Keluar Rumah Saat Pandemi? Jangan Lupa Pakai Masker, Ya!




     Kemarin, anak saya dibawa oleh neneknya ( ibu saya ) ke toko sembako dan kebetulan anak saya yang berusia 2 tahun sudah paham kalau mau keluar harus pakai masker. Alhasil dia ikut ke toko tersebut dengan menggunakan masker dan katanya ketika di toko anak saya ditanya oleh pemilik toko. 
“Neng, sieun corona nya nganggo masker? ( Neng, takut corona ya pakai masker? )”. tanya pemilik toko
      Mendengar cerita tersebut saya pun hanya tersenyum. Entah pertanyaan tersebut serius atau hanya guyonan tapi memang terkesan menyepelekan pandemi Covid-19 ini dan mengabaikan anjuran pemerintah untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Sesuai anjuran WHO, pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh masyarakatnya menggunakan masker jika keluar rumah ( sumber : kompas.tv ). Hal tersebut merupakan langkah preventif yang sudah semestinya dipatuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia mengingat pandemi Covid-19 masih ada dan entah kapan akan berakhirnya.
      Awalnya anjuran menggunakan masker tidak terlalu dikampanyekan dimana – mana, bahkan saya sering melihat dan membaca bahwa anjuran menggunakan masker hanya untuk orang sakit. Namun  per tanggal 05 April 2020 pemerintah mengeluarkan aturan wajib memakai masker bagi siapapun yang keluar rumah ( sumber : Detik Health ). Seperti kita ketahui bersama bahwa media penyebaran Covid-19 adalah melalui percikkan cairan yang keluar dari mulut atau hidung. Maka ketika yang sakit menggunakan masker artinya menghalangi virus untuk tidak menyebar ke orang lain dan ketika yang tidak sakit menggunakan masker itu artinya menjaga percikkan cairan dari orang lain agar tidak terhirup olehnya. Meski sudah banyak edukasi mengenai bagaimana caranya Covid-19 menyebar namun tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga jarak terutama ditempat umum selama pandemi ini. Jadi cukup menyeramkan juga jika ditengah pendemi seperti ini orang - orang belum sadar betul pentingnya menjaga jarak ditambah tidak menggunakan masker.
    Saya dan keluarga pun tadinya tidak punya banyak stok masker. Masker kain hanya punya beberapa sementara masker sekali pakai ( masker medis ) tidak punya sama sekali karena harganya selangit dan cukup sulit didapatkan. Tapi semenjak pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker barulah kami berfikiran untuk stok beberapa masker kain mengingat masker kain harus sering dicuci, jadi kalau cuma punya 1 atau 2 saja rasanya masih kurang. By the way masker yang keluarga kami pakai adalah masker produksi MA Assyafiiyyah Sukaraja – Majalengka. Masker ini merupakan masker 2 ply yang bisa diselipkan tisu didalamnya. Untuk tanya – tanya atau pemesanan masker ini bisa klik disini dan Insyaallah nanti saya akan membuat postingan khusus mengenai masker.
       Lalu, apakah masker kain efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19? Davies et al melakukan penelitian di Inggris menyatakan bahwa efektivitas masker kain buatan rumah untuk menyaring partikel berukuran 0,06 - 1 mikron sebesar 71% sementara untuk partikel besar sebesar 79%. ( sumber : Detik Health ). So, jika dibandingkan dengan masker medis tentu saja masih jauh lebih baik menggunakan masker medis namun perlu diingat bahwa ketersediaan masker medis semakin sulit sementara masker medis banyak dibutuhkan oleh tim medis yang “berperang” secara langsung menghadapi Covid-19.
       Jadi, untuk kita yang bukan non medis sudah cukup menggunakan masker kain asal sering dicuci terutama setelah dipakai bepergian keluar rumah. Untuk mendapatkan masker kain pun tidak susah karena  penjual masker kain sudah menjamur dimana – mana semenjak pandemi ini. Alhamdulillah, dengan membeli barang dagangan mereka sama artinya kita memberikan rezeki kepada mereka ditengah pandemi yang menyebabkan kesulitan ekonomi hampir pada seluruh lapisan masyarakat. Selain itu dengan menggunakan masker saat keluar rumah itu artinya kita juga ikut membantu pemerintah dalam memerangi pandemi ini agar segera berlalu. Pandemi ini musibah bersama, jadi bukan hanya satu dua orang yang harus sadar tapi semuanya.
       Menggunakan masker saat keluar rumah merupakan salah satu langkah preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19 namun semuanya tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kesadaran dari semua orang. Si sakit harus menyadari bahwa dirinya bisa saja menularkan penyakit ke orang lain. Si sehat pun perlu menyadari bahwa belum tentu semua orang disekitarnya menyadari pentingnya menggunakan masker sehingga bisa saja batuk dan bersin sembarangan. Solusinya adalah si sakit dan si sehat sama – sama menggunakan masker. Namun meski sudah menggunakan masker tapi tetap harus menjaga jarak demi keamanan, ya! Sementara untuk kalian yang punya rezeki lebih, yuk bantu sesama dengan membagikan masker gratis agar semua masyarakat Indonesia bisa beraktifitas dengan lebih tenang karena menggunakan masker.
        Keluar rumah saat pandemi? Jangan lupa pakai masker, ya!


#BPNChallengeDay4

Tentang COVID-19



COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus jenis terbaru. COVID-19 pertama kali ditemukan ketika terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Coronavirus menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga penyakit yang kebih serius. Sumber : www.who.int.

Gejala klinis seseorang terkena COVID-19 adalah demam, batuk pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan dan letih lesu. Sumber : www.kemkes.go.id. Meski tidak semua orang yang memiliki gejala klinis seperti yang disebutkan diatas, tapi kita harus tetap waspada karena pada beberapa orang  yang terpapar COVID-19 tidak menimbulkan gejala apapun namun tetap beresiko menularkan kepada orang lain.

COVID-19 menyebar melalui percikan – percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terkena COVID-19 bersin, batuk atau mengeluarkan nafas. Selain terhirup langsung oleh orang lain yang ada disekitar orang yang terkena COVID-19, percikan – percikan ini bisa saja tidak langsung mengenai orang lain melainkan melalui benda dan permukaan sekitar. Orang sehat yang menyentuh benda atau permukaan tersebut kemudian menyentuh mata, mulut, hidung kemungkinan akan terjangkit COVID-19.

