Hamil Kok Baperan?


     Hallo bumil cantik diseluruh penjuru Majalengka, apa kabar? Semoga kabar kalian baik - baik saja, jangan baperan seperti saya hehe. Dulu, saya sering dengar istilah kalau bumil itu sensitif sekali perasaannya. Kadang dalam hati cuma bilang gini,"ahh lebay amat sih, napa dibikin pusing sih". Wow ternyata memasuki usia kehamilan 36 minggu alias 9 bulan ini rasa baper dan sensitif menghinggapi diri saya.
      Jujur, saya jadi tidak paham dengan diri saya sendiri. Saya yang terkenal cuek, bodo amat dan terserah aja. Semenjak hamil jadi mudah sekali tersinggung dan menangis, so drama sekali kan? hehe. Kalau sudah gelisah, nanti larinya ke males makan, males minum dan males ngapa - ngapain. Padahal kalau sedang normal, porsi makan saya selama hamil besar ini menggilaaaa!
Lalu, apa yang menyebabkan saya menjadi baperan? Banyak sih! Intinya semua hal yang "tidak enak" menurut pandangan saya, bisa jadi bahan pikiran berhari - hari lho. Singgungan perkataan atau perbuatan dari pihak luar bisa menjadi bahan sakit hati bagi saya. Padahal sebelum hamil, hal tersebut sangat "enteng" bagi saya yang terkenal bodo amat ini.
      Belum lagi kekhawatiran menjelang persalinan yang selalu mengganggu fikiran saya meskipun saya selalu optimis bahwa semuanya akan lancar Aamiin. Dari segi financial, saya pun punya kekhawatiran yang sama. Tabungan untuk menghadapi persalinan dan setelahnya cukup atau tidak ya? keperluan apa lagi ya yang belum saya beli? Ya ya ya walaupun saya selalu yakin kalau setiap manusia sudah punya jatah rezekinya masing - masing. Tapi serius deh, ibu - ibu itu lebih realistis karena yang setiap hari mengatur dan membelanjakan uang kan ibu - ibu betuuul? Ditambah lagi ketakutan bahwa setelah melahirkan ruang gerak saya jadi terbatas karena gak mungkin bawa baby yang masih mungil kemana - mana seenaknya heheh. Ini saya sedang bercerita tentang kondisi yang saya alami ya, bukan berarti saya mengeluh dengan keadaan.
       Dalam kondisi seperti ini, saya pribadi dan mungkin semua bumil pun hanya membutuhkan kasih sayang dan pengertian dari orang - orang tedekat. Yakin cuma itu? yesss! Uang bisa dicari tapi kasih sayang gak bisa dibeli. Tsaaaah, baper lagi kan? heuheu
      Saya yakin semua yang baca ini dan dalam kondisi tidak hamil atau belum pernah hamil hanya akan komen dalam hatinya, "lebay amat" xixixi. Tapi, semua bumil yang pernah atau sedang merasakan pasti langsung senyum kegirangan karena kalian tidak sendirian heyyy hehe. Kalau ada yang hamil dan happy - happy saja, selamat!
    But show must go on beb! Keadaan seperti ini jangan sampai berlarut - larut apalagi sampai mengganggu kesehatan si baby. Saya pribadi kalau sedang baper nan galau, biasanya menangis sepuasnya dan mengungkapkan apapun yang menurut saya tidak enak. Ini tidak untuk ditiru sih karena sebenarnya kurang baik. Mending kalau kita masih bisa mengontrol ucapan kita? tapi alhamdulillah saya tidak sampai berbicara kalimat kotor, kalau cerewet sih itu bawaan perempuan kan? hehe. Setelah itu biasanya saya tidur karena kepala pasti pusing sekali. Insyaallah setelah bangun, badan dan fikiran jadi lebih fresh.
      Oh ya, menulis juga bisa jadi salah satu trik untuk mengendalikan emosi loh. Dengan menulis kita jadi bisa meluapkan apa yang tidak bisa kita ungkapkan kepada orang lain. Tapi ingat jangan asal menulis di status apalagi sambil ditag orangnya, LOL! Sebenarnya banyak cara untuk mengendalikan emosi dan setiap orang punya triknya masing - masing. Intinya jangan sampai kekesalan itu hanya jadi beban fikiranmu sendiri. Ada baiknya kita punya seseorang yang siap jadi pendengar, yup pendengar! Kadang saat kita pusing, kita tidak butuh masukkan dari siapapun. Karena saran sebagus apapun jadi zonk ketika kita sedang tidak fokus. Saat pusing kita hanya butuh meluapkan semua yang ada dalam fikiran dan perasaan. Nah nanti setelah kondisi mulai membaik, baru deh kita berusaha memfilter berbagai masukan dari orang lain.
      Sekali lagi, apa yang saya tulis disini hanya berusaha bercerita tentang kondisi saya bukan untuk mengeluh. Bukan juga untuk menggurui karena saya tidak punya dasar teori yang kuat secara ilmiah apakah ada kaitannya perubahan hormon dengan perasaan baper bumil apalagi teori dari segi kejiwaan. hehe
        Oke, ada yang sama bapernya?

1 comment

  1. Sama banget sis, aku juga baperan pisan pas lagi hamil, da emang ga hamil ge suka baperan wkwk pas hamil jadi tambah baperan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete