Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini. Let's Read, Baby!

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Membaca adalah membuka jendela dunia. Membaca membantu saya menemukan banyak hal yang tidak terjangkau oleh tangan dan pandangan mata. Kalau membaca membukakan jendela dunia, maka buku adalah dunia yang penuh cerita. Ya, saya bisa menemukan apapun dari buku yang saya baca.

Saya bukanlah orang yang tergolong "kutu buku", bahkan saya tidak punya ribuan koleksi buku. Saya hanya punya beberapa koleksi buku dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menghabiskan satu buku untuk saya baca. Tapi, dibanding aktifitas lainnya seperti mendengarkan musik, menonton film dan lainnya, membaca adalah aktifitas yang paling sering saya lakukan. Selain membaca, saya juga suka menulis. Saya mulai “mengakui” hobi saya menulis sejak SMA. Untuk bisa menulis banyak, maka saya harus membaca lebih banyak.

Meski saya belum menjadi “apa – apa” karena membaca, tapi saya ingin anak saya punya hobi yang sama. Toh hobi membaca bukanlah sesuatu yang merepotkan, kan? Justru hampir sebagian besar aktifitas kita sehari – hari melibatkan kegiatan membaca. Mulai dari membaca pelajaran di sekolah, membaca resep masakan di aplikasi, membaca berita di koran bahkan membaca chatting di layar handphone.

Jadi, saya menaruh harapan besar kepada anak saya agar bisa menerapkan budaya membaca dalam kehidupan sehari - hari dan punya minat baca tinggi melebihi minat baca saya yang masih naik turun. Namun, saya menyadari betul bahwa sebagai orangtua saya hanya bisa mengarahkan tapi keputusan sepenuhnya ada ditangan anak saya sendiri. Saya tidak tahu apakah kelak anak saya bisa punya minat baca yang tinggi atau tidak. Tapi, saya tidak mau kalah sebelum berperang. Saya mencoba dulu untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Ketika saya hamil dan usia kandungan saya berusia 5 bulan, saya pergi ke Bazar Buku Murah yang ada di Majalengka. Kebetulan suami saya juga punya hobi yang sama, bagi kami pergi ke bazar buku merupakan ajang our time yang bermanfaat. Seperti dikutip dari Alodokter bahwa pada usia kehamilan 18 minggu proses pendengaran bayi mulai berfungsi. Lalu, apa hubungannya dengan pergi ke bazar buku? Yup, ketika pergi ke bazar buku tentunya saya dan suami memilih - milih buku sambil "ngobrol" buku mana yang akan kita ambil. Dari kegiatan sederhana ini saya berharap anak saya sudah familiar dengan istilah - istilah buku dan membaca sejak dini, tentunya agar kelak punya minat baca yang tinggi.

Setelah anak saya lahir, saya coba mengenalkan buku kepada anak saya. Bantal buku adalah buku pertama yang saya kenalkan kepada anak saya pada usia 3 bulan. Bantal buku merupakan mainan anak yang berbentuk buku dan berisi gambar - gambar, bahannya terbuat dari kain berisi dacron jadi sangat aman untuk bayi. Meski belum mengerti, tapi saya tetap memberikan mainan bantal buku kepada anak saya untuk melatih motoriknya karena anak saya suka sekali membolak -  balik bantal buku ini. Selain itu, warnanya yang colorful juga pasti disukai anak - anak. Tak lupa selalu sisipkan edukasi disetiap kegiatan bermain anak. Sambil anak saya memainkan bantal bukunya, pelan - pelan saya sebutkan apa yang ada didalam buku tersebut. 

Seiring beranjak usia dan anak saya sudah bisa duduk mandiri, saya mulai mengenalkan buku - buku berbahan kertas bukan lagi bantal buku kepada anak saya. Buku - buku yang saya berikan adalah buku - buku cerita hewan ataupun buku bergambar lainnya. Pada fase ini kegiatan mengenalkan buku jauh lebih menyenangkan karena anak saya sudah duduk mandiri dan merangkak. Bahkan anak saya tetap seru diberi koran sekalipun, heheheh. Jadi, selain belajar mengenal buku dan budaya membaca juga bisa jadi wahana untuk bereksplorasi anak. Sebagai ibu, saya juga jadi lebih ekspresif ketika mengenalkan apa yang ada dalam buku dengan gerakan - gerakan agar anak saya bisa lebih memahami dan tidak bosan. Pengawasan dalam fase ini juga harus ekstra ketat, khawatirnya buku dari bahan kertas disobek kemudian dimasukkan ke dalam mulut.

Di usia anak saya sekarang yang menginjak 2 tahun dia sudah mengenal buku dengan baik, bahkan anak saya sering minta dibelikan buku jika buku - buku dirumah sudah rusak karena sering dimainkan olehnya. Agar tetap tercipta mindset membaca menyenangkan bagi anak saya, saya memberikan kebebasan untuk anak saya memilih buku yang ia mau. Selain itu, saya juga tidak melarang apabila anak saya mencoret - coret buku atau menggunting buku - buku yang sudah saya belikan agar dia bisa tetap asyik bereksplorasi. Maka dari itu, hingga saat ini saya selalu memberikan buku - buku murah untuk anak saya. Bukan saya perhitungan, tapi memang di usianya yang baru 2 tahun ini sedang asyik - asyiknya mencoba berbagai hal baru termasuk menggunting buku. So, buku - buku bergambar yang saya belikan biasanya saya beli dari toko buku murah. Buku - buku di toko buku murah merupakan buku - buku terbitan lama. Meski terbilang buku terbitan lama, tapi tidak mengurangi manfaatnya. 