Berdasarkan cara penyebaran COVID-19 yang sudah dipaparkan diatas, berikut langkah untuk mencegah penybaran COVID-19 berdasarkan website resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia :
1.      Rajin mencuci tangan
Semenjak COVID-19 mewabah di Indonesia, handsanitizer menjadi barang yang sangat mahal dan langka. Padahal, pemerintah menganjurkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Lalu, apakah penting penggunaan handsanitizer? Menurut saya penting jika mobilitas kita cukup tinggi dan sering berada diluar rumah. Handsanitizer jadi solusi saat tangan sudah menyentuh barang atau permukaan yang mungkin disentuh juga oleh banyak orang dan kita cukup jauh dari kamar mandi atau wastafel. Tapi, saat kita menghabiskan banyak waktu dirumah, saya rasa masih jauh lebih efektif mencuci tangan dengan sabun.
2.      Menggunakan masker
Masker sangat berguna bagi orang sakit saat pandemik corona seperti sekarang ini agar percikan – percikan yang berasal dari mulut dan hidung yang diduga menjadi salah satu media penyebaran COVID-19 tidak terkena ke orang lain. Namun akhir – akhir  pemerintah mewajibkan semua masyarakat pakai masker saat keluar rumah demi menekan angka penyebaran COVID-19.
3.      Meningkatkan sistem imun tubuh
Pentingnya mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang seimbang dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta air putih merupakan salah satu upaya mencegah menyebaran COVID-19 yang mana dengan mengonsumsi makanan yang bergizi artinya memberikan makanan yang baik untuk tubuh kita sehingga system imun kita akan meningkat. Jangan lupa juga untuk berolahraga, ya!
4.      Diam dirumah
Dengan diam dirumah itu artinya membatasi kontak dengan orang lain. Tapi, saya yakin tidak semua orang bisa total diam dirumah selama pandemik ini mengingat kita masih butuh pergi keluar rumah misal berbelanja terutama bahan makanan dan kebutuhan sehari – hari lainnya. So, menurut saya keluar rumah masih boleh dengan catatan untuk keperluan yang urgent saja. Jadi, jika hanya sekedar "ngopi – ngopi cantik" di cafe lebih baik ditunda dulu.

Hingga saat ini masih simpang siur mengenai penemuan obat untuk mengobati virus COVID-19, namun banyak diberitakan bahwa dibeberapa negara sedang diadakan penelitian untuk vaksin dan pengobatan virus ini. Maka sejauh ini orang yang terkena COVID-19 akan diisolasi selama 14 hari berkaitan dengan masa inkubasi virus tersebut yang berlangsung selama 14 hari.

Sementara untuk data penyebaran COVID-19 di Indonesia yang diambil dari website resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana per tanggal 20 April 2020, ada pada gambar dibawah ini.


Untuk mendapatkan update terbaru mengenai COVID-19 baiknya mencari informasi dari website resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana disini, Kementrian Kesehatan Indonesia disini, atau di World Health Organization disiniMari sama – sama menjaga diri dan sekitar agar COVID-19 tidak semakin menyebar. Semoga pandemik ini segera berlalu.


#BPNChallengeDay1

Shampo Emeron Hijab Clean And Fresh Wanginya Bangkitkan Mood Positifku Saat #DirumahAja. Kamu Sudah Coba Belum?

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona

Ditengah virus corona yang mewabah di Indonesia ini pemerintah menetapkan aturan Work From Home bagi para pekerja. Bagi yang beraktifitas dirumah agar membatasi diri, keluar rumah jika ada keperluan mendesak dan lebih banyak #DirumahAja. Aturan pemerintah untuk #DirumahAja memang tidak terlalu berpengaruh bagi saya yang sudah terbiasa dirumah sejak hamil besar hingga sekarang anak saya berusia 2 tahun, tapi saya yakin anak dan suami saya pasti mengalami kejenuhan. Suami saya yang biasa pergi ke sekolah setiap hari untuk mengajar, sekarang harus mengajar melalui aplikasi online. Sementara anak saya  yang masih berusia 2 tahun dan biasanya sering saya bawa bepergian ke pasar, minimarket dan seminggu sekali pasti kami ajak jalan keluar untuk sekedar “cuci mata”, tapi semenjak pandemik corona ini benar – benar lebih banyak menghabiskan waktu dirumah.

Sebagai seorang ibu rumah tangga memang tak banyak yang bisa saya lakukan dalam ikut serta melawan virus corona, namun setidaknya saya harus lebih ekstra menjaga kebersihan rumah beserta isinya. Selain itu, saya harus membuat suasana dirumah menjadi lebih menyenangkan agar suami dan anak saya betah #DirumahAja. Karena keluarga kecil saya suka makan dan ngemil, maka memasak masakan favorit mereka adalah trik untuk membuat mereka betah #DirumahAja dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Salah satu masakan favorit suami dan anak saya adalah baso sebreng, kuliner khas tempat kelahiran suami saya di Sukaraja Majalengka.

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona

Sebenarnya sebelum virus corona mewabah pun memasak sudah jadi rutinitas sehari – hari saya. Mungkin bagi sebagian orang memasak adalah kegiatan yang melelahkan ditambah “bau bawang” yang biasanya menempel dibaju dan badan kita setelah memasak. Namun saat orang – orang yang saya cintai bisa menikmati hasil masakan saya dan memberikan nilai positif, rasa capek dan lelah saat memasak benar – benar hilang. Selain itu, saat memasak saya bisa menyalurkan energi yang ada pada diri saya melalui masakan. Entah mitos atau bukan saat mood saya bagus, hati saya senang, relaks dan tidak banyak fikiran maka hasil masakan pun akan enak. Tapi saat mood jelek, banyak fikiran, marah, kesal, biasanya hasil masakan saya akan tidak enak.

Bagi saya penting sekali untuk menciptakan mood positif di pagi hari karena mood di pagi hari akan berpengaruh terhadap aktifitas saya seharian. Mood yang positif bisa diciptakan dari fikiran kita yang positif dan fikiran yang positif bisa tercipta dengan badan yang bersih. Apalagi saat pandemik corona seperti sekarang ini begitu banyak media menayangkan berita mengenai virus corona ternyata malah menimbulkan kekhawatiran bagi diri saya dan memicu stress. Padahal kita tidak boleh stress karena akan mengakibatkan sistem imun menurun, lho! Jujur, saya tipe orang yang skip berita tentang virus corona terutama dipagi hari, tapi kalau siang dan sore hari saya tetap menonton berita tentang virus corona karena tetap harus mengikuti perkembangannya.

