Apa Penyebab Mual dan Muntah Pada Anak Saya?


Hari Kamis 27 maret 2020 sekitar pukul 22.00 tiba – tiba anak saya yang sedang tertidur bangun dan muntah – muntah sebanyak 4 kali yang berjalan hingga pukul 01.00 dini. Awalnya saya berfikir untuk membawa anak saya ke IGD puskesmas Maja karena sejujurnya saya cukup panik, muntah – muntah seperti ini memang baru pertama kali dialami oleh anak saya. Namun pada saat itu meski muntah – muntah, setelahnya dia masih mau makan dan minum. Akhirnya saya coba tahan keinginan saya untuk membawa anak saya ke IGD dan berharap setelah pagi anak saya tidak muntah lagi. Dari jam 01.00 dini hari hingga jam 05.00 pagi anak saya tidur cukup lelap dan ketika bangun dia seperti mual – mual tanpa bisa muntah dan dia sendiri seperti menolak untuk muntah. Tanpa fikir panjang akhirnya saya dan suami membawa anak kami ke tempat praktek dokter yang ada di Maja. Kenapa saya pilih dokter umum yang ada di Maja untuk memeriksakan anak saya yang muntah – muntah? Menurut hemat saya, saat pandemi corona seperti ini saya harus meminimalisir jarak tempuh perjalanan agar bisa meminimalisir kontak dengan orang lain. Biasanya saat anak saya sakit, saya selalu memeriksakan ke salah satu tempat praktek Dokter Spesialis Anak ( DSA ) yang ada di Majalengka, namun perjalanan dari rumah ke Majalengka harus menempuh jarak sekitar 30 menit perjalanan. Selain berusaha menghindari banyak kontak dengan orang lain asumsi saya dengan membawa anak saya ke dokter yang dekat dengan rumah maka anak saya yang sudah muntah – muntah dari semalam akan segera ditangani oleh dokter dan secepatnya saya bisa mengetahui apa penyebab mual dan muntah yang dialami oleh anak saya.

Alhamdulillah sesampainya di tempat praktek dokter kami dapat urutan  pertama, belum banyak orang dan sesuai harapan kami untuk mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah untuk melakukan social distancing dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. Memasuki ruang praktek dokter saya langsung menceritakan kronologi anak saya yang tiba – tiba mual dan muntah tanpa demam dan diare. Berdasarkan kronologis yang saya ceritakan, dokter mencoba menjelaskan diagnosanya terhadap anak saya. Dokter mengatakan jika anak muntaber itu ada masalah pada ususnya, ada kuman pada ususnya. Tapi jika hanya mual muntah berarti yang bermasalah adalah lambungnya namun jarang sekali kasus penyakit lambung pada usia anak saya. Akhirnya dokter pun meresepkan obat anti mual, vitamin dan obat penurun demam untuk berjaga – jaga jika terjadi demam.

Sesampainya dirumah saya langsung memberikan obat anti mual kepada anak saya yang diminum 15 menit sebelum makan. Alhamdulillah anak saya masih mau sarapan pagi itu. Menjelang siang anak saya mulai demam, rewel, tidak mau makan, minum hanya beberapa teguk dan tidur seharian. Anak saya tipe anak yang susah tidur meski sedang sakit sekalipun, jadi ketika melihat dia seharian tidur saya malah melihatnya seperti hampir hilang kesadaran. Setelah mempertimbangkan banyak hal terutama terkait social distancing yang dianjurkan oleh pemerintah guna mengurangi angka penyebaran virus corona, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membawa anak saya ke IGD puskesmas Maja dengan asumsi orang yang berdatangan ke puskesmas Maja ruang lingkupnya lebih kecil dan bisa jadi lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang datang ke RSUD Majalengka.

Sesampainya di IGD puskesmas Maja saya langsung menceritakan kronologis sakit anak saya dan perawat pun menyarankan untuk anak saya dirawat saja agar bisa diberikan tindakan infus karena memang tidak masuk makanan sama sekali. Sejujurnya saya berat hati membiarkan anak saya “berkeliaran” di sekitar puskesmas ditengah pandemi corona ini namun di satu sisi saya pun sangat mengkhawatirkan kesehatan anak saya. By the way saya menggunakan BPJS kesehatan di puskesmas Maja ini dan untuk kalian yang akan menggunakan kartu BPJS kesehatan di fasilitas kesehatan manapun ada baiknya siapkan fotocopy KTP dan kartu BPJS kesehatan supaya tidak terlalu ribet bolak – balik untuk mengurus administrasi.

Selesai mengurus administrasi dan tindakan pemasangan infus di IGD, saya langsung membawa anak saya ke ruangan yang sudah disiapkan oleh perawat. Selanjutnya ....

No comments