Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan, Si Jantung Rumah Tangga



Pendidikan merupakan sebuah investasi  yang sangat berharga. Saya meyakini hal  itu dari dulu hingga saat ini. Apapun jenis pendidikannya, baik  formal ataupun informal serta bagaimana cara mendapatkannya, melalui beasiswa, pelatihan gratis ataupun dengan biaya mandiri. Pendidikan ibarat sebuah tabungan yang efeknya tidak akan dirasakan langsung dalam satu atau dua hari, tetapi akan dirasakan dalam waktu mendatang. Kita analogikan seperti halnya  menabung uang, mengenyam pendidikan berarti menabung ilmu, menabung skill. Ada orang yang sejak kecil oleh orang tuanya sudah disetting akan menjadi apa dan harus mengikuti pendidikan apa, namun sebagian orang tua membiarkan anaknya bereksplorasi dengan dunianya hingga kelak bisa menemukan dunianya sendiri. That’s why tidak jarang ada orang yang kuliah jurusan tertentu  malah bekerja dibidang yang berlainan dengan basic pendidikanya, misalnya saya ini. Hehe… Jika begitu banyak orang berlomba – lomba menabung bahkan mendepositokan uang untuk masa depan maka kita juga bisa berinvestasi  melalui pendidikan.

Dikutip dari Profil Perempuan Indonesia 2019 yang diterbitkan oleh Kementrian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak bahwa fokus pengembangan perempuan salah satunya adalah peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak. Jadi, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat penting untuk ibu rumah tangga meski pekerjaan sehari – harinya hanya mengurus rumah dan keluarga karena perempuan adalah bagian terpenting dalam rumah tangga, hampir sebagian besar pekerjaan rumah tangga dikerjakan oleh perempuan. Perempuan ibarat jantung yang peranannya sangat penting dalam mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Perempuan harus tetap aktif bergerak agar kehidupan dalam rumah tangga  tetap hidup. Selain itu, perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak – anaknya yang bertugas mentransfer berbagai ilmu sejak anak dalam kandungan hingga tak terbatas sampai kapanpun. Hal sederhana seperti mengajarkan anak berbicara, mengenalkan benda-benda, hewan dan tumbuhan serta mengenalkan huruf dan angka pun adalah bagian dari mentransfer ilmu, kan?

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang full time mengurus anak, saya merasakan betapa pentingnya pendidikan dalam memperkuat peran saya di dalam rumah tangga. Beberapa peran ibu rumah tangga yang memerlukan  ilmu pengetahuan didalamnya, yaitu sebagai berikut :
1.  Manajemen keuangan
Mengurus keuangan rumah tangga memang susah – susah gampang. Meski terlihat sederhana tapi saya punya beban lebih, sebagai istri tentunya harus sangat bijak mengelola keuangan. Disinilah peran ilmu akuntansi sangat penting, meski tidak perlu belajar ilmu akuntansi secara kompleks dan rumit tapi setidaknya bisa membuat pencatatan pengeluaran dan pemasukan setiap bulan sehingga bisa jadi bahan laporan kepada suami sebagai bentuk pertanggungjawaban saya sebagai “manager keuangan” dalam rumah tangga. Saya tipe orang yang suka mencatat secara manual karena bisa lebih mudah menjelaskan kepada suami mengenai laporan keuangan bulanan yang sudah saya buat, tapi kalau kalian mau mencoba membuat catatan keuangan yang lebih praktis bisa coba berbagai aplikasi pencatat keuangan di android.
2. Teknologi
Di zaman yang sudah semakin maju ini, tidak dipungkiri peranan teknologi sangatlah penting dalam kehidupan sehari - hari. Maybe tidak semua ibu rumah tangga harus jadi ahli teknologi. Tapi, untuk hal – hal mendasar contohnya menggunakan Ms.Office rasanya cukup diperlukan karena anak sekolah zaman sekarang sudah harus melek teknologi termasuk aplikasi komputer dan internet untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Namun penggunaan teknologi  tak jarang menimbulkan berbagai permasalahan karena begitu cepat dan mudahnya setiap orang untuk mengakses suatu hal. Maka dari itu pentingnya pemahaman akan komputer dan teknologi sangatlah penting maka dari itu seorang ibu harus menjalankan fungsi control  ketika anak menggunakan teknologi agar tetap menggunakan teknologi dengan bijak dan sesuai usianya.
3. Kemampuan berbahasa asing
Sebagai ibu rumah tangga, saya merasakan betul begitu pentingnya kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris karena sampai saat ini bahasa Inggris masih diakui sebagai bahasa internasional. Mungkin terlihat sepele, tapi peran bahasa inggris sangatlah penting dalam kehidupan saya sebagai seorang ibu rumah tangga. Contoh sederhananya adalah ketika berbelanja, penting sekali untuk kita memahami produk yang akan dibeli. Misal saat akan memilih produk sikat gigi, biasanya dikemasan sikat gigi tersebut tertulis keterangan medium, soft dan extra soft. Setidaknya saya harus hafal apa yang membedakan ketiga produk tersebut padahal masih sama produk sikat gigi.
Sementara untuk contoh yang lebih serius, saya akan mencontohkan bagaimana pentingnya kemampuan berbahasa asing bagi saya pribadi terutama dalam rangka menemani pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Anak saya berusia 2 tahun dan sedang asyik – asyiknya mengeksplor mainan. Mainan yang sering dia mainkan tentunya yang cukup menarik perhatiannya salah satunya yang punya warna cukup menarik salah satunya adalah mainan ring donat. Saya mulai memperkenalkan mainan ring donat ini sejak usianya sebelum satu tahun dan saat itu saya hanya membiarkannya memainkan mainan donat tersebut tanpa banyak memberikan edukasi. Namun sejak anak saya mulai “berceloteh” diusia  15 bulanan pelan – pelan saya coba memberikan edukasi mengenai warna karena kebetulan mainan ring donut tersebut sangat colorful. Saya coba kenalkan dia warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, lalu responnya bagaimana? Anak saya hanya diam dan memperhatikan. Surprisingly, diusianya yang baru 20 bulanan tiba – tiba saat memainkan mainan ring donut tersebut dia sambil menyebutkan warna dalam bahasa Indonesia dan beberapa warna dalam bahasa Inggris seperti purple, yellow, brown dan green. Perkembangan sekecil itu pun saya sangat senang karena artinya apa yang saya ajarkan selama ini tidak sia – sia.