Selain skip berita dipagi hari demi menciptakan fikiran positif, saya wajib mandi di pagi hari. Iya, mandi pagi meski saya #DirumahAja tapi mandi pagi adalah suatu kewajiban. Saya jadi lebih semangat dan percaya diri setelah mandi pagi. Pernah saya coba mandi agak siang sekitar pukul 09.00 tapi yang ada saya malah malas beraktifitas dan maunya tiduran saja. Jadi, meski saya hanya seorang ibu rumah tangga tapi saya selalu memposisikan diri saya seperti pekerja yang harus mandi pagi dan pergi “ngantor”. Tapi, ngantor versi saya adalah mengurus anak, beres – beres rumah termasuk memasak seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona

Saat ini saya sedang jatuh cinta sekali dengan shampo Emeron Hijab Clean And Fresh, shampo ini menjadi bagian dari rutinitas pagi saya untuk menciptakan mood yang baik dan positif sehingga saya bisa lebih relaks dan memiliki fikiran positif. Awalnya saya ragu dengan produk ini karena bisa dibilang cukup murah, namun setelah saya coba malah suka sekali. Shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini menjadi jawaban atas permasalahan rambut saya selama ini. Shampo Emeron Hijab Clean And Fresh membantu mengatasi kerontokkan rambut saya. Wanginya pun enak, segar dan benar – benar membangkitkan mood positif saya. Biasanya setelah menggunakan shampo, wanginya hanya bertahan saat rambut masih basah. Tapi shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini wanginya benar – benar awet karena memang mengandung MOC perfume yang membuat rambut saya wanginya tahan lama dan anti apek. Harganya pun sangat murah, saya beli shampo Emeron Hijab Clean And Refresh ini di Indomaret ketika ada promo hanya Rp.10.000 dan saya coba cek dibeberapa toko pun harga normalnya tidak terlalu mahal. Kemasannya slim sehingga cukup travel friendly apalagi saya masih punya balita, jadi tidak makan tempat di diaper bag jika akan dibawa bepergian.

Blog competition, emeron bantu ciptakan fikiran positif saat pandemik corona
So, shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini solusi untuk kamu yang punya masalah serupa dengan saya yaitu rambut rontok, lepek dan bau apek apalagi bagi yang berhijab meski tidak semua wanita berhijab punya permasalahan yang sama dengan saya. Untuk kamu yang punya masalah berbeda dan bingung mau memilih produk emeron yang mana, bisa kunjungi official website emeron di www.emeronhaircare.com atau klik disini. By the way produk emeron ini selain harganya terjangkau juga bisa didapatkan dengan mudah di supermarket, minimarket bahkan di pasar tradisional dan warung.

Nah untuk kamu yang sekarang sedang WFH dan #DirumahAja atau menjadi teman #DirumahAja bagi partner hidupmu, boleh coba deh shampo Emeron Hijab Clean And Fresh karena selain mengatasi berbagai masalah seperti rontok, lepek dan bau apek, wangi shampo Emeron Hijab Clean And Fresh ini membangkitkan mood positif saya sehingga saya lebih semangat menjalani aktifitas #DirumahAja termasuk memasak masakan favorit anggota keluarga saya dan tentunya menyalurkan mood positif itu kedalam masakan sehingga anggota keluarga saya betah #DirumahAja.

Lalu bagaimana caramu menghadapi pandemik corona dengan #DirumahAja? #DengarkanHatimu yuk! Karena cuma kamu yang tahu apa yang terbaik untukmu dan keluargamu.

First Time Mengolah Kerang Dara, Inilah Resep Kerang Saus Tiram Simpel Ala Mamah Anggun


Sebagai seseorang yang sangat menyukai sayuran dan tidak terlalu suka dengan masakan berbau amis seperti olahan seafood, mengolah seafood merupakan sesuatu yang sangat jarang saya lakukan. Kemarin, untuk pertama kalinya saya mencoba mengolah kerang dara. Sebenarnya saya tidak yakin untuk mengolah kerang dara, apalagi kerang dara yang saya beli benar – benar belum melalui proses pengolahan apapun termasuk dibersihkan dan direbus. Meski tidak yakin tapi saya coba untuk mengolahnya berbekal resep dari aplikasi resep masakan serta bertanya kepada ibu saya.

Meski jarang sekali mengolah seafood, tapi kalau mencicipi menu seafood sih pernah dan sepertinya bumbu yang cukup familiar dan “nyambung” untuk seafood itu saus tiram. Tapi, saus tiram saja kurang deh sepertinya perlu ada rasa pedas dan manis untuk menyeimbangkan rasa amis dari daging seafood yang cukup strong dilidahku yang kurang suka dengan olahan seafood ini. Oke, berbekal resep dari aplikasi masakan saya coba cek ketersediaan bahan dan ternyata ready semua kecuali saus sambal dan saus tomat. Baiklah, untuk saus sambal dan saus tomat coba saya ganti dengan tomat dan cabe asli.

Langkah awal untuk mengolah kerang dara yang saya lakukan adalah membersihkan kerang dara sebersih mungkin. Ibu saya mengatakan bahwa untuk mengolah kerang dara perlu direndam terlebih dahulu kurang lebih semalaman untuk memastikan kerang dara benar – benar bersih. Wah, tapi saya kan mau masak kerang daranya sekarang? Oke berarti saya harus membersihkan kerang dara ini berkali – kali sampai bersih bahkan beberapa resep yang saya baca menyarankan untuk menyikat kerangnya satu persatu. Karena saya sangat takut kerang yang akan saya olah tidak bersih maka saya coba ikuti tips tersebut. Saya bilas kerang hingga kurang lebih 10 bilasan sampai air bilasan jernih, kemudian saya sikat kerangnya ( untung cuma setengah kilogram, kan? ) dan saya rebus. Setelah saya rebus kemudian saya bilas kembali kerang dan dibersihkan di air mengalir. Kerang dara yang bersih dan sudah direbus siap untuk diolah, berikut bahan dan cara memasak kerang dara ala mamah Anggun.

