopedia, Shopee dan Lazada dengan menyetok produk sendiri bukan lagi menjadi dropshipper. Meski hanya berjualan di marketplace tapi bisa dibilang Fevina Shop cukup sukses menjadi online shop yang berjualan produk gamis low price hingga setelah lebaran tahun 2019 kemarin omset penjualannya menurun karena persaingan di marketplace yang semakin ketat. Tidak bisa dipungkiri semakin seringnya marketplace beriklan salah satunya di stasiun TV dengan membuat acara TV khusus yang menayangkan program suatu marketplace, membuat marketplace begitu dikenal banyak orang termasuk pedagang. Semakin banyak pedagang yang berjualan di marketplace artinya persaingan dagang di marketplace semakin sengit. Persaingan di marketplace saat ini tak hanya berbicara bagaimana seller menampilkan keunggulan produknya tapi juga menjual harga dengan semurah – murahnya. Saya pun sebagai pengguna marketplace seringkali menggunakan filter harga termurah dalam proses pencarian produk yang saya inginkan.

Bagi seller yang sudah punya tempat tersendiri di hati calon pembeli atau produk yang sudah punya branding yang bagus jauh sebelum membuka toko di marketplace, persaingan harga bukanlah sesuatu yang menyeramkan karena saat orang sudah loyal terhadap suatu brand biasanya harga tidak menjadi masalah. Ini merupakan pilihan berat bagi Fevina Shop, apakah harus tetap bertahan dengan harga yang sudah ditetapkan atau ikut menurunkan harga mengikuti perang harga dari seller lain tapi tidak menjamin bisa meningkatkan closing penjualan? 

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain

“Saya bisa saja ikut harga seller sebelah tapi lama – lama mungkin saya bisa bangkrut”, Ucap owner ketika diwawancarai di gudang Fevina Shop yang terletak di Maja Majalengka.
“ Kalau saya mampu, saya ingin fokus berjualan online sendiri tanpa marketplace tapi saya cukup sulit untuk menciptakan branding sendiri supaya  orang – orang bisa tahu kalau disini ada Fevina Shop yang menjual gamis dengan harga murah dan kualitas berani diadu dengan mereka yang sudah punya brand. “ Owner Fevina Shop menambahkan.
pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain
 
Branding merupakan nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing. ( Kotler, 2009 ) Bagi perusahaan branding, bukan hanya sekedar merek atau produk Anda dikenal tetapi juga sebagai image perusahaan secara keseluruhan atau bagaimana masyarakat merasa bahwa perusahaan Anda merupakan yang terbaik. Sumber : jurnal.id

Dalam bisnis online, website merupakan salah unsur yang sangat penting dalam menciptakan branding.  Bahkan di zaman yang sudah semakin maju ini pedagang - pedagang offline pun punya website sederhana sebagai bentuk iklan dimana nama domainnya dipasang di tempat - tempat tertentu. Website diibaratkan toko dalam makna yang “tidak nyata” dan menjadi nilai plus bagi online shop yang juga punya toko offline untuk menciptakan trust kepada calon pembeli. Lalu, apabila suatu online shop tidak punya toko offline bagaimana? Memaksimalkan website adalah jawabannya. Calon konsumen akan memberikan trust yang tinggi ketika berkunjung ke suatu website jika website yang dikunjungi terlihat professional. Selain itu website juga bisa menjadi “umpan” dalam promosi, biasanya iklan dari suatu online shop akan diarahkan ke website untuk menggambarkan sesuatu yang menarik dari online shop tersebut. Ada online shop yang hanya menggunakan website untuk mendeskripsikan suatu produk yang menarik atau biasa disebut pula sebagai landing page dan menggunakan landing page untuk menarik calon pembeli untuk bertransaksi melalui chat pribadi dengan admin. Ada pula online shop yang membuat design websitenya selain sebagai landing page juga sebagai toko online dimana kita sebagai pembeli bisa melakukan pembelian langsung melalui website.

Apapun jenis websitenya baik itu berupa landing page atau toko online, membuat website merupakan sesuatu yang susah – susah gampang. Susah, jika dilakukan oleh pemula tapi akan sangat mudah jika dikerjakan oleh ahlinya. Yup, untuk membuat website yang profesional memang membutuhkan tim ahli dan sekarang kita tidak perlu kebingungan lagi jika ingin membuat website professional untuk online shop atau kebutuhan lainnya karena Rumahweb punya jasa pembuatan website yang tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. 

Untuk mengetahui mengenai jasa pembuatan website silahkan kunjungi Rumahweb kemudian di menu “SEMUA LAYANAN” pilih Jasa Pembuatan Website. Jasa pembuatan website ini benar – benar mengikuti apa yang diinginkan oleh customer bahkan jika kita tidak punya materi sama sekali pun akan dibantu oleh tim Rumahweb untuk dibuatkan kontennya. Sementara untuk pilihan paketnya ada paket Basic, Pro dan Bussines. Nah mudah sekali kan membuat website dibantu dengan tim Rumahweb?

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain 

Tapi jika kamu ingin membuat website sendiri dan menggunakan layanan Rumahweb pun bisa. Ketika akan membuat website langkah paling awal biasanya adalah memilih hosting dan nama domain. Terlepas dari tujuan pembuatan website apakah untuk penggunaan bisnis atau personal, biasanya kita akan memilih hosting murah dan domain murah tapi dengan berbagai kelebihan. Pilihan hosting di Rumahweb yang menurut saya cukup menarik adalah hosting unlimited.