Itulah beberapa dari sekian banyak peran perempuan yang perlu didasari ilmu atau skill didalamnya. Berbicara mengenai pendidikan nyatanya cukup sensitif karena tidak semua istri dan ibu bisa mengenyam pendidikan dengan layak karena berbagai faktor salah satu faktor yang paling umum yaitu biaya. Ya, saya pun merasakan hal tersebut ketika harus kuliah dengan biaya yang pas – pasan alhasil saya kuliah sambil serabutan jualan apapun setidaknya untuk menambah uang saku agar tidak memberatkan kedua orang tua. Orang lain mungkin hanya melihat sisi enaknya saja saya bisa menjadi ibu rumah tangga dengan predikat sarjana dan berkata “ahhh kamu sih enak kan bisa kuliah, saya dulu tidak punya biaya!”. Believe me, apa yang saya jalani tidak semudah yang dibayangkan tapi semuanya terbayar sekarang terutama setelah saya punya anak. Meski saya tidak ahli dalam semua bidang tapi setidaknya hal – hal mendasar seperti yang sudah saya sebutkan diatas bisa saya dapatkan selama saya mengenyam pendidikan sehingga saya merasa peran saya sebagai seorang ibu memang sangat kuat dan penting.

Hal –hal mengenai pentingnya pendidikan dalam peranan ibu rumah tangga seperti yang sudah saya jabarkan diatas bisa jadi berbeda bagi setiap ibu. Mungkin ada ibu yang anaknya punya bakat dalam menyanyi, sebagai seorang ibu meski tidak harus bisa menyanyi tapi setidaknya wawasan mengenai musik haruslah diperkuat untuk menemani anak dalam tumbuh dan berkembang sesuai hobinya. Again, saya tekankan bahwa tidak semua ibu adalah hebat dan bisa paham semua dasar keilmuan dalam rangka peran sertanya didalam keluarga. Saat kita tidak mampu menjalankan semua peran tersebut maka sudah kewajiban kita untuk mengalihkan tugas dan kewajiban kita kepada mereka yang lebih kompeten. Banyak cara untuk menunaikan kewajiban kita sebagai orangtua dalam memberikan pendidikan yang layak untuk anak – anak, selain menyekolahkan disekolah formal bisa juga ditambah dengan pendidikan melalui lembaga kursus. Salah satu lembaga kursus yang ada di Indonesia adalah EduCenter. Awalnya saya fikir EduCenter ini adalah tempat kursus bahasa Inggris, namun ternyata EduCenter ini adalah pusat edukasi yang didalamnya terdapat lebih dari 20 lembaga pendidikan/tempat kursus. Kursus – kursus tersebut tak hanya meliputi pembelajaran disekolah tapi juga kursus yang membantu mengembangkan hobi dan bakat anak. So, menurut saya ini cukup efektif dan efisien karena ada begitu banyak pilihan edukasi dalam satu tempat. Sayangnya EduCenter ini terletak di BSD City Tangerang dan sangat jauh dengan domisili keluarga saya di Majalengka. Ah, semoga ketika anak saya sudah cukup usia untuk mendapatkan berbagai pendidikan dan kursus, EduCenter sudah buka cabang di Majalengka.


By the way keluarga kami bukanlah keluarga kaya apalagi kami baru beberapa tahun menikah dan perjalanan rumah tangga kami baru saja dimulai. Tapi, saya sadar betul bagaimana pentingnya pendidikan apalagi anak saya adalah perempuan yang kelak akan menjadi ibu untuk anak – anaknya. Maka, saya pun sudah merencanakan keuangan untuk pendidikan anak saya dengan menabung sekecil apapun itu. Walaupun yang saya simpan nilainya kecil bila dilihat dari nominal tapi saya yakin akan bermanfaat besar untuk pendidikannya di masa yang akan datang.

 Akhir kata, semoga perempuan Indonesia selalu sehat dan aktif karena kita adalah jantungnya rumah tangga yang punya peranan sangat penting. Saat kita aktif maka kehidupan rumah tangga pun akan hidup, tapi saat kita berhenti bergerak maka matilah kehidupan dalam rumah tangga. Tetap semangat untuk belajar dan menjadi sekolah terbaik bagi anak – anak kita, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jangan pernah terfikirkan kita tidak berarti apa – apa hanya karena seorang ibu rumah tangga, justru peran kita sangat penting dan perlu ditunjang dengan pendidikan agar bisa menjalankan peran kita dengan maksimal.



#EduCenterID

No comments for "Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan, Si Jantung Rumah Tangga"

Berlangganan via Email