Bahan – bahan :
1. Kerang dara
2. Wortel ( boleh skip )
3. Bawang putih
4. Saus tiram
5. Kecap manis
6. Tomat
7. Cabe merah
8. Daun salam
9. Daun jeruk
10. Sereh
11. Lengkuas
12. Jahe

Cara membuat :
1. Rebus kerang di air mendidih kemudian beri garam, daun jeruk, daun salam dan sereh hingga cangkang terbuka.
2. Saya tidak berhasil merebus hingga cangkang terbuka sempurna, akhirnya saya coba buka satu persatu setelah direbus sambil kembali dicuci diair mengalir seperti saya sebutkan diatas.
3. Rebus wortel yang sudah dicuci bersih dan dipotong kecil memanjang.
4. Cincang halus bawang putih, iris cabe merah, tomat dan jahe kemudian tumis hingga harum.
5. Setelah harum, beri air secukupnya hingga kerang dan wortel terendam.
6. Masukkan daun jeruk, lengkuas, salam dan sereh.
7. Masukkan 2 sendok makan tepung maizena yang sudah dilarutkan ke air kemudian aduk hingga merata dengan bumbu.
8. Masukkan kerang dan wortel, aduk perlahan kemudian tutup dengan tutup panci agar bumbu meresap. Aduk sesekali perlahan, saat dirasa sudah pas dan agak menyusut kemudian beri kecap manis.
9. Kerang dara saus tiram siap disajikan.

Setelah kerang dara saus tiram dicicipi oleh suami saya alhamdulillah beliau suka dengan masakan saya. Tapi jujur ya, kalau bisa memilih sepertinya saya tidak mau mengolah kerang dara lagi. Hihihi… Point penting dalam mengolah kerang dara adalah pada saat membersihkan kerang dara. Saya pernah mendengar beberapa kasus orang yang keracunan makan seafood dan salah satu penyebabnya bisa jadi karena proses pembersihan yang kurang maksimal, benarkah? Yuk yang lebih berpengalaman dalam mengolah kerang dara boleh share, ya!

Baso Sebreng, Kuliner Khas Sukaraja Majalengka. Yuk Cintai Kekayaan Kuliner Lokal!


baso sebreng kuliner khas sukaraja majalengka

Indonesia memang terkenal beraneka ragam suku, bahasa, budaya juga kulinernya. Keberagaman Indonesia ini tak hanya antar kabupaten ataupun pulau, bahkan satu kabupaten pun bisa sangat beragam.
Saya warga asli Majalengka, lahir dan besar di Majalengka tepatnya di kecamatan Maja.
“Ti mana nenk?” tanya seseorang yang biasanya baru mengenal saya
“Abdi ti Maja.” jawabku
“Ohhhh ti gunung nya?” balasnya
Ya, gunung yang sering orang – orang maksudkan adalah suatu tempat yang datarannya agak tinggi dibanding pusat kota Majalengka. Memang disini udaranya segar, hawanya adem, pemandangan sawah dan air yang mengalir deras masih mudah didapatkan.
Sementara suami saya berasal dari Sukaraja, satu desa di kecamatan Jatiwangi Majalengka yang mulai banyak dibangun pabrik – pabrik. Udaranya panas, banyak debu, bernafas pun rasanya susah. Sebenarnya kondisinya tidak separah yang dibayangka tapi karena saya terbisa di udara yang sejuk dan dingin, saya jadi perlu beradaptasi dengan cuaca disana.
Saya masih ingat ketika pertama kali menginap dan memasak dirumah mertua. Wih rasanya gerah dan panas sekali, beres dari dapur baju saya basah kuyup mandi keringat. Sampai sekarang pun saya masih merasa kepanasan di tempat kelahiran suami saya, tapi mungkin tidak separah dulu. Saya juga masih ingat pertama kali saya mengenal makanan khas Sukaraja yaitu baso sebreng.
“ Hah? Baso sebreng? Nu kumaha atuh? “ tanyaku pada suami kala itu
Untuk menjawab rasa penasaran saya, kemudian mertua saya menyajikan menu baso sebreng saat lebaran. Dibayangan saya, baso sebreng adalah jenis makanan berkuah yang wangi kaldu dan ada pentolnya. Namun ternyata dugaan saya salah, baso sebreng bahkan tidak ada pentolnya sama sekali.
“Yank, mana basona atuh? aning baso sebreng?” tanyaku pada suami dengan penuh keheranan
Baso sebreng khas Sukaraja Majalengka ternyata memang tidak ada pentolnya. Baso sebreng adalah makanan dengan bahan dasar soun yang diberi taburan kacang kedelai goreng, bawang goreng, seledri yang kemudian diguyur oleh kuah sop tulang atau tetelan sapi. Komposisi yang wajib dari baso sebreng adalah sambel dan merica yang banyak. Konon katanya disebut baso sebreng karena basonya sangat pedas sehingga membuat orang yang makan akan merasakan sensasi pedas yang luar biasa. Jadi, ketika masak baso sebreng khas Sukaraja Majalengka ini wajib untuk menambahkan merica dalam porsi lumayan banyak selain sambel cabe.
Sebagai seseorang yang baru mengenal dan mencicipi baso sebreng khas Sukaraja Majalengka, saya cukup kebingungan ketika suami minta dibuatkan baso sebreng apalagi baso sebreng ini sudah seperti kuliner "khas leluhur". Kemudian saya mendapatkan resep baso sebreng khas Sukaraja Majalengka dari mertua dan mempraktekannya sendiri. So far suami saya suka dengan baso sebreng buatan saya. Berikut resep baso sebreng khas Sukaraja Majalengka.

baso sebreng kuliner khas sukaraja majalengka


Bahan – bahan :
1.       Tetelan atau tulang sapi ( kali ini saya pakai tetelan sapi )
2.      Soun
3.       Bawang putih
4.       Kemiri
5.       Bawang daun dan seledri
6.       Bawang goreng
7.       Kacang kedelai goreng
8.       Merica
9.       Penyedap rasa sapi
10.   Cabe rawit untuk sambal

Cara membuat baso sebreng :
1.       Rebus tetelan atau tulang sapi sebentar, buang air rebusan pertamanya.
2.       Haluskan bawang putih dan merica kemudian tumis hingga harum
3.       Rebus kembali tetelan atau tulang sapi hingga mendidih.
4.       Masukkan bumbu halus yang sudah ditumis
5.       Beri garam, vetsin, penyedap rasa sapi dan merica.
6.       Lanjutkan merebus tetelan atau tulang sapi hingga kaldu dan bumbu meresap dan air agak menyusut kemudian saat dirasa sudah pas, masukkan bawang daun yang sudah dipotong - potong.
7.       Sambil menunggu, rendam soun dengan air panas sebentar. Bisa juga direndam dengan air suhu ruangan tapi prosesnya lebih lama
8.       Cincang halus seledri untuk taburan.
9.       Buat sambal dengan cara rebus sebentar cabe, beri garam dan sedikit vetsin kemudian ulek dan tumis. Saran saya untuk sambal baso sebreng ini jangan terlalu kaya rasa, cukup asin dan pedas saja supaya tidak mengganggu gurihnya kuah baso.
10.   Setelah kuah baso matang, tata soun yang sudah direndam dalam mangkok kemudian taburi dengan bawang goreng, kacang kedelai goreng, seledri dan sambal cabe.
11.   Siram soun dengan kuah baso berikut tetelan atau tulang sapi.
12.   Baso sebreng khas Sukaraja Majalengka siap disajikan hangat bersama keluarga tercinta.

