TIPS MENGATASI MUAL DAN MUNTAH SELAMA KEHAMILAN

   
     
Hello Moms, welcome to trimester kedua yay! Katanya trimester kedua tuh jadi part paling menyenangkan diantara semua trimester kehamilan. Maybe yes maybe no, karena saya baru melewati trimester pertama dan sedang menjalani trimester kedua. Yup usia kehamilan saya sekarang menginjak 25 week, alhamdulillah.
     
Mengingat trimester pertama itu rasanya nano - nano. Sejauh ini, trimester pertama memang paling berat bagi saya. Saya melewati kurang lebih 2 bulan masa - masa mual dan muntah yang lumayan hebat. Saya mengalami mual dan muntah sejak usia kehamilan 9 week hingga kurang lebih 16 week. Saya benar - benar baru bisa menikmati enaknya makanan di usia 20 week kehamilan.
        
Pada saat mual dan muntah, semua makanan tidak ada yang enak bahkan air putih pun rasa besi. Hoekkss..Tapi, meskipun kondisi mual dan muntah cukup parah, asupan nutrisi untuk ibu dan bayi harus tetap terjaga. Waah, saya kok seperti gampang sekali bilang begitu ya hehe. Karena pada saat mual dan muntah pun saya tidak kefikiran soal nutrisi dan apalah - apalah. Ada yang makanan yang bisa masuk saja bersyukur sekali.Tapi, setelah bisa melewati masa - masa berat tersebut saya jadi bisa tahu hal - hal apa saja yang bisa mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Oh ya, ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ya. Berikut tipsnya, Moms :

1. Hindari hal - hal atau makanan yang memicu mual dan muntah

Ini adalah langkah awal yang paling penting untuk dilaksanakan guna mengurangi mual dan muntah. Pada awal - awal kehamilan biasanya ibu belum begitu peka terhadap beberapa hal yang memicu mual dan muntah. Namun seiring berjalannya waktu kita jadi lebih bersahabat dengan tubuh kita, jadi lebih peka atas apa yang bisa memicu mual dan muntah. So, hindari semua itu! Selama mual dan muntah, saya sangat sensitif dengan bau - bau masakan, minyak yang sedang dipanaskan atau bawang yang sedang ditumis. Akhirnya saya tidak bisa masak bahkan sampai sekarang, hahah.

2. Makan dengan porsi sedikit tapi sering

       Makan? yup, makan! Salah satu penyebab mual dan muntah yaitu karena hormon kehamilan yang menyebabkan asam lambung meningkat. Ketika perut dibiarkan kosong terlalu lama akan memicu mual dan muntah lebih tinggi. Jadi, jangan biarkan perut kosong ya Moms! Siasati dengan makan sedikit tapi sering daripada porsi banyak tapi dengan jarak waktu yang berjauhan.

3. Ketika ingin muntah, ya muntahkanlah!

         Entah ini hanya berlaku bagi saya ataupun berlaku bagi orang lain pula. Ketika mengalami mual dan muntah yang parah, saya diresepkan beberapa obat anti mual oleh bidan dan dokter. Namun nyatanya itu tidak bekerja dengan baik karena efeknya ditubuh saya hanya sekedar menahan rasa ingin muntah. Tapi makanan dalam perut seperti berputar - putar memaksa ingin dikeluarkan, haha. Jadi rasanya obat anti muntah itu tidak memberikan efek yang begitu baik bagi saya. Lebih baik saya muntah karena setelah muntah saya jadi lebih plong. Setelah muntah biasanya saya bisa menikmati makanan dengan "agak enak" walaupun ujung - ujungnya akan dimuntahkan kembali.

4. Batasi mengonsumsi pedas dan asam

       Makanan yang pedas dan asam memang sangat dinikmati oleh ibu hamil yang sedang mengalami mual dan muntah. Tapi jika dikonsumsi berlebihan sangat berbahaya bagi lambung. Saya sampai pergi ke bidan sebelum jadwal check up rutin karena merasa sakit ulu ati. Katanya sih itu karena kebanyakan pedas dan asam, tapi memang iya sih haha.

5. Dukungan penuh dari suami

       Terdengar lebay ya? Serius lho, dukungan suami itu sangatlah penting. Selama mual dan muntah, saya benar - benar tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Jangankan untuk mencuci baju, beres - beres rumah apalagi masak. Mau mandi dan gosok gigi saja sudah sebuah prestasi, haha. Selama itu pula suami yang megerjakan hampir semua pekerjaan rumah. Ditambah lagi harus mengurus saya yang dikit - dikit muntah, dikit - dikit tepar. Gak kebayang kan kalo punya suami yang gak sabaran apalagi jijik ketika melihat kita memuntahkan semua isi perut? Alhamdulillah, Allah memberikan suami yang begitu sabar kepada saya.

