Awalnya Mual Dan Muntah, Akhirnya Anak Saya Masuk IGD


penyebab mual dan muntah pada anak

Sebelumnya........

Setelah anak saya mendapat tindakan pemasangan infus di IGD puskesmas Maja, anak saya langsung dipindah ke ruangan anak yang sudah disiapkan oleh perawat. Ada 4 ruangan perawatan di puskesmas Maja ini yaitu ruang anak, ruang wanita, ruang laki – laki serta ruang isolasi dan masing – masing ruangan terdapat 3 bed. Alhamdulillah pada saat anak saya dirawat, ruangan anak kosong jadi saya cukup nyaman di ruang perawatan tanpa harus “berbagi” kamar mandi dengan pasien lain.

Malam Minggu tanggal 29 Maret 2020 adalah malam pertama menginap di puskesmas Maja. Sore itu anak saya langsung dijamu dengan makan sore dari puskesmas yang isinya bubur, tahu goreng, tempe goreng, tumis wortel dan buncis. Tapi karena anak saya memang sedang bermasalah dengan nafsu makan, dia hanya makan buburnya beberapa sendok saja. Malam pertama dirawat di puskesmas Maja tidak ada tambahan obat oral karena memang belum ada visit dokter, selama itu saya hanya memberikan obat yang dibawa dari rumah yang sebelumnya saya dapatkan ketika diperiksa ke dokter praktek, selengkapnya saya tulis di part I. Entah kenapa semenjak dirawat di puskesmas Maja yang tadinya hanya mengalami demam dan lemas karena tidak masuk makan dan minum tiba – tiba jadi mengeluarkan BAB dengan tekstur encer dan bau yang cukup menyengat namun setelah saya berkonsultasi dengan perawat jaga, jika frekuensi BAB nya belum sering ( bisa sampai 5x dalam jarak berdekatan ) maka anak saya belum perlu mendapatkan obat diare.

Hari Minggu tanggal 30 Maret 2020, pagi – pagi ketika bangun tidur anak saya ingin pergi keluar mungkin sudah terasa jenuh meski baru semalam menginap di puskesmas Maja. Saya ikuti kemauan anak saya yang penting dia tidak rewel. Awalnya saya sempat kaget kenapa puskesmas Maja sangat sepi, apakah karena ada pandemi corona ( Covid – 19) ? Kemudian saya baru teringat bahwa hari Minggu rawat jalan libur, pantas saja lingkungan di sekitar puskesmas Maja lumayan sepi. Ditambah lagi tidak ada makanan untuk pasien dan tidak ada petugas kebersihan yang membersihkan ruangan rawat inap di puskesmas Maja menambah rasa ketidaknyaman saya. Saya tidak tahu kenapa tidak ada makanan untuk pasien dan tidak ada petugas kebersihan dihari Minggu, mungkin libur atau mungkin bekerja tapi tidak tahu kalau ada beberapa pasien rawat inap. Dengan kondisi di puskesmas yang seperti itu saya berharap bahwa ada visit dokter di hari Minggu dan dokter menyatakan anak saya bisa pulang. Namun tanpa sengaja saya mendengar beberapa perawat berbicara bahwa seharusnya ada visit dokter di hari Minggu namun kebetulan tidak bisa hadir hari ini. Ah, saya mencoba menguatkan mental saya dan anak saya untuk tetap sabar dirawat disini karena beberapa kali anak saya merengek minta pulang.

Alhamdulillah disaat saya merasa jenuh dan lelah mengurus anak yang dirawat dirumah sakit, ada support penuh dari orangtua dan suami. Suami yang rela pulang pergi mengambil keperluan yang selalu saja kurang dan ketinggalan, orangtua yang repot mempersiapkan segala keperluan termasuk makanan untuk anak saya terlebih ketika hari Minggu tidak ada makanan dari puskesmas untuk pasien.

Minggu siang kebetulan infusan anak saya hampir habis jadi saya meminta kepada perawat jaga untuk menggantikan cairan infus dengan yang baru sembari bertanya apakah anak saya bisa pulang sore ini atau tidak. Kemudian beliau menanyakan perihal kondisi terkini anak saya dan saya menjelaskan bahwa suhu tubuh anak saya sudah turun namun BAB yang dikeluarkan masih encer dengan bau yang menyengat namun frekuensinya masih jarang dan lagi – lagi anak saya belum diberikan obat diare hanya disarankan untuk banyak minum agar tidak dehidrasi. Selain itu perawat juga menyarankan agar anak saya tetap menginap setidaknya sampai senin pagi supaya mendapatkan penanganan langsung oleh dokter apalagi anak saya masih mengeluarkan BAB dengan tekstur encer dan bau yang menyengat. Jujur, sampai saat ini saya belum bisa mengetahui apa penyebab mual dan muntah pada anak saya.

Selanjutnya....

No comments for "Awalnya Mual Dan Muntah, Akhirnya Anak Saya Masuk IGD"

Berlangganan via Email