Sekarang, membuat baso sebreng khas Sukaraja Majalengka bukan lagi sesuatu yang asing bagi saya meski awalnya saya sempat tidak percaya diri untuk membuat baso sebreng ini untuk suami. Tapi, saat suami bilang rasanya enak? Wah saya sih tidak kapok kalau suami minta dibuatkan lagi. Sekarang, baso sebreng khas Sukaraja Majalengka ini jadi masakan special di keluarga kecil kami. Saat moment – moment special atau saat ingin menikmati quality time bersama keluarga, biasanya suami saya meminta dibuatkan baso sebreng.
Saya tidak tahu pasti kebenaran baso Sebreng sebagai kuliner khas Sukaraja Majalengka atau bukan. Namun, tidak ada salahnya untuk kita melestarikan kuliner baso sebreng khas Sukaraja Majalengka ini. Ditengah zaman yang semakin maju, masyarakat yang semakin melek teknologi, akses untuk mendapatkan ilmu memasak dan resep masakan luar tidaklah sulit namun jangan sampai kita melupakan kuliner khas yang sudah mendarah daging dimasyarakat sejak dulu kala seperti baso sebreng khas Sukaraja Majalengka ini.

Hayu geura ngadamel baso sebreng, atuh!



Penerapan Jadwal Makan Yang Konsisten Lebih Efektif Daripada Vitamin Penambah Nafsu Makan Dalam Mengatasi Gerakan Tutup Mulut ( GTM ) Pada Anak Saya PART I


penerapan jadwal makan yang konsisten lebih efektif daripada vitamin penambah nafsu makan dalam mengatasi gerakan tutup mulut pada anak saya

Vitamin penambah nafsu makan anak merupakan incaran para ibu yang anaknya sering mengalami gerakan tutup mulut ( GTM ). Banyak merk vitamin penambah nafsu makan anak yang mengklaim bahwa produknya bisa membantu meningkatkan nafsu makan sehingga bisa mengatasi GTM pada anak. Tapi, benarkah vitamin penambah nafsu makan efektif untuk mengatasi GTM pada anak?

Ah, begitu panjang dan melelahkan ketika saya harus menceritakan bagaimana saya sebagai seorang ibu harus mengikuti fase paling seram dalam MPASI ( Makanan Pendamping ASI ) anak, mungkin perlu satu postingan khusus yang fokus membahas fase GTM anak saya. By the way anak saya tidak suka dengan MPASI instan, jadi saya selalu membuat MPASI untuk anak saya sejak masih bubur saring hingga sekarang sudah ikut menu keluarga. Sebenarnya anak saya bukanlah tipe anak yang sangat susah makan, bahkan diawal MPASI tergolong lahap. Namun, sewaktu – waktu fase GTM nya sering menyerang dan berlangsung sekitar 3-7 hari. Sebagai ibu baru tentunya saya sangat panik ketika anak saya menolak menu apapun yang coba saya berikan.  Saya selalu takut anak saya tidak tercukupi nutrisinya apalagi semakin besar usianya maka semakin kecil pula asupan nutrisi yang bisa terpenuhi dari ASI.

Hal pertama yang terlintas di fikiran saya ketika anak GTM adalah memberikan vitamin penambah nafsu makan. Entah sudah tradisi atau saya yang terlalu tergiring opininya oleh iklan bahwa ketika anak GTM, vitamin penambah nafsu makan adalah solusinya. Maka, ketika anak saya mengalami GTM parah diusia 9 bulan saya pun terfikirkan untuk mencoba memberikan vitamin penambah nafsu makan. Namun, pada saat itu saya tidak berani memberikan vitamin penambah nafsu makan anak tanpa anjuran dokter. Setelah beberapa kali pergi ke dokter anak karena memang kebetulan anak saya juga sering sakit bahkan hampir setiap bulan, mungkinkah karena sistem imun yang lemah akibat tidak tercukupinya nutrisi yang dibutuhkan oleh anak seusianya? Maybe yes! Dokter anak pun menilai anak saya yang berat badannya tidak sampai 8 kg itu tergolong kecil.
“Bu, berapa berat badannya waktu lahir?” Tanya dokter anak favoritku itu.
“3,2 kg bu dokter.” Jawabku
“Waaah kecil ya, harusnya usia segini sudah mendekati 3x berat lahir.” Jawab dokter dengan tetap ramah dan tersenyum manis.
Dokter menyarankan untuk memperbaiki pola makan dan meresepkan vitamin. Lalu, apakah efektif pemberian vitamin penambah nafsu makan pada anak saya? Ternyata vitamin penambah nafsu makan anak tidak terlalu efektif mengatasi GTM pada anak saya. Anak saya tetap GTM dan kalaupun mau makan hanya 3 suap, hal tersebut berlangsung hingga usia 15 bulanan. Lelah, seminggu lahap seminggu GTM.

Kemudian saya teringat di highlight instagram dokter anak yang cukup sering sharing info tentang anak yaitu Dokter Metahanindita, ada highlight yang membahas mengenai GTM dan jadwal makan pada anak. Mohon maaf sebelumnya bila ada kesalahan pemahaman dari saya ya, Dok.  Saya berusaha menafsirkan apa yang dijabarkan oleh dokter semampu saya, apalagi saya tidak punya background di dunia medis.


Di salah satu highlightnya dokter Meta menjelaskan bahwa jadwal makan merupakan aturan dasar yang sangat penting. Seorang anak butuh waktu 100 menit untuk mengosongkan isi lambungnya sebanyak 50%, artinya dengan mengatur jadwal makan yang berkaitan dengan waktu pengosongan lambung maka kita sekaligus mengajarkan konsep lapar dan kenyang pada anak.

Sebelumnya jadwal makan anak saya sebagai berikut :
1.    Pukul 06.30 – pukul 07.30 : Sarapan
2.    Pukul 10.00 – pukul 11.00 : Makan siang
3.    Pukul 13.00 – pukul 14.00 : Snack
4.    Pukul 16.00 – pukul 17.00 : Makan sore

Jadwal makan tersebut sudah disesuaikan dengan jam tidur anak saya. Anak saya tergolong anak yang susah tidur siang dan selalu bangun pagi, sementara untuk pemberian ASI tidak saya atur waktunya dalam artian saya berikan kapanpun jika anak saya minta.

