Keluar Rumah Saat Pandemi? Jangan Lupa Pakai Masker, Ya!




     Kemarin, anak saya dibawa oleh neneknya ( ibu saya ) ke toko sembako dan kebetulan anak saya yang berusia 2 tahun sudah paham kalau mau keluar harus pakai masker. Alhasil dia ikut ke toko tersebut dengan menggunakan masker dan katanya ketika di toko anak saya ditanya oleh pemilik toko. 
“Neng, sieun corona nya nganggo masker? ( Neng, takut corona ya pakai masker? )”. tanya pemilik toko
      Mendengar cerita tersebut saya pun hanya tersenyum. Entah pertanyaan tersebut serius atau hanya guyonan tapi memang terkesan menyepelekan pandemi Covid-19 ini dan mengabaikan anjuran pemerintah untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Sesuai anjuran WHO, pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh masyarakatnya menggunakan masker jika keluar rumah ( sumber : kompas.tv ). Hal tersebut merupakan langkah preventif yang sudah semestinya dipatuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia mengingat pandemi Covid-19 masih ada dan entah kapan akan berakhirnya.
      Awalnya anjuran menggunakan masker tidak terlalu dikampanyekan dimana – mana, bahkan saya sering melihat dan membaca bahwa anjuran menggunakan masker hanya untuk orang sakit. Namun  per tanggal 05 April 2020 pemerintah mengeluarkan aturan wajib memakai masker bagi siapapun yang keluar rumah ( sumber : Detik Health ). Seperti kita ketahui bersama bahwa media penyebaran Covid-19 adalah melalui percikkan cairan yang keluar dari mulut atau hidung. Maka ketika yang sakit menggunakan masker artinya menghalangi virus untuk tidak menyebar ke orang lain dan ketika yang tidak sakit menggunakan masker itu artinya menjaga percikkan cairan dari orang lain agar tidak terhirup olehnya. Meski sudah banyak edukasi mengenai bagaimana caranya Covid-19 menyebar namun tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga jarak terutama ditempat umum selama pandemi ini. Jadi cukup menyeramkan juga jika ditengah pendemi seperti ini orang - orang belum sadar betul pentingnya menjaga jarak ditambah tidak menggunakan masker.
    Saya dan keluarga pun tadinya tidak punya banyak stok masker. Masker kain hanya punya beberapa sementara masker sekali pakai ( masker medis ) tidak punya sama sekali karena harganya selangit dan cukup sulit didapatkan. Tapi semenjak pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker barulah kami berfikiran untuk stok beberapa masker kain mengingat masker kain harus sering dicuci, jadi kalau cuma punya 1 atau 2 saja rasanya masih kurang. By the way masker yang keluarga kami pakai adalah masker produksi MA Assyafiiyyah Sukaraja – Majalengka. Masker ini merupakan masker 2 ply yang bisa diselipkan tisu didalamnya. Untuk tanya – tanya atau pemesanan masker ini bisa klik disini dan Insyaallah nanti saya akan membuat postingan khusus mengenai masker.
       Lalu, apakah masker kain efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19? Davies et al melakukan penelitian di Inggris menyatakan bahwa efektivitas masker kain buatan rumah untuk menyaring partikel berukuran 0,06 - 1 mikron sebesar 71% sementara untuk partikel besar sebesar 79%. ( sumber : Detik Health ). So, jika dibandingkan dengan masker medis tentu saja masih jauh lebih baik menggunakan masker medis namun perlu diingat bahwa ketersediaan masker medis semakin sulit sementara masker medis banyak dibutuhkan oleh tim medis yang “berperang” secara langsung menghadapi Covid-19.
       Jadi, untuk kita yang bukan non medis sudah cukup menggunakan masker kain asal sering dicuci terutama setelah dipakai bepergian keluar rumah. Untuk mendapatkan masker kain pun tidak susah karena  penjual masker kain sudah menjamur dimana – mana semenjak pandemi ini. Alhamdulillah, dengan membeli barang dagangan mereka sama artinya kita memberikan rezeki kepada mereka ditengah pandemi yang menyebabkan kesulitan ekonomi hampir pada seluruh lapisan masyarakat. Selain itu dengan menggunakan masker saat keluar rumah itu artinya kita juga ikut membantu pemerintah dalam memerangi pandemi ini agar segera berlalu. Pandemi ini musibah bersama, jadi bukan hanya satu dua orang yang harus sadar tapi semuanya.
       Menggunakan masker saat keluar rumah merupakan salah satu langkah preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19 namun semuanya tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kesadaran dari semua orang. Si sakit harus menyadari bahwa dirinya bisa saja menularkan penyakit ke orang lain. Si sehat pun perlu menyadari bahwa belum tentu semua orang disekitarnya menyadari pentingnya menggunakan masker sehingga bisa saja batuk dan bersin sembarangan. Solusinya adalah si sakit dan si sehat sama – sama menggunakan masker. Namun meski sudah menggunakan masker tapi tetap harus menjaga jarak demi keamanan, ya! Sementara untuk kalian yang punya rezeki lebih, yuk bantu sesama dengan membagikan masker gratis agar semua masyarakat Indonesia bisa beraktifitas dengan lebih tenang karena menggunakan masker.
        Keluar rumah saat pandemi? Jangan lupa pakai masker, ya!


#BPNChallengeDay4

No comments for "Keluar Rumah Saat Pandemi? Jangan Lupa Pakai Masker, Ya!"

Berlangganan via Email