Popok Sekali Pakai? YES or NO?


Kenapa sih saya sering sekali bikin postingan tentang popok sekali pakai ( pospak ) ? baik di instagram maupun di facebook? karena disini penggunaan pospak masih jadi sesuatu yang tabu. Ibu - ibu yang mengenakan pospak pada anaknya sering dinilai malas nyuci lah, tidak mau kena ompol anak sendiri lah sampai ada juga yang mengatakan kalau tidak kasihan pada anak sendiri karena pakai pospak itu bikin iritasi.

Sebagai ibu baru saya pun banyak belajar mengenai penggunaan pospak. Sebelum punya anak saya sempat berfikiran sama. Namun setelah melahirkan barulah terasa betapa butuhnya saya akan pospak. Dalam hemat saya, pospak bisa membantu meringankan pekerjaan ibu rumah tangga yang hampir tidak pernah ada habisnya. Dengan menggunakan pospak, cucian saya jadi lebih sedikit yang tentunya bisa lebih menghemat waktu dan tenaga karena waktu dan tenaga saya harus dibagi untuk mengerjakan tugas yang lain bukan hanya mencuci baju saja hehehe.

Saya memutuskan memakaikan pospak pada bayi saya ketika usia 3 minggu itu pun hanya malam hari. Namun setelah masa nifas saya selesai, siang hari pun saya memakaikan bayi saya pospak tapi tidak seharian penuh. Jadi biasanya saya memakaikan pospak pada bayi saya setelah dia mandi pagi sekitar jam 8 sampai waktu dzuhur atau jam 1 siang. Kemudian dipakaikan lagi nanti setelah mandi sore sekitar jam 3 sore sampai habis isya atau sekitar jam 8 malam. Nah untuk malam hari kadang saya pakaikan pospak kadang tidak tergantung rewelnya dia hihi. Alhamdulillah sekarang bayi saya sudah jarang bangun malam untuk begadang paling hanya 2 kali untuk menyusu. Kalau dia lagi rewel pasti akan sering nangis, nyusu, nangis, nyusu dst jadi intensitas pipisnya pun akan lebih sering hihi. Tapi kalau lagi anteng biasanya saya tidak pakaikan dia pospak. Eh tapi sudah beberapa hari ini bayi saya pipis malamnya selalu banyak dan basah kemana - mana akhirnya saya ganti bajunya dan menyerah deh saya pakaikan pospak hehehe.

Jadi saat ada yang bertanya YES or NO untuk penggunaan pospak? Saya sih YES. Sebelum menggunakan pospak, hampir sepanjang hari saya gunakan untuk mengganti celana bayi saya. Percaya atau tidak bayi saya sangat sulit tidur siang padahal bayi umur 1 atau 2 bulanan biasanya sedang rajin - rajinnya tidur siang kan? Dan kegiatannya sehari - hari adalah menyusu, pipis, ganti celana, menyusu lagi, pipis lagiiiii hihi. Kalaupun dia bisa tidur siang, itu hanya beberapa menit karena harus terbangun karena dia pipis lagi. Sampai pernah dari pagi hingga dzuhur saya tidak sempat bangun dari tempat tidur karena selalu mengulang kegiatan tersebut wkwk. Nah semenjak memakai pospak, meskipun dia tidak tidur siang tapi setidaknya bisa bermain atau sekedar duduk di bouncher dengan nyaman tanpa terganggu dengan basah pipis. Tapi ingat bahwa kita harus selalu bijak dalam meggunakan pospak. Saya sengaja tidak full 24 jam menggunakan pospak untuk bayi saya karena suka membayangkan betapa tidak enaknya dia terus - terusan memakai pospak. Kita saja kalau terlalu lama pakai pembalut kurang nyaman kan?

Berdasarkan komentar - komentar dari postingan saya disosial media mengenai pospak, saya  mendapatkan berbagai tips dalam menggunakan pospak. Berikut tips dalam menggunakan pospak dan saya terapkan pula pada bayi saya :

1. Sering ganti

Ada beberapa versi yang menyebutkan bahwa pospak harus diganti setiap 3 jam sekali, 4 jam sekali dan 6 jam sekali. Tapi menurut saya pribadi, kita sebagai ibu yang harus sering - sering mengecek apakah pospak yang dipakai anak kita sudah penuh atau belum. Apalagi untuk bayi 2 bulan seperti anak saya yang masih sering poop dalam bentuk cairan. Sangat tidak direkomendasikan untuk memakaikan pospak dari pagi sampai sore hari atau dari sore hari sampai pagi kembali dan tidak diganti - ganti.