Setelah membaca highlight dokter Meta, saya jadi menyadari bahwa bisa saja ada yang salah dengan penerapan jadwal makan anak saya sehingga anak saya sering mengalami GTM. Mungkin saja anak saya jenuh karena jarak makan berat dengan makan berat selanjutnya terlalu dekat tanpa diselingi snack. Belum lagi orang – orang disekitar saya yang beranggapan bahwa “biar sedikit yang penting sering” ternyata tidak benar jika diterapkan seenaknya. Memang saat anak GTM, tidak masalah jika dia masih mau makan meski sedikit tapi bukan berarti setiap menit berusaha memberikan makan atau cemilan dan pada akhirnya makan akan menjadi rutinitas yang membosankan. Pemberian makan yang sedikit tapi sering boleh diterapkan tapi tetap perlu diperhatikan pula intervalnya.

Akhirnya dengan perasaan yakin dan tidak yakin saya mencoba merubah jadwal makan dan sedikit memberikan jarak supaya anak mengenal “rasa lapar”,

Berikut jadwal makan baru anak saya :
1.       Pukul 06.30 – pukul 07.30 : Sarapan
2.       Pukul 09.00 – pukul 10.00 : Snack
3.       Pukul 12.00 – pukul 01.00 : Makan siang
4.       Pukul 15.00 – pukul 16.00 : Snack
5.       Pukul 17.00 – pukul 18.00 : Makan sore

Jadwal makan yang sudah saya buat tidak sepenuhnya on time kok, maka dari itu saya beri perkiraan misal untuk sarapan antara pukul 06.30 – pukul 07.30 dan saat lewat dari jam tersebut maka saya harus lewati jadwal tersebut. Contohnya, pada suatu hari anak saya bangun kesiangan karena malamnya begadang sehingga bangun pukul 08.00 maka saya tidak berikan dia sarapan pagi karena biasanya butuh waktu 30 – 60 menit untuk membangkitkan nafsu makannya setelah bangun tidur. So, saya skip sarapannya dan saya hanya berikan snack begitu pula saat anak saya hanya makan beberapa suap maka saya tidak paksa untuk makan banyak dan tidak berusaha memberikan lagi makan dalam beberapa menit ke depan, saya biarkan dan tunggu hingga jadwal makan berikutnya.

Dalam menerapkan jadwal makan ini saya yakin banyak sekali hambatannya, baik dari diri kita sendiri sebagai ibu maupun dari orang lain. Di awal – awal menerapkan jadwal makan ini saya sering “perang batin” dengan diri saya sendiri, saya selalu takut anak saya kelaparan apalagi saat anak saya hanya makan beberapa suap. Selain hambatan dari diri sendiri, tak jarang saya mengalami hambatan dari orang lain. Misalnya ketika bermain diluar dan sebentar lagi waktu makan siang anak saya, saya selalu membiarkan dia asyik bermain hingga lupa ngemil. Namun terkadang orang lain tidak mengerti apa yang sedang saya terapkan sehingga sering menawarkan makanan atau cemilan kepada anak saya.
 “ Keun wae atuh saeutik – saeutik ge padu ngereyeuh daek barang dahar ( tidak apa – apa makan sedikit – sedikit juga yang penting mau makan ), “ pernah terlontar dari salah satu saudaraku.
Kesal, saya benar – benar kesal saat selalu mendengar slogan tersebut. What? Se-lebay itu kah? Ya, di awal – awal saya sering kesal dengan orang – orang yang selalu memberikan cemilan atau mengajak anak saya makan padahal timingnya tidak sesuai dengan jadwal makan yang berusaha saya terapkan pada anak saya.

Namun, lama kelamaan anak saya pun sudah hafal “ritme” makannya sendiri. Sekarang anak saya sudah berusia 2 tahun dan jarang sekali bermasalah dengan nafsu makan bahkan dia sudah bisa memilih mau makan dengan apa atau menolak ketika merasa masih kenyang dan meminta makan ketika sudah merasa lapar. Berat badan anak saya sekarang hanya 11,7 kg setelah sebelumya di 12 kg karena masih recovery setelah sakit dan dirawat cerita selengkapnya disini. Anak saya memang tergolong kecil tapi posturnya tinggi bahkan hampir menyerupai anak usia 3 - 4 tahunan.

Jujur, sampai saat ini saya belum tahu pasti kenapa dulu anak saya sering GTM tapi untuk vitamin penambah nafsu makan anak memang tidak efektif pada waktu itu. Maybe pada beberapa anak vitamin penambah nafsu makan sangat efektif mengatasi GTM. Dan penerapan jadwal makan cukup efektif untuk anak saya tapi bisa jadi tidak berpengaruh untuk anak lain. So, saya tidak memaksa pembaca untuk meyakini apa yang saya tulis tapi semoga apa yang saya tulis disini bisa bermanfaat. Selalu konsultasikan ke dokter ya apabila terjadi sesuatu pada anak termasuk jika GTM sudah berkepanjangan dan berakibat pada penurunan berat badan.

Cara Membuat Acar Ikan Kembung Bumbu Kuning

cara membuat acar ikan bumbu kuning


Ikan kembung merupakan ikan favorit anak saya. Biasanya saya memasak ikan kembung dengan cara digoreng atau dipepes. Tapi kali ini saya akan mencoba memasak ikan kembung dengan cara yang berbeda yaitu dengan membuat acar ikan kembung bumbu kuning. Untuk pertama kalinya saya mencoba memasak acar ikan kembung bumbu kuning untuk anak saya dan saya berharap anak saya bisa menyukainya.