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Saking sukanya dengan buku, ketika dibawa ke toko buku murah langganan meski tempatnya kurang baby friendly tapi anak saya sangat excited memilih buku. Bahkan beberapa kali dia bilang ingin dibelikan buku bergambar hewan dan bapak pemilik toko buku pun akhirnya memberi kami 3 buah buku anak gratis. Alhamdulillah.


Saya berharap kesukaan anak saya terhadap buku tidak akan berkurang seiring berjalannya waktu. Meski tak bisa dipungkiri di zaman yang serba digital ini, minat baca masyarakat sudah semakin menurun. Mana mungkin kita berharap punya anak yang rajin membaca sementara orangtuanya sendiri masih ogah - ogahan membaca, bukan? Ditambah lagi kemajuan teknologi memaksa kita jadi lebih suka gadget daripada buku, iya kan? Saya sendiri mengalami itu, kok! Tidak ada yang salah dengan perkembangan teknologi, bahkan kita harus mampu mengikutinya karena jika tidak maka kita akan ketinggalan. 

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, mengenalkan buku pada anak lebih mudah dan menyenangkan karena ada aplikasi Let's Read. Let's Read merupakan perpustakaan digital yang diprakarsai oleh program Book For Asia, The Asia Foundation. Aplikasi Let's Read berisi buku - buku cerita bergambar yang pastinya menarik bagi anak - anak. Ceritanya banyak dan tersedia dalam berbagai bahasa, seru! Asyiknya lagi buku - buku pada aplikasi Let's Read ini bisa diunduh dan dibaca secara offline, lebih hemat kuota kan? 

minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read

Untuk mengunduh buku yang akan dibaca, caranya sangat mudah yaitu pilih buku yang akan diunduh kemudian pilih tombol panah kebawah dan buku siap dibaca meski dalam kondisi oflline. Saya coba mengunduh buku berjudul Tata & Titi yang bercerita tentang ayam dan cacing karena kebetulan anak saya suka sekali dengan karakter - karakter hewan. Ceritanya memang ringan dan sederhana, cocok sekali untuk anak - anak. Tapi, karena anak saya baru berusia 2 tahun maka saya tidak bebas memberikan handphone yang terinstal aplikasi Let's Read untuk dioperasikan oleh anak saya. Seperti dikutip dari Detik Health bahwa screen time pada anak usia 1-2 tahun yaitu kurang dari satu jam dalam sehari. Namun, jika sewaktu - waktu anak saya meminta handphone karena melihat teman - teman seusianya bermain handphone, saya coba berikan aplikasi Let's Read. Selain itu aplikasi Let's Read ini bisa jadi referensi orangtua untuk mendongeng atau bercerita kepada anak.
 
minat baca anak, budaya membaca, membaca menyenangkan, let's read indonesia, download aplikasi let's read  

Berdasarkan pengalaman saya dalam menumbuhkan minat baca anak dapat disimpulkan bahwa minat baca anak bisa dipupuk sejak dini. Prinsipnya adalah santai dan fun. Santai dalam arti jangan terlalu berekspektasi tinggi, berusaha mengenalkan buku kepada anak sejak dini dan berharap anak langsung suka buku dan membaca itu salah besar. Terkadang ekspektasi - ekspektasi kita sebagai orangtua yang akhirnya memaksakan anak menjadi seperti apa yang kita mau, setuju? Padahal semuanya butuh proses, begitupun dengan mengenalkan budaya membaca dan menumbuhkan minat baca pada anak. Fun, membaca buku harus menjadi aktifitas yang menyenangkan bagi anak bukan lagi sesuatu yang terkesan jadul dan membosankan. Ikuti saja apa yang disukai anak, tapi tetap fungsi controlling ada pada kita sebagai orangtua. Awalnya saya merasa risih dan rugi ketika anak saya suka sekali menggunting buku - buku dengan gunting kertas miliknya, tapi lama - kelamaan saya menyadari bahwa disitulah point pentingnya. Anak saya merasa seru dengan buku - buku dan guntingnya, saya sebagai ibu berusaha menyisipkan edukasi misalnya dengan mengarahkan agar menggunting pada karakter - karakter tertentu sambil menjelaskan mengenai karakter yang akan ia gunting. Lama - kelamaan karena terbiasa bergelut dengan buku - buku dan merasakan bahwa aktifitas membaca itu menyenangkan maka secara natural anak akan suka dengan buku serta punya minat baca yang tinggi.

Tips terakhir dalam menumbuhkan minat baca pada anak yaitu dengan menggunakan aplikasi Let's Read. Seperti telah disebutkan diatas bahwa penggunaan gadget pada anak sebaiknya dibatasi sesuai usianya. Artinya, anak masih boleh kok main gadget selama masih dalam batasan wajar dan ketika anak bermain gadget pun ada baiknya adalah membuka aplikasi yang bermanfaat seperti aplikasi Let's Read.

Nah, tunggu apalagi yuk download aplikasi Let's Read!

#LetsReadAsia #AyoMembaca

2 comments for "Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini. Let's Read, Baby!"

Dewi Rieka said…
asyik ya aplikasi ini membuat kita punya buku bacaan melimpah untuk anak
Susi said…
@Dewi Rieka, betul Mbak.. jadi referensi juga buat para orangtua :)

Berlangganan via Email