Hosting unlimited dari Rumahweb ini mulai dari Rp.24.900/bulan. Selain harganya sangat terjangkau, hosting unlimited ini juga gratis weebly builder sehingga untuk kamu yang pemula dalam membuat website paket ini highly recomended deh! Eittsss tapi saya sudah terlanjur beli hosting Indonesia dari lapak sebelah dan mau pindah ke Rumahweb? Bisa banget bahkan Rumahweb memberikan gratis layanan selama 3 bulan dan proses pemindahannya pun dibantu oleh tim Rumahweb, mudah kan? Paket hosting unlimited ini sudah termasuk domain gratis untuk tahun pertama.
“Hmmm.. saya mau buat landing page untuk toko online saya tapi saya belum punya banyak modal untuk membuat website ataupun membayar jasa Rumahweb untuk pembuatan website.”
Tenang, tenang.. Untuk pemula dalam berbisnis online tidak ada salahnya memanfaatkan platform gratisan misalnya menggunakan blogger untuk membuat landing page, sementara untuk domainnya beli di Rumahweb.
“Ohh harus beli domain ya?”
Saya sangat menyarankan untuk beli domain, meskipun belum punya website professional tapi setidaknya sebagai online shop punya "sesuatu" yang bisa diingat banyak orang dan salah satunya bisa melalui domain. Misalnya nama domain www(dot)gamismurahmajalengka(dot)com akan mudah diingat bagi orang Majalengka yang ingin mencari gamis murah. Selain itu menggunakan top level domain juga bisa memberikan kesan “professional” dan memberikan trust yang tinggi kepada calon konsumen. Jangan khawatir mengenai harga domain karena banyak sekali jasa penyedia layanan domain yang memberikan promo – promo domain murah termasuk Rumahweb. Domain yang ditawarkan di Rumahweb memang benar – benar murah, mulai dari 15 ribuan saja.

pentingnya membangun website saat persaingan di marketplace mulai tidak sehat, domain murah, hosting murah, hosting unlimited, email domain

Kenapa sih harus membeli domain murah di Rumahweb? Karena Rumahweb adalah ICANN Accredited Registrar yang beroperasi sejak tahun 2002 dengan lebih dari 130ribu domain terdaftar dan selalu di-audit untuk memastikan layanan terbaik bagi pelanggan sesuai dengan standard industry. Pada tahun 2012 Rumahweb juga menjadi salah satu Registrar PANDI untuk domain .ID dan menjadi pemimpin pasar dengan lebih dari 60% market share.
  1. Selain itu, fitur yang didapatkan ketika membeli domain murah di Rumahweb diantaranya sebagai berikut:Panel pengelolaan domain yang lengkap dan mudah digunakan.
  2. Managed DNS Service yang memungkinkan customer langsung membuat record DNS dan mengarahkannya sesuai kebutuhan.
  3. Privacy protection yang bertujuan melindungi privasi pemilik domain untuk menghindarkan customer dari spam.
  4. Domain dapat langsung terkoneksi dan diarahkan ke akun social media.
  5. Domain locking protection yang bertujuan melindungi domain agar tidak dapat tertransfer secara tidak sengaja.
  6. Rumahweb mendukung DNSSec yang merupakan standard pengamanan domain terhadap ancaman DNS poisoning.
Ketika online shop diharuskan memilih antara website atau marketplace maka sebaiknya adalah memaksimalkan dua – duanya. Website punya tugas membangun branding sebuah online shop, sementara marketplace merupakan salah satu bentuk “pasar” yang digunakan untuk bertransaksi.  Marketplace juga sangat membantu konsumen yang mungkin sudah hilang kepercayaan dalam berbelanja online ditengah maraknya penipuan belanja online karena seperti sudah disebutkan diatas bahwa marketplace menggunakan sistem rekening bersama dimana dana akan tertahan di marketplace hingga produk yang dipesan sampai ditangan konsumen.

Tapi, saat sebuah online shop hanya bergantung pada marketplace maka ketika marketplace sudah tidak sesuai dengan bisnisnya bahkan mungkin sudah dihapus maka online shop harus memulai kembali membangun branding dari nol seperti yang dialami oleh Fevina Shop. Namun, saat online shop sudah punya branding yang baik didunia perdagangan maka berjualan dimanapun tidak ada masalah entah itu berjualan di marketplace, social media bahkan berjualan secara offline.

Maka, ketika berbicara mengenai marketplace vs website apakah sebuah pilihan atau sinergi dalam dunia bisnis online. Jika website dan marketplace bisa dimaksimalkan keduanya maka website dan marketplace bisa menjadi sinergi yang baik dalam membangun dan mempertahankan sebuah online shop agar tetap eksis di dunia bisnis online. Namun, saat online shop belum mampu memaksimalkan keduanya maka webiste dan marketplace merupakan sebuah pilihan. Belajar dari pengalaman Fevina Shop, sebaiknya online shop melakukan optimasi website untuk media promosi dan menciptakan branding.

Tapi, pilihan sepenuhnya ada ditangan kalian para seller! Apakah akan fokus membangun website dan marketplace agar tercipta sinergi yang baik atau akan menjatuhkan pilihan pada website atau marketplace saja.