Cara membuat acar ikan kembung sangatlah mudah, bahan – bahan dan bumbunya pun mudah didapat di warung atau dipasar tradisional. Berikut cara membuat acar ikan kembung bumbu kuning :



Bahan – bahan acar ikan kembung bumbu kuning :
1.          Ikan kembung
2.          Wortel
3.          Timun
4.          Bawang merah
5.          Bawang putih
6.          Kunyit
7.          Jahe
8.          Lengkuas
9.          Ketumbar bubuk
10.      Kemiri
11.      Daun Salam
12.      Daun Jeruk
13.      Sereh
14.      Gula, garam, penyedap, merica

Cara membuat acar ikan kembung bumbu kuning
1.          Goreng ikan kembung yang sudah dicuci bersih dan dibuang isi perutnya, kemudian tiriskan.
2.          Ulek bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, lengkuas,  ketumbar bubuk.
3.          Iris memanjang wortel kemudian rebus sebentar.
4.          Iris memanjang timun, ambil bagian luarnya saja.
5.          Tumis bumbu halus hingga harum, beri air sesuai kebutuhan. Saya biasa memberi air kurang lebih hingga ikan dan sayur terendam.
6.          Setelah bumbu harum dan air mendidih, beri garam, gula, penyedap, merica, daun salam, daun jeruk dan sereh.
7.          Masukkan ikan, tutup agar bumbu meresap.
8.          Masukkan wortel dan timun, tutup kembali agar meresap.
9.          Sesekali ikan dan sayuran boleh diaduk perlahan supaya tidak hancur.

Setelah saya coba berikan ke anak saya, ternyata anak saya suka dengan acar ikan bumbu kuning ini. Untuk para bunda yang sedang kebingungan dengan MPASI si kecil, acar ikan bumbu kuning ini bisa jadi referensi tinggal sesuaikan teksturnya dengan kemampuan mengunyah si kecil.

Jenis - Jenis Sambal Yang Sering Ada Di Meja Makan Kami, Kamu Suka Yang Mana?


Sebagai seorang istri dari suami yang sangat menyukai masakan rumahan, memasak sambal menjadi suatu keharusan apalagi kami orang sunda asli yang rasanya kalau makan tanpa sambal itu kurang “nendang”. 

Makan dengan menu apapun, suami saya selalu bertanya,” nyambel henteu, Yank?”. Lalu ketika saya jawab tidak, beliau membalas,”nyambel atuh, nu dadakan bae.”

Sejak awal menikah saya memang sudah tahu konsekuensinya menikah dengan laki – laki yang suka sambal. Saya pribadi pun cukup bosan jika setiap makan dengan menu sambal yang itu – itu saja. Akhirnya dengan kemampuan memasak saya yang pas – pasan, saya selalu berusaha menyajikan menu sambal yang berbeda – beda setiap kali makan apalagi saat WFH ( Work From Home ) seperti sekarang ini. Setidaknya saya harus menyajikan dua sambal yang berbeda dalam satu hari, sementara untuk sarapan saya skip sambal. Saya belajar memasak dengan otodidak, maka saya biasa membuat sambal semau saya. Ada beberapa jenis sambal yang saya lihat menunya dari cookpad atau saya dapat ilmunya dari hasil bertanya, namun tak jarang resep sambal tersebut saya modifikasi sesuai selera dan stok bahan yang tersedia.

Berikut beberapa jenis sambal yang cukup favorit di meja makan kami :

1. Sambal cengek ( cabe rawit ) matah
Sambal matah ini merupakan sambal favorit saya, kenapa? Karena sambal matah ini paling praktis dan jadi penolong saat tidak sempat masak sambal. Bahan – bahannya hanya cabe rawit, bawang putih, garam dan sedikit vetsin. Sambal cengek matah ini harus dibuat dadakan ketika akan makan dan segera habiskan karena kalau terlalu lama akan menimbulkan bau dan rasa yang kurang sedap. Sambal cengek matah ini cocok untuk berbagai lauk.

2. Sambal korek
Sedikit berbeda dengan sambal cengek matah, sambal korek ini memang tergolong sambal matah namun saat selesai diulek bisa ditambahkan minyak panas bekas menggoreng ikan atau ayam sehingga sangat terasa gurihnya. Saya pernah mencoba sambal korek dengan berbagai macam perpaduan bawang dan cabe dan yang paling pas dilidah suami saya adalah sambal korek dari cabe merah besar dan bawang putih. Untuk seasoningnya cukup dengan garam dan vetsin. Namun dibeberapa resep ada juga yang membuat sambal matah terasi, sambal matah tomat dan lain – lain. Hmmm patut dicoba!

3. Sambal matah kencur
Sambal matah kencur ini sama dengan sambal cengek matah hanya bedanya ditambahkan kencur. Menurut saya, sambal matah kencur ini cocok disajikan dengan lauk yang cukup netral rasanya misal dengan ayam goreng, ikan goreng, tahu goreng, tempe goreng serta lalab sayur karena rasa kencurnya yang cukup strong. Jika disajikan dengan menu lain seperti tumis – tumisan malah terlalu banyak rasa dan rasa khas dari kencurnya kurang terasa.

4. Sambal balado
Bahan dari sambal balado ini adalah cabe merah, bawang putih dan tomat. Ada banyak versi membuat sambal balado, tapi saya lebih suka diulek mentah dulu kemudian digoreng. Saat menggoreng tinggal tambahkan garam, vetsin, penyedap dan gula pasir agak banyak karena saya suka sambal balado yang ada manis – manisnya gitu.

5. Sambal tomat
Komposisi dari sambal tomat hampir sama dengan komposisi sambal pada umumnya, namun pada tomat ini harus dominan rasa tomatnya. Tapi jika terlalu banyak tomat juga jadi asam, biasanya saya akali dengan membuang tomat bagian dalam dan merebus sebentar tomatnya sebelum saya olah menjadi sambal tomat.

6. Sambal terasi
Bicara terasi pasti erat kaitannya dengan sambal. Ya, sambal selalu identik menggunakan terasi, padahal tidak semua sambal ada komposisi terasinya. Sambal terasi versi saya biasanya terdiri dari cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, sedikit tomat, terasi, gula merah, garam, penyedap dan vetsin. Untuk membuat sambal terasi biasanya saya memotong – motong dulu cabe, bawang dan tomat kemudian digoreng sebentar bersama terasi. Setelah digoreng barulah saya ulek, bisa langsung dimakan bisa digoreng kembali jika akan dimakan beberapa jam kemudian supaya tidak cepat bau.

7. Sambal matah Bali
Saya pertama mendapat resep ini dari cookpad dan ketika mencoba ternyata enak juga. Saya tidak tahu pasti apakah resep sambal matah ini asli dari Bali atau bukan, mohon maaf kepada masyarakat Bali apabila terjadi kesalahan. Bahan – bahan untuk membuat sambal matah bali terdiri dari cabe, bawang merah, bawang putih, tomat dan sereh. Semua bahan saya cincang kasar kemudian panaskan minyak kemudian campurkan minyak panas dengan bahan – bahan sambal tadi. Sambal matah siap disajikan dengan nasi hangat dan lauk favoritmu, yummy!