Setelah saya melewati masa - masa mual dan muntah tersebut, akhirnya saya sadar bahwa mual dan muntah saat hamil muda itu tidak ada obatnya ( bagi saya pribadi ). Semua itu akan sembuh dengan sendirinya. Kecuali jika mual dan muntah tersebut membuat kita sampai kehilangan banyak cairan dan lemas, perlu segera dikonsultasikan dengan dokter ya Moms :)

Baca juga : Hamil, Kok Baperan?

JANIN BELUM TERLIHAT SAAT USG? JANGAN KHAWATIR, MOMS!

Hasil USG 8 week
   
Hello Moms, apa kabarnya? Postingan kali ini saya akan bercerita mengenai janin yang belum telihat saat USG. Oh iya, usia kehamilanku saat ini menginjak 23 week. Wahh, sorry kalau agak terlambat ya postingannya karena tidak sesuai dengan usia kehamilan. Hehe

Moms, cek ke dokter kandungan dan melihat sang buah hati melewati proses USG pasti banyak dinantikan oleh semua ibu. Apalagi di kehamilan pertama yang biasanya masih minim pengalaman dan masih banyak ketakutan. USG menjadi salah satu cara untuk memastikan kondisi sang buah hati. Bahkan, para pasangan muda atau yang baru hamil akan melakukan usg di usia kandungan yang masih sangat muda. Tenang saja, ini tidak salah kok! Menurut saya, justru ini sangat baik dilakukan diawal kehamilan untuk memastikan apakah hasil test pack yang menunjukkan garis dua juga merupakan tanda awal kehamilan. Karena saya sempat baca di beberapa artikel bahwa pada kondisi tertentu bisa saja hasil test pack menunjukkan garis dua sementara sebenarnya perempuan tersebut tidak sedang hamil.
      
Pertama kali saya mengetahui dan menyadari hamil yaitu ketika usia kehamilan kurang lebih 5 week, masih sangat muda ya? Iya, sampai bidan tempat saya cek pertama kali pun seperti tidak memberikan tips apa - apa. Hanya memberikan saya asam folat dengan merk dagang FOLARIN dan menyarankan supaya tidak telalu capek karena "takutnya beneran hamil", seperti tidak yakin kan? hehe

Setelah cek ke bidan, saya masih menjalani hari - hari seperti perempuan yang tidak hamil karena memang tidak banyak perubahan yang saya alami. Sampai usia kandungan menginjak 8 week barulah saya pergi ke dokter kandungan untuk USG. Dan betapa kagetnya ketika hasil USG menunjukkan bahwa belum ada janin yang terlihat, hiks. Padahal teman - teman saya ada yang 8 week pun sudah terlihat janin meski baru sebesar kacang. Ada perasaan sedih dan takut juga. Kemudian dokter memberikan beberapa vitamin dan menyarankan untuk rutin minum susu hamil dan datang kesana 2 minggu kemudian.

Setelah 2 minggu saya kembali datang ke dokter untuk memastikan, karena perkataan dokter waktu itu agak serem sih. Katanya, "2 minggu lagi harus sudah ada janinnya ya". Alhamdulillah setelah 2 minggu janinnya sudah terlihat meski belum jelas bentuknya.

Hasil USG 10 week
      
So,bagi kalian yang mengalami hal yang sama dengan saya, jangan dulu panik dan khawatir ya. Karena janin tidak terlihat tak selalu berarti kandungan kosong atau istilah medisnya BO ( sorry kalau salah ). Kondisi setiap orang berbeda - beda, jadi hasil USG dalam usia kehamilan yang sama pun bisa jadi berbeda. Ada yang pernah menyarankan ke saya untuk melakukan USG transvaginal karena hasilnya lebih akurat daripada USG biasa. Tapi saya agak worry sih karena katanya prosesnya ada alat yang dimasukkan melalui organ intim kita hihi.

        Semoga bermanfaat ya Moms, kalau pengalamanmu gimana?


*Note : Apa yang saya tulis hanya berdasarkan pengalaman pribadi bukan merupakan referensi medis, mohon maaf apabila ada kesalahan kalimat maupun penulisan

*Update : Alhamdulillah kehamilan saya berjalan lancar dan sekarang anak saya sudah berusia 2,5 tahun. Cerita melahirkan saya tulis disini