Bersepeda Setelah Jadi Ibu - Ibu, Beginilah Rasanya. Simak Yuk!

Semenjak pandemi covid - 19 dan banyak orang menghabiskan waktu untuk beraktifitas didalam rumah, maka bermunculan ide - ide kreatif untuk mengisi waktu luang dirumah salah satunya yaitu bersepeda. Bersepeda selain sebagai aktifitas mengisi waktu luang, utamanya merupakan aktifitas olahraga yang tentu saja sangat bermanfaat untuk kesehatan. Seperti dikutip dari hello sehat.com, bersepeda sangat bermanfaat untuk kesehatan salah satunya yaitu mengurangi resiko penyakit jantung. Saat pandemi covid - 19 olahraga menjadi salah satu kegiatan yang banyak dikampanyekan dalam rangka meningkatkan imun tubuh agar bisa melawan virus covid - 19. Lalu, apakah mereka yang bersepeda benar - benar bertujuan untuk olahraga atau hanya ikut ikutan trend? Semua kembali kepada pribadi masing - masing ya. Sebenarnya saya kurang tertarik dengan kegiatan bersepeda, karena memang budget saya tidak memadai heheh. Tapi, karena dirumah ada sepeda “nganggur” kenapa tidak dimanfaatkan?.

By the way sepeda itu banyak macamnya diantaranya sepeda MTB, sepeda lipat, sepeda BMX dan lain lain. Tentunya jenis sepeda yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan masing - masing. Kebetulan sepeda yang ada dirumah saya adalah sepeda Genio M541 dan tergolong sepeda MTB ( Mount To Bike ) atau lebih familiar dengan sebutan “sepeda gunung”. Mengenai jenis sepeda dan spesifikasinya tidak akan saya bahas panjang lebar ya karena saya tidak terlalu expert mengenai sepeda.

Pada tulisan kali ini saya memang tidak akan bercerita mengenai sepeda dan spesifikasinya, tapi saya akan bercerita bagaimana pengalaman saya mencoba bersepeda setelah sekian lama tidak melakukan aktifitas fisik. Semenjak hamil dan melahirkan saya memang jarang punya waktu khusus untuk berolahraga. Olahraga versi saya yaitu “ mondar - mandir “ mengerjakan pekerjaan rumah tangga sambil mengurus anak. Sebenarnya saya agak was - was ketika akan mencoba bersepeda, takut ngos - ngosan lah, takut gak kuat ngayuh pedal lah dan lain - lain. Apalagi track bersepeda didekat rumah saya memang banyak naik turunnya, sekalipun datar tapi jalanannya agak bergelombang. So, yuk simak pengalaman saya setelah mencoba kembali bersepeda.

1. Lelah
Sebelum mencoba kembali bersepeda, saya merasa kalau workout dirumah saja sudah cukup melelahkan. Tapi setelah mencoba bersepeda, nyatanya kegiatan bersepeda jauh lebih melelahkan. Bersepeda memang terlihat seperti “main – main”, tapi yang saya rasakan adalah badan saya “bekerja” semuanya. Paha dan betis sakit karena mengayuh pedal, ditambah nafas ngos - ngosan seperti habis lari keliling lapangan padahal cuma duduk di sadel sepeda ya kan? LOL.

2. Kesulitan menjaga keseimbangan
Sering saya mendengar istilah bahwa mengendarai motor jauh lebih mudah daripada mengendarai sepeda. Ternyata hal tersebut benar saya alami, tapi bisa saja berbeda kasus dengan orang lain yang mungkin saja sudah lebih mahir dalam bersepeda. Saya cukup kesulitan menyeimbangkan badan dan beberapa kali “oleng” apalagi ketika ada mobil besar menyalip sepeda saya. For your information, saya memang tinggal di kampung yang padat penduduk. So, ketika ingin bersepeda maka tidak ada pilihan lain tracknya adalah jalan yang sering dilalui kendaraan, bukan di lingkungan perumahan yang lebih safety sih kalau menurut saya. Ditambah lagi angin Majalengka yang khas sekali membuat saya beberapa kali turun dan menuntun sepeda saya. 
3. Malu
Saya memang sangat malu ketika pertama kali mencoba bersepeda. Rasanya dalam hati saya berfikiran kalau orang lain yang melihat akan berkata, “ ciyee ciyee sepedaan ya?”, hahaha. Sounds lebay sih, tapi itu sejujurnya yang saya rasakan. Belum lagi kalau saya kelelahan hingga akhirnya mengharuskan saya menuntun sepeda. Wahhh itu sih bukan malu, tapi malu banget.

4. Harus punya waktu khusus
Sebagai ibu rumah tangga yang mengurus semuanya sendiri, mau tidak mau prioritas utama saya adalah urusan anak dan rumah. Tapi, olahraga juga sangat penting bagi saya karena selain sangat bermanfaat untuk kesehatan juga sebagai ajang “me time”. Bersepeda memang salah satu olahraga yang bikin saya lebih refresh karena saya bisa sekalian “cuci mata” dan menghirup udara segar diluar, tapi minusnya adalah saya harus punya waktu khusus untuk bersepeda misalnya ketika anak saya tidur dan itu adalah sesuatu yang langka bagi saya. LOL


Nah, itulah beberapa hal yang saya rasakan saat pertama kali mencoba bersepeda semenjak menjadi ibu. Secara fisik tentu saja sudah berbeda dengan dulu, katanya perempuan itu kalau sudah melahirkan istilahnya sudah "turun mesin". Justru itu bukan menjadi halangan bagi kita tetap menyempatkan waktu berolahraga agar kondisi tetap prima meski usia semakin bertambah. Tapi, ketika harus memilih antara olahraga sepeda atau olahraga lainnya tentu saja saya lebih memilih olahraga lain contohnya aerobic/zumba yang bisa dilakukan didalam rumah. Next, Insyaallah saya akan share alasan saya lebih memilih olahraga didalam rumah daripada bersepeda.

 

No comments