8. Sambal cumi, sambal teri, sambal tahu, sambal tempe, sambal jengkol, sambal petai
Sambal ini ada sedikit perbedaan dengan sambal – sambal lainnya yaitu ada komposisi  tambahan seperti cumi, teri, tahu, tempe, petai dan jengkol. Biasanya saya menggunakan cabe, bawang merah, bawang putih, sedikit tomat, sedikit terasi, daun jeruk dan dicampur dengan bahan – bahan yang disebut diatas sesuai selera. Bahan – bahan campuran biasanya saya goreng tanpa dibumbui terlebih dahulu kecuali petai. Untuk cumi asin dan teri biasanya  saya rendam terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa asin. Untuk sambal jenis ini suami saya bisa menghabiskan satu mangkok sambal, lho!

Nah itulah jenis – jenis sambal yang biasa saya sajikan dan termasuk sambal favorit suami saya. Sebenarnya masih banyak jenis sambal lagi yang sering saya sajikan tanpa rencana, misal karena bahan – bahannya tidak lengkap dan jadilah sambal sesuka hati. So far, suami saya selalu lahap makan dengan sambal apapun.
Mohon maaf apabila dari segi bahan atau cara pembuatan sambal kurang sesuai atau berbeda dengan yang sering dilakukan oleh ibu – ibu lainnya, saya sangat senang apabila ada yang memberikan koreksi untuk menambah wawasan saya akan sambal.


Salam ngulek!


Susi Story

Memasak Dan Menulis Part II

Gambar hanya ilustrasi
Sebelumnya

Setali tiga uang dengan memasak, menulis juga adalah suatu proses. Tidak ada penulis hebat yang langsung bisa menerbitkan buku atau karyanya langsung dimuat dimedia cetak. Saya yakin para penulis hebat yang berhasil menulis novel, menulis cerpen atau buku – buku ilmiah pernah melewati proses pahit dikritik oleh banyak pihak. Apalagi saya yang bukan siapa – siapa ini. Seperti memasak, saya yakin setiap orang bisa menulis tapi perihal hasilnya yang baik atau tidak itulah yang perlu digaris bawahi.

Sejak SMA saya sangat suka membaca novel, cerpen dan menulis ala kadarnya sampai sering dibilang “lebay” karena terlalu menjiwai isi sebuah novel, cerpen atau tulisan yang saya baca. Selain menulis, saya sangat suka segala sesuatu yang berkaitan dengan internet hingga bisa mengantarkan saya mengikuti lomba kontes blog antar SMA dan saya KALAH. Saya benar – benar minim ilmu blogging, yang saya tahu bikin blog itu cuma add widget dan ganti warna tema. Lagi – lagi saya belajar secara otodidak bahkan hingga sekarang. Dulu, saya punya beberapa blog dengan isinya semau saya. Pada saat itu difikiran saya adalah yang penting saya nulis diblog.

Namun semenjak saya melahirkan dan berhenti bekerja, mulai terbersit dibenak saya untuk kembali meneruskan proses belajar menulis saya. Kebetulan saya punya blog pribadi, saya coba manfaatkan salah satu blog saya. Saya tinjau kembali isinya, saya hapus postingan – postingan yang “alay” menurut saya dan iseng – iseng saya ajukan untuk bergabung disalah satu jasa periklanan dan ternyata blog saya disetujui. Senang, blog saya yang apa adanya ini ternyata bisa disetujui di jasa periklalanan tersebut. Bingung, karena saya tidak tahu harus mulai melangkah dari mana dan kemana untuk bisa “panen” rupiah dari jasa periklanan tersebut.

Hingga akhirnya saya gabung di grup – grup blogger, belajar dari berbagai tutorial di web dan youtube. Ternyata dunia blogging itu berat menurut saya, tapi tentunya mudah menurut para master blogger. Menulis diblog itu tidak hanya menulis dengan kaidah penulisan yang baik dan benar tapi bagaimana caranya agar tulisan kita ramah mesin pencari dan ramai pengunjung.
Kemudian obrolan saya dengan teman yang mengantarkan saya ke grup KBM ini. Sudah sejak lama saya mengenal grup KBM ini tapi saya belum tertarik untuk gabung dan belajar disini. Namun fikiran saya terbuka semenjak mengobrol dengan teman saya tersebut. Intinya, tidak ada salahnya mencoba menulis di grup KBM sebagai media untuk belajar menulis. Tapi saat kita menulis artinya kita siap untuk di kritik. Sebagai pendatang baru di grup KBM, saya terima berbagai komentar positif dan negatif untuk proses belajar menulis saya.

Dalam hemat saya, saat proses belajar wajar sekali jika kita review ulang tulisan kita dan kita sesuaikan dengan masukan – masukan dari orang lain. Masukan – masukan dari orang lain saya anggap sebagai gambaran minat baca sehingga saya harus banyak belajar bagaimana membuat tulisan yang punya nilai jual. Ya, nilai jual disini maksudnya adalah diminati banyak orang. Suatu hal yang lumrah jika dalam proses belajar ada istilah hapus sana hapus sini, edit sana edit sini, bahkan pindah haluan dari plan A ke plan B. Proses perbaikan menurut saya adalah bagian dari tanggung jawab dan challenge untuk diri sendiri bagaimana pada akhirnya kita berusaha mengikuti alur dan minat pembaca. Perbaikan adalah bagian dari pembelajaran, bukan bagian dari pembelaan. Kalau saya takut dibully karena tulisan saya, cukup saya hapus postingan atau turn off komentar dan masalah selesai. Tapi bukan itu tujuan saya, saya tidak ingin tulisan saya hanya sekedar rame dikomentari orang dan viral. Tujuan saya adalah belajar menulis, saya berusaha mencerna masukan – masukan untuk tulisan saya.

Ah, saya jadi panjang lebar menulis tentang dua hal yang masih saya pelajari yaitu memasak dan menulis. Memasak dan menulis adalah kegiatan yang sedang saya tekuni saat ini disela – sela kesibukan saya mengurus kelurarga. Terima kasih untuk banyak pihak yang sudah memberikan masukan – masukan positifnya. Maaf jika tulisan ini terkesan sok bijak dan sok menggurui, saya hanya berusaha menjabarkan apa yang saya alami sebagai pemula dalam hal memasak dan menulis. Silahkan tertawa jika saya lucu seperti badut, silahkan ambil sisi positifnya jika ada hal yang baik dan jangan ambil sisi negatifnya karena saya yakin itu jauh lebih banyak. Semangat memasak dan menulis!

Salam hangat

Susi Story