2. Bersihkan kulit bayi setelah dan sebelum kembali menggunakan pospak

Saya lebih suka menggunakan kapas yang dicelupkan ke air untuk membersihkan karena terasa lebih bersih. Penggunaan tisu basah hanya ketika bepergian atau ketika saya sedang malas hihi. Jangan lupa untuk memastikan kulit bayi dilap hingga kering terutama dibagian yang terdapat lipatan.

3. Oleskan baby cream atau diaper cream setiap akan menggunakan pospak ( setelah dibersihkan tentunya )

Ketika akan melahirkan saya sudah menyediakan baby cream merk Johnson tapi ketika dipakaikan pada bayi saya ternyata menimbulkan efek kemerahan, akhirnya saya mengganti baby cream dengan merk zwitsal dan alhamdulillah cocok. Ada juga yang merekomendasikan minyak kelapa murni sebagai pengganti baby cream tapi entah kenapa setelah saya coba malah kurang lembab dikulit bayi saya.

4. Beri waktu untuk kulit bernafas

Seperti sudah saya jelaskan diatas bahwa saya tidak full 24 jam mengenakan pospak kepada bayi saya salah satu tujuannya adalah agar kulit si bayi bisa bernafas sejenak dan saya pernah baca beberapa referensi bahwa bayi pun perlu "mengenal" rasa tidak nyaman karena pipisnya sendiri mungkin tujuannya agar tidak terlalu sulit ketika akan stop menggunakan pospak.

5. Sering - sering cek harga dan diskon di berbagai lapak penjualan pospak

Bukan berarti saya menyarankan untuk gonta - ganti merk pospak, namun mencari pospak yang cocok dari segi kenyamanan dan harga itu tidak mudah. Jadi tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa merk pospak dan membeli dalam kemasan kecil terlebih dahulu. Kenapa sih point ini penting? ya penting dong demi menjaga kestabilan keuangan rumah tangga hihihi. Bagaimanapun juga membeli pospak terutama pospak kelas premium itu cukup menguras dompet, jadi kita sebagai ibu harus pintar - pintar cek diskon dan tahu harga pasaran. Jangan sampai kita tertipu dengan title "diskon" padahal sebenarnya harganya sudah di up terlebih dahulu.

Jadi, penting atau tidaknya penggunaan pospak itu kembali ke kebutuhan masing - masing. Tapi saya pribadi cukup terbantu dengan adanya pospak walaupun dari segi keuangan jadi sedikit boros karena kita harus menyiapkan budget khusus yang pada akhirnya dibuang juga hihi. Mungkin saya juga jika hanya fokus mengurus bayi tanpa harus menyiapkan makanan, beres - beres rumah, mencuci, menyetrika dan lain - lain sih tidak terlalu memerlukan pospak. Eitss pasti ada saja yang nyinyir, kenapa orangtua zaman dulu bisa mengurus banyak anak tanpa mengenal pospak? Yaa ini sudah beda zaman shaaay hihi. Pospak itu bukan soal tidak mau kena ompol saja sih karena saya yang YES terhadap pospak pun masih tetap kena ompol di jam - jam saat bayi saya tidak mengenakan pospak. Penggunaan pospak lebih kepada efisien waktu, jadi si ibu bisa punya waktu istirahat lebih banyak. Sebelum menggunakan pospak saya bisa sampai berkali - kali mencuci dalam sehari, untungnya sampai usia bayi saya 2 minggu saya masih dibantu oleh keluarga.

Akhir kata saya sangat berterima kasih kepada suami - suami yang sudah approved untuk budget pembelian pospak karena sama artinya dengan meringankan beban istri. Mungkin bagi para ibu yang punya bayi, bukan lipstick atau bedak yang dibutuhkan tapi sedikit waktu saja untuk bersantai. hihihi
Kamu, YES or NO untuk penggunaan pospak?