Makna "Kemerdekaan" Bagi Ibu Rumah Tangga. Ssssst, Ini Curhatku!

Sebentar lagi seluruh warga Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke - 75. HUT Kemerdekaan RI tahun sekarang mungkin akan berbeda dengan tahun  - tahun sebelumnya karena sekarang kita masih dalam kondisi pandemi. Bahkan di beberapa daerah yang tadinya berada di zona hijau sekarang berubah menjadi zona merah karena laju pertumbuhan covid - 19 semakin meningkat salah satunya yaitu di kabupaten Majalengka. Pemerintah kabupaten Majalengka pun menghimbau masyarakatnya agar tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam rangka merayakan HUT RI ke - 75, sumber resmi klik disini.

Meski tidak seperti tahun  - tahun sebelumnya yang identik dengan perayaan HUT yang meriah, namun tidak ada salahnya jika kita melakukan selebrasi bersama orang - orang terdekat saja. Banyak cara kita melakukan selebrasi tanpa harus berkerumun dengan banyak orang, cara sederhana misalnya dengan menggelar doa bersama dengan anggota keluarga dirumah untuk para pahlawan yang sudah berjuang merebut kemerdaan RI. Ngomong - ngomong soal kemerdekaan, pasti sudah familiar kan dengan kata kemerdekaan? Kemerdekaan berasal dari kata merdeka yang menurut KBBI adalah bebas, berdiri sendiri, tidak terikat, tidak bergantung pada orang lain. Makna merdeka zaman sekarang tentu saja sangat berbeda dengan merdeka pada zaman dahulu. Merdeka pada zaman dahulu adalah merdeka dari para penjajah. Sedangkan zaman sekarang makna merdeka sudah semakin meluas. Setiap orang punya caranya masing - masing untuk memaknai kemerdekaan. Berhubung saya adalah seorang ibu rumah tangga, saya akan menjelaskan makna merdeka menurut perspektif saya.

1. Merdeka itu saat bisa pergi tanpa anak
Semenjak lahir hingga sekarang anak saya berusia 2 tahun, bisa dibilang saya mengasuh anak sendirian. Kalaupun ada moment saat anak saya dipegang orang lain, mungkin hanya sekitar 20%. So, kemanapun saya pergi jika masih memungkinkan membawa anak pasti akan saya bawa. Contohnya pergi ke pasar, minimarket, pergi ke rumah teman dan lain lain. Jika tidak memungkinkan membawa anak dan tidak terlalu urgent saya memilih untuk tidak pergi. So, ketika ada kesempatan saya bisa pergi tanpa anak rasanya senang sekali meski hanya beberapa menit.

2. Merdeka itu saat bisa melakukan banyak hal tanpa diganggu anak
Yup, banyak orang yang bilang lebay ketika tahu saya sering melakukan pekerjaan rumah sambil menggendong anak. Simpelnya para netizen berkomentar, “kenapa engga nunggu anak tidur aja biar gak usah gembol anak?”. Berhubung anak saya susah sekali tidur maka mau tidak mau saya harus bisa double job, mengasuh anak sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah yang bisa saya kerjakan sebelum anak bangun tentu saja akan saya maksimalkan, tapi ada saja beberapa pekerjaan yang baru saya kerjakan setelah anak bangun dan mau tidak mau saya harus mengerjakan sambil menggendong anak. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, kok. Setelah anak berusia setahunan dan mulai bisa saya biarkan bermain sendiri ( sambil tetap diawasi tentunya ). Moment – moment seperti inilah yang membuat saya masih bisa menikmati sisi “kemerdekaan” dari seorang ibu rumah tangga yang terkadang bagai terpenjara dalam sangkar emas, ciyeeee. 

3. Merdeka itu saat anak tidur cepat dan bangun siang
Sebagian ibu punya prinsip bahwa pekerjaan rumah dikerjakan sesempatnya saja, point utama adalah mengurus anak. Tapi saya justru tidak bisa berprinsip seperti itu, seperti sudah saya jelaskan pada point ke – 3 bahwa sebelum anak bangun saya harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah setidaknya 50% tapi biasanya saya sudah kerjakan sekitar 80%. Jadi ketika anak bangun saya sudah “ready” menghadapi anak yang kadang moodnya tidak sama setiap harinya. Semenjak usia 1 tahun anak saya mulai lebih “manusiawi” jam tidurnya, ya meskipun masih tergolong susah tidur siang tapi setidaknya dia bangun jam 6 - 7 pagi dan tidur jam 9 - 10 malam. Jam tersebut masih tergolong sangat normal menurutku jika dibanding dengan jam tidur sebelumnya yang tidak tentu, kadang bangun jam 4 pagi dan terus bangun seharian lalu tidur jam 6 sore. Kadang bangun jam 7 pagi, tidur jam 12 siang kemudian begadang sampai tengah malam. So, ketika anak saya bisa bangun agak siang dan tidur tidak terlalu larut saya merasa sangat MERDEKA! Selain bisa mengerjakan banyak hal tanpa diganggu anak seperti pada point 3, saya juga bisa tidur cukup dan tentunya ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan stamina saya. Ya ibu – ibu juga pasti tahu rasanya kalau habis begadang pasti besoknya langsung tidak enak badan dan akan merusak mood kita seharian.

4. Merdeka itu saat anak tidak rewel seharian
Ngomongin soal mood, jangankan anak kecil yang belum bisa sepenuhnya menyampaikan apa keinginannya. Kita sebagai orang dewasa pun pasti sering mengalami mood swing karena satu dan lain hal. Nah, ketika anak rewel tanpa sebab dan sudah melakukan ini itu tapi tetap rewel biasanya saya suka ikut – ikutan gak mood makan, emosi dan gak jarang saya nangis tersedu - sedu. Sebaliknya ketika anak anteng bermain, makan tanpa harus lari - lari dan tidak banyak “bertingkah” saya merasa bisa menikmati waktu saya seharian dengan begitu ringan.

Itulah beberapa makna kemerdekaan dari sudut pandang ibu rumah tangga versi saya. Tentunya bukan tanpa alasan saya berbagi mengenai hal ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa menjadi ibu adalah pekerjaan yang kerjanya 24 jam. Saking sibuknyanya kadang seorang ibu bisa lupa bagaimana caranya mencintai diri sendiri. Salah satu cara mencintai diri sendiri yaitu dengan menikmati “me time” ketika moment merdeka itu datang. Setiap ibu pasti punya caranya sendiri itu mendapatkan dan menikmati “kemerdekannya”. Tapi yang pasti setiap ibu berhak mendapatkan “kemerdekaan” meski hanya beberapa menit.

Kalau kamu tipe ibu yang benar - benar kesulitan mendapatkan moment kemerdekaan, coba bicarakan dengan orang terdekat bahwa sedikitnya seminggu sekali seorang ibu yang seringnya diam dirumah saja pun perlu merasakan “kemerdekaan”.

Yuk cintai dan sayangi diri sendiri sebelum kita mencintai negeri ini, merdeka!

 


No comments